30 January 2018

Tips Agar Si Kecil Mau Berhenti Menyusu

Tips Agar Si Kecil Mau Berhenti Menyusu

Halodoc, Jakarta – Ketika bayi sudah cukup besar, cepat atau lambat ibu harus menghentikan Si Kecil menyusu dari payudara atau menyapih. Namun, menyapih bisa menjadi masa yang emosional bagi ibu dan bayi, karena hal tersebut tidaklah mudah. Bayi yang terbiasa menyusu langsung dari payudara ibu, pasti akan sulit menerima perubahan ini. Jadi, proses menyapih sebaiknya dilakukan secara bertahap dan ibu bisa mengikuti tips-tips berikut agar Si Kecil mau berhenti menyusu.

Kapan Saatnya Menyapih Anak?

Dalam enam bulan pertama kehidupan bayi, ibu dianjurkan untuk memberikannya ASI eksklusif. ASI merupakan makanan yang paling sempurna untuk bayi di bawah usia dua tahun karena mengandung gizi yang lengkap dan mudah dicerna. Selain itu, di Indonesia, terdapat undang-undang yang melindungi hak anak untuk mendapatkan ASI eksklusif sejak ia dilahirkan sampai berusia 6 bulan.

Setelah bayi berusia lebih dari 6 bulan, ibu sudah mulai bisa memberikan Si Kecil Makanan Pendamping Air Susu Ibu atau MPASI. Pada umur satu tahun, bayi juga sudah bisa dilatih untuk minum dengan menggunakan cangkir dan bayi akan mencari hal lain untuk membuatnya merasa nyaman selain menyusu. Menurut para ahli, ciri-ciri bayi yang kemungkinan sudah dapat disapih antara lain, sudah dapat duduk dengan tegak dalam waktu yang lama, sudah dapat mengambil dan memasukkan makanan ke dalam mulut, sudah tidak ingin menyusu dari payudara, dan lebih tertarik minum dari cangkir. Jadi, berdasarkan ciri-ciri tersebut, ibu bisa menentukan sendiri kapan waktu yang tepat untuk menyapih anak. Namun, secara umum, ibu dapat menyusui bayinya sampai ia berusia dua tahun.

Tips Menyapih Anak

Tega tidak tega, ibu tetap harus melatih Si Kecil agar dapat berhenti menyusu secara langsung dari payudara ibu. Diperlukan kesabaran dan konsistensi agar ibu bisa berhasil menyapih anak. Berikut tips-tipsnya:

  • Kurangi Frekuensi Ibu Menyusui

Menyapih bayi sebaiknya dilakukan secara bertahap dan pelan-pelan, agar Si Kecil tidak menjadi stres. Ibu bisa memulainya dengan mengurangi frekuensi menyusui.  Tidak hanya baik untuk Si Kecil, mengurangi frekuensi menyusui juga dapat membuat ASI ibu berkurang secara bertahap, sehingga payudara tidak menjadi bengkak dan terasa nyeri.

  • Hentikan Menyusui di Siang Hari

Cara lainnya yang bisa ibu lakukan untuk menyapih bayi secara bertahap adalah dengan berhenti menyusuinya pada siang hari. Siang hari dinilai sebagai waktu yang paling tepat, karena bayi biasanya sangat bergantung pada proses menyusu di pagi hari dan malam hari untuk membuat ia merasa nyaman. Nah, agar Si Kecil tidak minta menyusu, ibu bisa memberinya MPASI sebagai pengganti makanannya di siang hari.

  • Ganti ASI dengan Susu dalam Cangkir pada Pagi Hari

Setelah Si Kecil sudah terbiasa tidak menyusu pada siang hari, ibu bisa mulai mengurangi frekuensi menyusui lagi dengan memberikan Si Kecil susu dalam cangkir pada pagi hari. Tetaplah konsisten tidak memberi ASI dari payudara melainkan dengan menggunakan cangkir kepada Si Kecil selama seminggu. Kemudian, cobalah tidak menyusui Si Kecil sama sekali pada minggu berikutnya, tapi berikan ia susu dalam botol. Ibu juga sudah bisa memberikan susu sapi kepada Si Kecil yang sudah berusia di atas satu tahun sebagai pengganti ASI.

  • Hentikan Menyusui Bayi Pada Malam Hari

Menghentikan menyusui bayi pada malam hari memang lebih sulit dan membutuhkan kesabaran, karena proses menyusu dapat membuat Si Kecil merasa nyaman untuk dapat bisa tidur. Tapi ibu bisa mencari ritual lain yang juga bisa memberinya kenyamanan, seperti menyanyikan lagu pengantar tidur sambil memeluknya.

  • Ganti Botol Susu dengan Cangkir

Selain berhenti menyusui Si Kecil secara langsung dari payudara, ibu juga sebaiknya menghentikan kebiasaan Si Kecil minum susu dari botol agar giginya tidak rusak. Caranya, sering-seringlah memberikan Si Kecil susu di cangkir daripada botol. Dan jangan biarkan ia tertidur, merangkak atau berjalan dengan membawa botol susu kemana-mana.

Ibu juga bisa memikirkan cara kreatif lainnya agar bayi mau berhenti menyusu secara langsung. Ibu tidak perlu membanding-bandingkan dengan cara orang lain, karena yang terpenting adalah kenyamanan ibu dan bayi. Jika Si Kecil sakit atau mengalami masalah kesehatan tertentu, segera hubungi dokter melalui aplikasi Halodoc saja.

Bicarakan masalah kesehatan yang dialami si kecil dan minta saran kesehatan kepada dokter melalui Video/Voice Call dan Chat kapan saja dan di mana saja. Ibu juga bisa membeli produk kesehatan dan vitamin yang dibutuhkan di Halodoc. Caranya sangat praktis, tinggal order lewat aplikasi dan pesanan akan diantarkan dalam satu jam. Ingin melakukan tes kesehatan? Halodoc kini mempunyai fitur Lab Service yang memudahkan ibu melakukan berbagai macam tes kesehatan. Jadi, tunggu apa lagi? Download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.