16 November 2018

Tips Atasi Nyeri Setelah Berolahraga

Tips Atasi Nyeri Setelah Berolahraga

Halodoc, Jakarta – Olahraga bermanfaat untuk menjaga kebugaran dan kesehatan tubuh. Namun bagi yang jarang melakukannya, berolahraga bisa menimbulkan rasa nyeri dan pegal. Kondisi ini biasanya muncul 1 - 3 hari setelah berolahraga, atau dikenal dengan Delayed Onset Muscle Soreness (DOMS). Nyeri dan pegal bisa muncul pada bagian tubuh mana saja, tergantung pada anggota gerak yang digunakan untuk berolahraga.

Mengapa Otot Nyeri Setelah Berolahraga?

Trauma pada serat otot menjadi penyebab nyeri setelah berolahraga. Namun, kamu tidak perlu khawatir karena nyeri setelah berolahraga jarang menyebabkan kerusakan otot permanen. Nyeri yang muncul adalah bentuk adaptasi otot terhadap latihan yang dilakukan, biasa terjadi saat kamu memulai kebiasaan atau program olahraga baru dan menambah intensitas berolahraga. Saat nyeri muncul, otot membentuk jaringan baru yang meningkatkan massa dan bentuk otot menjadi lebih besar saat fase pemulihan.

Setiap orang bisa mengalami gejala DOMS yang berbeda-beda. Berikut gejala umum dari DOMS yang bisa diamati:

  • Pembengkakan di area tubuh yang terasa nyeri.

  • Otot terasa kaku dan sulit digerakkan.

  • Anggota gerak yang mengalami DOMS terasa sakit saat disentuh atau digerakkan.

Rasa nyeri dan pegal bisa hilang dengan sendirinya. Namun, waspada jika nyeri yang muncul membuat kamu sulit beraktivitas, rasa nyeri semakin parah, tungkai membengkak, berkurangnya pergerakan sendi yang bengkak, urine berwarna gelap, dan lebih jarang buang air kecil.

Bagaimana Cara Atasi Nyeri Setelah Berolahraga?

Nyeri setelah berolahraga bisa dicegah dengan pemanasan dan pendinginan, setidaknya 10 - 15 menit sebelum berolahraga. Pemanasan bertujuan untuk menyiapkan otot untuk berolahraga, sementara pendinginan bertujuan untuk mengurangi kelelahan otot setelah berolahraga. Jika kamu baru mulai berolahraga, lakukan secara perlahan dengan intensitas yang bertahap. Hindari berolahraga dengan intensitas berat secara langsung karena bisa membuat otot syok dan trauma, sehingga meningkatkan risiko DOMS. Jika sudah terbiasa dengan intensitas yang dilakukan, kamu bisa menambah intensitas secara bertahap.

Jika kamu sudah melakukan cara pencegahan di atas namun tetap merasakan nyeri setelah berolahraga, berikut hal yang bisa dilakukan:

1. Segera Beristirahat

Istirahatkan badan dari segala aktivitas fisik. Jika dipaksakan, rasa nyeri bisa meningkatkan risiko cedera parah yang membutuhkan penanganan yang lebih kompleks.

2. Kompres Anggota Gerak yang Nyeri

Kompres anggota gerak yang terasa nyeri dengan es batu yang dibalut kain atau plastik, setidaknya beberapa jam setelah nyeri mulai terasa. Tindakan ini bertujuan meredakan nyeri dan kaku, serta mengurangi pembengkakan. Setelah itu, ganti kompres dengan air hangat untuk merilekskan otot-otot tubuh dan menghilangkan nyeri.

3. Konsumsi Obat-Obatan

Konsumsi obat antiinflamasi (seperti ibuprofen dan aspirin) bisa membantu proses pemulihan otot dan meredakan nyeri. Kamu juga bisa menggunakan obat topikal, seperti balsam untuk memberikan efek relaksasi nyeri, sensasi dingin dan melancarkan aliran darah untuk mempercepat penyembuhan nyeri. Kamu hanya perlu mengoleskan balsam ke anggota gerak yang terasa nyeri dan beristirahat.

Itulah cara mengatasi nyeri setelah berolahraga yang bisa dicoba. Kalau kamu merasakan nyeri setelah berolahraga dan tak kunjung mereda, segera berbicara dengan dokter Halodoc untuk mendapat rekomendasi cara penanganan yang tepat. Kamu bisa menggunakan fitur Contact Doctor yang ada di aplikasi Halodoc untuk bertanya pada dokter via Chat, dan Voice/Video Call. Yuk, download aplikasi Halodoc di App Store atau Google Play sekarang juga!

Baca Juga: