22 May 2018

Tips Aman Puasa bagi Ibu Hamil

Tips Aman Puasa bagi Ibu Hamil

Halodoc, Jakarta – Sebelum memutuskan berpuasa, ada baiknya ibu hamil bicara pada dokter untuk memastikan kondisi kesehatan ibu dan bayi yang dikandungnya. Namun, selama kondisi kehamilan dalam keadaan sehat dan asupan gizi tetap terpenuhi, ibu hamil boleh-boleh saja berpuasa. (Baca juga: Puasa Saat Hamil, Boleh atau Tidak)

Tips Puasa Ibu Hamil

Ada beberapa tips yang bisa ibu hamil lakukan agar tetap aman berpuasa. Apa saja tips puasa ibu hamil? (Baca juga: Tips Memenuhi Nutrisi Saat Berpuasa bagi Ibu Hamil)

Saat Sahur

  • Minum 2 gelas air saat sahur. Minumlah secara berkala sambil mengonsumsi makanan lainnya agar perut tidak kembung.
  • Perhatikan asupan makanan saat sahur. Pilih menu sahur yang memiliki nutrisi cukup untuk ibu dan janin, misalnya karbohidrat, protein, lemak, kalsium, asam folat, dan zat besi. Jangan lupa untuk memperbanyak konsumsi buah dan sayuran untuk melancarkan sistem pencernaan dan terhindar dari sembelit. Sebisa mungkin, hindari konsumsi makanan yang bisa membuat tubuh cepat lemas dan lapar, serta batasi konsumsi makanan pedas yang bisa memicu peningkatan asam lambung dan risiko maag.
  • Minum suplemen khusus. Inilah pentingnya bicara dengan dokter sebelum memutuskan untuk puasa. Dokter bisa saja memberikan anjuran suplemen atau vitamin yang sebaiknya dikonsumsi ibu hamil selama menjalani ibadah puasa.

Saat Berpuasa

  • Perbanyak istirahat, ibu bisa memenuhinya dengan tidur di siang hari dan menghindari aktivitas berat yang melelahkan. Jika ibu bekerja, ibu bisa beristirahat di sela-sela waktu kosong atau meminta pemotongan jam kerja agar bisa beristirahat lebih banyak.
  • Segera batalkan puasa jika ibu merasa tidak sanggup melanjutkannya atau muncul gejala yang membahayakan janin.

Saat Berbuka Puasa

  • Awali berbuka puasa dengan makanan ringan yang manis dan mudah diserap tubuh untuk mengembalikan kadar gula normal dalam tubuh. Misalnya kurma, kolak, air putih, dan takjil lainnya.
  • Minum air putih 2 gelas saat berbuka dan 4 gelas saat makan malam (setelah tarawih). Ibu tidak perlu menenggak habis dalam satu waktu, melainkan ibu bisa meminumnya secara berkala sambil mengonsumsi kurma dan makanan utama.
  • Jangan lupa untuk mengonsumsi suplemen khusus dan minum susu jika ibu diharuskan untuk mengonsumsinya. (Baca juga: Minum Susu saat Hamil, Perlu Enggak sih?)
  • Berbukalah dengan perlahan agar perut tidak kaget. Setelah beberapa menit (sekitar 10-15 menit), barulah ibu bisa berbuka puasa dengan makanan utama. Jangan lupa untuk memenuhi nutrisi penting bagi ibu hamil pada menu makanan yang sudah disiapkan. Misalnya karbohidrat, protein, lemak, kalsium, asam folat, dan zat besi.

Meskipun tidak ada larangan untuk berpuasa, ibu hamil tetap perlu memerhatikan gejala-gejala yang mungkin membahayakan janin. Misalnya pusing, demam, muntah, lemah, lelah, merasa sangat haus (dehidrasi), nyeri pada perut, dan penurunan berat badan saat puasa. Jika gejala-gejala tersebut terjadi, sebaiknya ibu segera membatalkan puasa dan bicara dengan dokter.

(Baca juga: 6 Tips Puasa Bagi Ibu Hamil yang Tidak Boleh Disepelekan)

Kabar baiknya, saat ini ibu sudah bisa bicara pada dokter tanpa perlu repot ke luar rumah. Ibu hanya perlu download aplikasi Halodoc di App Store atau Google Play, lalu ibu bisa memanfaatkan fitur Contact Doctor di aplikasi Halodoc untuk bicara pada dokter kapan saja dan dimana saja melalui Chat, dan Voice/Video Call. Jadi, ayo gunakan aplikasi Halodoc sekarang juga untuk mendapatkan rekomendasi saran dari dokter tepercaya.