Ad Placeholder Image

Tips Ampuh Atasi Milia Bawah Mata Secara Aman

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   28 April 2026

Jangan Panik! Milia Bawah Mata Hilang Tanpa Bekas

Tips Ampuh Atasi Milia Bawah Mata Secara AmanTips Ampuh Atasi Milia Bawah Mata Secara Aman

Milia Bawah Mata: Benjolan Kecil Putih Akibat Keratin Terperangkap

Milia di bawah mata adalah benjolan kecil berwarna putih yang muncul di permukaan kulit, terutama di area sekitar mata. Kondisi ini terjadi ketika protein kulit bernama keratin terperangkap di bawah lapisan kulit. Meskipun seringkali dianggap mengganggu penampilan, milia umumnya tidak berbahaya dan tidak menyebabkan rasa sakit atau peradangan seperti jerawat. Benjolan ini bisa hilang dengan sendirinya, namun ada beberapa cara untuk membantu mengatasinya.

Apa Itu Milia Bawah Mata?

Milia adalah kista kecil berisi keratin yang muncul di bawah lapisan epidermis kulit. Kista ini memiliki diameter sekitar 1-2 milimeter dan berwarna putih atau kekuningan. Milia berbeda dengan jerawat karena tidak memiliki ujung hitam atau putih yang meradang.

Kondisi ini seringkali ditemukan pada bayi baru lahir, namun juga bisa dialami oleh orang dewasa. Milia bisa muncul di berbagai area wajah, termasuk dahi, pipi, dan yang paling sering menjadi perhatian adalah milia di bawah mata.

Penyebab Munculnya Milia di Bawah Mata

Pembentukan milia di bawah mata umumnya terjadi karena adanya penumpukan keratin. Protein ini seharusnya secara alami mengelupas dari permukaan kulit. Namun, dalam beberapa kasus, keratin dapat terjebak dan membentuk kista kecil.

Beberapa faktor yang dapat menyebabkan atau memperburuk munculnya milia meliputi:

  • Keratin Terjebak: Ini adalah penyebab utama, di mana protein keratin tidak dapat keluar dari folikel rambut atau kelenjar keringat.
  • Kerusakan Kulit: Cedera pada kulit seperti luka bakar, lecet, atau prosedur dermatologi tertentu seperti dermabrasi dapat memicu milia.
  • Penggunaan Produk Tertentu: Krim steroid jangka panjang diketahui dapat menyebabkan milia. Selain itu, kosmetik atau produk perawatan kulit yang terlalu berminyak atau menyumbat pori juga dapat berkontribusi.
  • Paparan Sinar Matahari Berlebih: Kerusakan kulit akibat sinar ultraviolet dari matahari dapat menghambat proses pengelupasan sel kulit.
  • Faktor Genetik: Beberapa orang mungkin memiliki kecenderungan genetik untuk mengembangkan milia.
  • Penyakit Autoimun: Kondisi medis tertentu yang memengaruhi kulit juga dapat dikaitkan dengan milia.

Cara Mengatasi Milia Bawah Mata

Meskipun milia dapat hilang dengan sendirinya, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk membantu mempercepat proses atau mengelolanya:

  • Eksfoliasi Lembut: Lakukan eksfoliasi secara rutin menggunakan produk yang mengandung asam salisilat atau glikolat. Pastikan untuk memilih produk yang formulanya lembut dan tidak iritatif, terutama di area sensitif di bawah mata.
  • Uap Wajah: Menggunakan uap wajah dapat membantu membuka pori-pori kulit. Ini bisa membantu melepaskan keratin yang terperangkap.
  • Retinol Topikal: Penggunaan produk yang mengandung retinoid atau retinol dapat mempercepat pergantian sel kulit. Namun, konsultasikan dengan dokter sebelum menggunakannya di area mata.
  • Jaga Kebersihan Kulit: Bersihkan wajah dua kali sehari dengan pembersih yang lembut. Hindari penggunaan riasan tebal di area mata yang dapat menyumbat pori.
  • Hindari Memencet: Jangan mencoba memencet atau mengeluarkan milia sendiri. Tindakan ini dapat menyebabkan iritasi, peradangan, infeksi, atau bahkan bekas luka.
  • Konsultasi Dokter: Jika milia sangat mengganggu estetika atau jumlahnya banyak, dokter kulit dapat melakukan prosedur seperti ekstraksi, krioterapi (pembekuan), atau terapi laser.

Pencegahan Milia di Bawah Mata

Mencegah lebih baik daripada mengobati. Beberapa langkah pencegahan yang bisa diterapkan untuk mengurangi risiko milia meliputi:

  • Gunakan Tabir Surya: Lindungi kulit dari paparan sinar matahari berlebih dengan menggunakan tabir surya secara teratur.
  • Pilih Produk Perawatan Kulit yang Tepat: Hindari produk kosmetik atau pelembap yang terlalu berat atau berbahan dasar minyak tinggi di area mata. Carilah produk non-komedogenik.
  • Rutin Membersihkan Wajah: Pastikan kulit selalu bersih dari kotoran dan sisa makeup.
  • Hindari Penggunaan Krim Steroid Jangka Panjang: Jika perlu menggunakan krim steroid, ikuti anjuran dokter dan jangan gunakan lebih dari yang direkomendasikan.

Kapan Perlu Konsultasi Dokter untuk Milia?

Meskipun milia umumnya tidak berbahaya, konsultasi dengan dokter kulit disarankan jika milia:

  • Jumlahnya banyak atau menyebar.
  • Mengganggu penampilan secara signifikan.
  • Tidak kunjung hilang setelah beberapa waktu.
  • Disertai dengan gejala lain seperti nyeri, kemerahan, atau gatal.

Dokter dapat memberikan diagnosis yang akurat dan merekomendasikan penanganan yang paling sesuai.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai milia di bawah mata atau kondisi kulit lainnya, dan untuk mendapatkan saran medis yang terpercaya, jangan ragu untuk berbicara dengan dokter kulit melalui aplikasi Halodoc. Tim ahli Halodoc siap memberikan rekomendasi medis praktis dan berbasis ilmiah untuk kesehatan kulit.