23 October 2018

Ini Tindakan Medis yang Dibutuhkan untuk Menangani Sindrom Cushing

Ini Tindakan Medis yang Dibutuhkan untuk Menangani Sindrom Cushing

Halodoc, Jakarta - Namanya mungkin masih asing di telinga, tapi jika tidak ditangani, sindrom cushing dapat menyebabkan kondisi yang cukup serius. Sindrom cushing adalah kumpulan gejala yang muncul akibat kadar hormon kortisol (hormon stres) dalam tubuh terlalu tinggi. Hormon kortisol merupakan hormon yang dihasilkan oleh kelenjar adrenal, yang terletak di atas ginjal.

Dalam kadar normal, hormon kortisol sebenarnya memiliki fungsi yang cukup penting bagi tubuh, seperti mengatur tekanan darah, meningkatkan kadar gula darah, mengurangi peradangan, hingga mengontrol suasana hati dan rasa takut. Hormon ini banyak diproduksi saat mengalami stres. Itulah mengapa hormon kortisol pun kerap dijuluki sebagai hormon stres.

Bicara soal kadar, secara alami hormon kortisol dapat memiliki kadar yang seimbang berkat hipotalamus dan hipofisis, yang merupakan kelenjar dalam otak. Dalam fungsinya untuk menyeimbangkan kadar kortisol, kedua kelenjar tersebut akan mengirim sinyal ke kelenjar adrenal untuk mengurangi produksi atau menambah produksi hormon kortisol. Namun, ketika sindrom cushing terjadi, mekanisme penyeimbangan kortisol dalam tubuh mengalami gangguan, sehingga kelenjar adrenalin meningkatkan produksi hormon ini secara berlebihan.

Selain dari dalam tubuh, sindrom cushing juga dapat terjadi karena ada pemicu dari luar. Salah satunya adalah penggunaan obat jenis kortikosteroid, seperti prednisone, dalam dosis tinggi dan jangka panjang. Obat ini biasanya digunakan untuk menangani penyakit seperti artritis, asma, lupus, serta pada pasca transplantasi organ untuk mencegah penolakan tubuh terhadap organ yang diterima.

Gejala yang Ditunjukkan

Gejala dari sindrom cushing ini dapat berbeda-beda pada setiap pengidap, tergantung pada tingginya kadar kortisol dalam tubuh. Namun, beberapa gejala umum yang biasanya muncul ketika seseorang terserang sindrom ini adalah:

  1. Peningkatan berat badan.
  2. Muncul guratan berwarna ungu kemerahan (striae) pada kulit bagian perut, paha, dada, dan lengan.
  3. Menumpuknya jaringan lemak, terutama pada bahu (buffalo hump) dan wajah (moon face).
  4. Penipisan kulit, sehingga membuatnya mudah memar.
  5. Melambatnya penyembuhan ketika terjadi luka pada kulit.
  6. Jerawat bermunculan.
  7. Lemas dan mudah lelah.
  8. Sensitif, mudah cemas, dan marah.
  9. Sakit kepala.
  10. Pengeroposan tulang.
  11. Gangguan pertumbuhan (jika terjadi pada anak-anak).

Pada beberapa kasus, sindrom cushing yang menyerang wanita juga akan menimbulkan gejala-gejala lain, seperti tumbuhnya rambut lebat pada wajah atau bagian lain yang biasanya hanya bisa tumbuh pada pria, dan gangguan siklus menstruasi. Sementara itu pada pria, sindrom cushing juga dapat menyebabkan penurunan gairah seksual, gangguan kesuburan, dan impotensi.

Tindakan Medis yang Dapat Dilakukan

Pengobatan sindrom cushing dilakukan untuk mengurangi kadar kortisol dalam tubuh. Kendati demikian, metode pengobatan yang dipilih tergantung pada penyebab dan tingkat keparahannya. Beberapa tindakan medis yang dapat dilakukan untuk mengatasi sindrom ini adalah:

1. Mengurangi Penggunaan Kortikosteroid

Pada kasus sindrom cushing yang disebabkan oleh adanya penggunaan obat jenis kortikosteroid dalam jangka panjang, dokter biasanya akan melakukan pengurangan dosis obat ini secara bertahap, dan menggantinya dengan obat-obatan lain. Diskusi lebih lanjut dengan dokter sangat dibutuhkan dalam hal ini, untuk menentukan jenis obat yang cocok.

2. Operasi

Selain karena obat, peningkatan kadar kortisol dalam tubuh juga dapat terjadi karena adanya tumor pada kelenjar hipofisis, kelenjar adrenal, pankreas, atau pun paru-paru. Pada sindrom cushing yang disebabkan oleh tumor, satu-satunya tindakan medis terbaik yang dapat dilakukan adalah operasi pengangkatan tumor.

3. Radioterapi

Tindakan medis yang satu ini sebenarnya merupakan tindakan lanjutan pasca operasi. Jika tumor pada kelenjar hipofisis tidak bisa terangkat sepenuhnya melalui cara operasi, biasanya dokter akan menyarankan untuk menjalani radioterapi atau terapi radiasi.

4. Adrenalektomi

Adrenalektomi merupakan tindakan medis terakhir yang dapat ditempuh, ketika metode pengobatan lain tidak berhasil. Metode ini dilakukan untuk mengangkat kelenjar adrenal, sehingga tidak lagi dapat memproduksi kortisol secara berlebihan. Namun, pengidap sindrom cushing yang menjalani tindakan medis ini diharuskan untuk menjalani terapi pengganti glukokortikoid dan mineralokortikoid sepanjang hidupnya.  

Itulah sedikit penjelasan mengenai sindrom cushing dan tindakan medis yang dapat dilakukan untuk mengatasinya. Jika kamu membutuhkan informasi lebih lanjut soal penyakit ini atau masalah kesehatan lainnya, jangan ragu untuk mendiskusikannya dengan dokter di aplikasi Halodoc, lewat fitur Contact Doctor, ya. Mudah kok, diskusi dengan dokter spesialis yang kamu inginkan pun dapat dilakukan melalui Chat atau Voice/Video Call. Dapatkan juga kemudahan membeli obat menggunakan aplikasi Halodoc, kapan dan di mana saja, obatmu akan langsung diantar ke rumah dalam waktu 1 jam. Yuk, download sekarang di Apps Store atau Google Play Store!

Baca juga: