Tindakan Medis yang Dilakukan untuk Atasi Kardiomiopati

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Tindakan Medis yang Dilakukan untuk Atasi Kardiomiopati

Halodoc, Jakarta – Orang yang mengidap kardiomiopati, tetapi tidak menunjukkan gejala biasanya tidak membutuhkan perawatan. Terkadang dalam kondisi tertentu kardiomiopati bisa hilang dengan sendirinya. 

Bila perawatan menjadi pilihan, jenis perawatan bergantung pada berbagai faktor mulai dari jenis kardiomiopati yang diidap, keparahan gejala, komplikasi, usia, dan kesehatan secara keseluruhan. Ingin tahu lebih lanjut mengenai pemulihan dan perawatan kardiomiopati, selengkapnya di sini!

Perubahan Lifestyle

Perawatan untuk kardiomiopati dapat mencakup perubahan gaya hidup yang dapat membantu mengelola kondisi penyebabnya. Diet sehat dan aktivitas fisik adalah bagian dari gaya hidup sehat. Pola makan yang sehat meliputi beragam buah, sayuran, dan biji-bijian. Setengah dari biji-bijian kamu harus berasal dari produk gandum utuh.

Pilih makanan yang rendah lemak jenuh dan lemak trans. Pilihan sehat termasuk daging tanpa lemak, unggas tanpa kulit, ikan tanpa goreng, kacang-kacangan, serta produk susu dan susu tanpa lemak atau rendah lemak.

Baca juga: 7 Komplikasi Penyakit yang Sebabkan Gangguan Jantung

Konsumsi sedikit garam atau terlalu banyak garam dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi. Studi menunjukkan bahwa mengikuti rencana diet untuk menghentikan hipertensi dapat mengurangi tekanan darah.

Pilih makanan dan minuman yang rendah gula. Hindari minum alkohol, jika kamu minum minuman beralkohol, lakukan secara moderat. Jadilah aktif secara fisik, tetapi ada baiknya diskusikan kepada dokter jenis olahraga yang dipilih dengan mempertimbangkan hal-hal berikut:

  1. Jenis obat yang sedang diminum.

  2. Apakah kamu sedang memiliki masalah kesehatan yang berkelanjutan.

  3. Memiliki nyeri dada, sesak napas, ataupun pusing.

Beberapa obat yang direkomendasikan untuk mengobati kardiomiopati adalah jenis obat untuk menurunkan tekanan darah, melambatkan detak jantung, menjaga detak jantung supaya iramanya tetap normal, menyeimbangkan elektrolit dalam tubuh, menghapus kelebihan cairan dan natrium dari tubuh, mencegah pembentukan gumpalan darah, serta mengurangi peradangan. 

Kardiomiopati dapat dipicu oleh penyakit atau kondisi yang mendasarinya. Mengatasi kardiomiopati dapat membantu mencegah komplikasi. Karenanya, untuk melakukan pencegahan ada baiknya kamu melakukan perubahan gaya hidup.

Baca juga: Gejala Serangan Jantung pada Pria dan Wanita, Apa Bedanya?

Kardiomiopati adalah penyakit otot jantung yang membuat jantung lebih sulit memompa darah ke seluruh tubuh. Kardiomiopati dapat menyebabkan gagal jantung. Beberapa gejala dari kardiomiopati adalah: 

  1. Sesak napas dengan aktivitas atau bahkan saat istirahat.

  2. Pembengkakan pada tungkai, pergelangan kaki dan kaki.

  3. Kembung perut karena penumpukan cairan.

  4. Batuk yang terjadi bila tubuh berbaring.

  5. Kelelahan yang signifikan.

  6. Detak jantung terasa cepat.

  7. Ketidaknyamanan dengan sensasi tekanan di dada.

  8. Pusing sampai berasa ingin pingsan.

Perlu diketahui kalau kardiomiopati dapat menyebabkan kondisi jantung lainnya, termasuk:

  • Gagal Jantung 

Ini terjadi ketika jantung tidak dapat memompa cukup darah untuk memenuhi kebutuhan tubuh.

  • Penggumpalan Darah

Karena jantung tidak dapat memompa secara efektif, gumpalan darah mungkin terbentuk di jantung. Jika gumpalan memasuki aliran darah ini dapat memblokir aliran darah ke organ lain.

  • Masalah Katup

Kardiomiopati dapat menyebabkan jantung membesar karena katup jantung bisa jadi tidak menutup dengan benar karena

Jika memiliki gejala yang mirip dengan kardiomiopati, tanyakan langsung ke Halodoc untuk informasi lebih lengkapnya. Dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.

Referensi:

Heart.org. Diakses pada 2019. Prevention and Treatment of Cardiomyopathy.
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Cardiomyopathy.