25 October 2017

Tips Menghadapi Anak yang Sedang Ngambek

Tips Menghadapi Anak yang Sedang Ngambek

Halodoc, Jakarta – Perilaku anak balita yang bisa ngambek, menangis, menjerit-jerit, bahkan memukul ketika keinginannya tidak dikabulkan, sering membuat orangtua kewalahan dan bingung menghadapinya. Perilaku agresif si kecil tersebut dikenal juga dengan sebutan tantrum, dan wajar terjadi karena anak sedang berada dalam tahap proses mengenal dan belajar menghadapi kekecewaan. Jadi penting bagi orangtua untuk mengetahui bagaimana cara mengatasinya.  

Penyebab Anak Tantrum
Anak balita, terutama yang berusia 0-3 tahun akan mulai mengenal rasa kecewa ketika keinginan atau permintaannya tidak dikabulkan. Perasaan marah, sedih, dan kecewa sebenarnya adalah hal yang wajar dirasakan si kecil. Namun, seringkali tanpa disadari, orangtua justru menyumbat emosi anak dengan cara menghibur, mengalihkan perhatian, atau memarahi supaya anak berhenti menangis. Hal tersebut membuat emosi anak jadi tidak tersalurkan dengan lepas, sehingga terbentuk tumpukan emosi. Tumpukan emosi inilah yang sewaktu-waktu dapat meledak tak terkendali dan menyebabkan temper tantrum, yakni luapan emosi yang dikeluarkan secara agresif dan tidak terkendali, seperti menangis, menjerit, memukul, berbaring di lantai, dan lain-lain.

Cara Mencegah Anak Tantrum
Mengetahui bahwa menangis adalah reaksi wajar yang dikeluarkan anak ketika merasa kecewa, maka orangtua sebaiknya memberikan waktu kepada anak untuk meluapkan emosinya hingga tuntas. Ketika anak menangis, orangtua sebaiknya hanya sebatas mendampingi dan memeluk tanpa berusaha menghentikan emosi tersebut. Orangtua juga bisa mengarahkan ekspresi emosi yang masih boleh dilakukan, seperti menangis dan berguling-gulingan di atas ranjang.

Cara Menghadapi Anak Tantrum
Jika anak sudah terlanjur tantrum dan perilakunya sangat agresif sehingga berpotensi membahayakan atau merusak, maka orangtua harus segera mencegah dan mengatasinya. Sebaiknya masalah tantrum segera diselesaikan sebelum anak menginjak usia tiga tahun. Karena semakin besar anak, tenaganya akan semakin kuat sehingga semakin sulit untuk dikendalikan. Selain itu, luapan emosinya pun akan mengarah ke perilaku yang lebih parah, seperti membanting barang, memukul orang lain, menutup diri dan sebagainya.

Jadi bagaimana cara yang tepat menghadapi anak yang sedang tantrum? Berikut adalah beberapa cara yang bisa dilakukan orangtua untuk menenangkan tantrum anak.

1.  Kendalikan Perilaku Agresif Anak Saat Tantrum
Ketika anak sedang tantrum dan berperilaku agresif, seperti berteriak, memukul, membuang barang, dan lain-lain, pegang tangan dan kaki anak erat-erat sehingga dia tidak dapat memukul atau menendang dan melakukan hal berbahaya lainnya. Jangan ajak anak berbicara ataupun menyuruhnya berhenti, tapi tunggu hingga anak selesai mengeluarkan luapan emosinya.

2.  Jangan Ikut Terpancing Emosi
Sebagai orangtua, usahakan agar kamu tetap tenang dan tidak ikut terbawa emosi ketika menghadapi anak yang sedang mengamuk dan marah-marah. Jangan berteriak atau memukul anak, karena akan menyebabkan tantrum anak semakin parah. Jika emosi orang tua  sudah mulai terpancing melihat tingkah anak yang semakin menjadi-jadi, kamu bisa mengambil napas dalam-dalam untuk mengontrol emosi dan membuat diri tetap tenang.

3.  Berbicara Kepada Anak
Setelah membiarkan anak selama 15-20 menit meluapkan emosinya, maka kebanyakan anak akan merasa lelah dan berangsur tenang. Saat itulah, orangtua dapat mengajak anaknya berbicara. Jelaskan mengapa orang tidak bisa memenuhi permintaannya. Tunjukkan kepada anak bahwa ia sangat dicintai, tapi tidak perilakunya. Beri tahu anak bahwa membuang-buang barang, memukul dan menendang adalah perbuatan yang tidak baik. Dan ajarkan anak bagaimana sebaiknya ia boleh berperilaku ketika ia marah lain kali.   

Di dalam masa tumbuh kembang anak, orangtua akan menghadapi berbagai persoalan terkait dengan tingkah laku anak. Jadi tak ada salahnya untuk membicarakan masalah tumbuh kembang anak langsung ke dokter.

Jika orang tua kesulitan menemukan waktu yang tepat untuk ke rumah sakit, orang tua bisa menggunakan aplikasi Halodoc. Orang tua bisa memilih dokter spesialis yang dibutuhkan untuk mendapatkan rekomendasi ke rumah sakit. Hubungi dokter Halodoc melalui Video/Voice Call dan Chat. Selain itu, orang tua juga bisa membeli produk kesehatan dan vitamin untuk anak di Halodoc dan pesanan akan diantar dalam satu jam. Tunggu apa lagi? Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.