15 May 2018

Tips Olahraga Selama Puasa

Tips Olahraga Selama Puasa

Halodoc, Jakarta – Menurut ahli kebugaran Ori Hofmekler, olahraga selama puasa justru dapat meningkatkan hasil investasi latihan kamu. Pasalnya olahraga selama puasa mendorong tubuh untuk melakukan pembakaran lemak yang selama ini tersimpan di beberapa area di tubuhmu.

Selain itu, olahraga selama puasa juga membuat kerja otot lebih maksimal dan terbangun ketahanannya. Olahraga selama puasa terbukti tidak hanya menurunkan berat badan, melainkan juga menurukan kadar lemak dalam tubuh.

Setelah tahu manfaat olahraga selama puasa, apakah kamu masih mau mangkir dari jadwal latihan selama bulan puasa ini? Yang tak kalah penting untuk diketahui adalah jenis olahraga dan durasi latihan yang direkomendasikan selama puasa. (Baca juga: 4 Tips Berolahraga di Bulan Ramadan)

Kapan Olahraga yang Tepat?

Sebenarnya waktu yang pas untuk olahraga selama puasa tergantung dari kebiasaan dan kenyamanan kamu saja. Untuk beberapa orang, olahraga menjelang sahur adalah waktu yang ideal karena di masa itu kamu sedang segar-segarnya dan setelah latihan bisa mengisi perut dengan makanan saat sahur. Efeknya tubuh terasa lebih fit, nafsu makan juga lebih baik ketimbang tidak olahraga sama sekali.

Pilihan waktu olahraga yang baik lainnya adalah menjelang buka puasa. Menunggu waktu berbuka puasa dengan berolahraga sama efektifnya dengan olahraga menjelang sahur. Di kala itu perut masih belum terisi dan pembakaran yang maksimal adalah saat perut masih dalam keadaan kosong.

Bagaimana dengan Durasinya?

Tidak ada durasi yang tepat untuk olahraga selama puasa. Semuanya tergantung pada ketahanan tubuh masing-masing. Kalau kamu memang sudah sering berolahraga, kamu bisa menyesuaikan durasi olahragamu seperti biasa dengan tak melupakan kondisi fisik. (Baca juga: Awas Kebiasaan Ini Bisa Memperlambat Metabolisme Tubuh)

Misalnya, biasanya kamu tahan olahraga sampai 60 menit, cobalah untuk menakar kesanggupan badanmu. Bila setelah 40 menit badan terasa biasa saja dan masih sanggup untuk melakukan latihan, lanjutkan sampai sebelum kelelahan.

Penting buat orang-orang yang menjalankan olahraga selama puasa membaca sinyal tubuh. Sebagai sebuah kesatuan sistem, tubuh bisa mengirimkan sinyal sebagai tanda agar kamu lebih sadar terhadap kondisi tubuh.

Sama halnya ketika menguap yang menandakan tubuh lelah dan butuh istirahat. Demikian juga saat kamu merasa sudah tidak mampu lagi olahraga selama puasa, tubuh juga akan mengirimkan beberapa sinyal. Beberapa sinyal yang semestinya bisa kamu deteksi adalah badan mulai lemas, mata berkunang-kunang, keringat dingin dan sulit bernapas.

Namun untuk menghentikan aktivitas olahraga, jangan tunggu sampai seluruh sinyal ini muncul dengan intens. Saat berbuka, disarankan berhenti makan sebelum kekenyangan. Begitu pula saat berolahraga. Berhentilah sebelum kelelahan.(Baca juga: 6 Olahraga Terbaik Jelang Berbuka Puasa)

Jenis Olahraga yang Tepat?

Memilih olahraga yang tepat selama puasa lagi-lagi tergantung ketahanan fisik dan kebiasaan rutinmu mengolah badan. Untuk beberapa orang yang sudah terbiasa dengan latihan berat, tak perlu ada perubahan drastis jenis latihan saat puasa. Namun ada baiknya di masa awal puasa, kamu tidak terlalu memaksakan diri untuk latihan sebagaimana biasa dilakukan saat tidak puasa.

Beberapa jenis olahraga yang bisa menjadi pilihanmu adalah lari, yoga, futsal, angkat beban, dan aerobik. Sekadar jalan pagi atau sore hari juga bisa menjadi pilihan olahraga selama puasa yang ringan ketimbang tidak melakukan olahraga sama sekali. Sebenarnya, kamu juga bisa melakukan olahraga sesaat setelah berbuka puasa. Namun kamu tak boleh mengisi penuh perutmu jika ingin berolahraga sesaat setelah berbuka. Berbukalah dengan makanan yang manis dulu, seperti jus buah dan kurma. Kemudian olahraga, beristirahat sejenak, baru makan besar.

Hal lain yang tak kalah penting untuk diingat saat berolahraga selama puasa adalah menjaga kesehatan dan asupan makan, terutama cairan tubuh. Kalau kamu ingin tahu lebih lanjut mengenai tips olahraga selama puasa kamu bisa tanyakan langsung ke Halodoc. Dokter-dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.