26 April 2018

Tips Wall Climbing Buat Pemula

Tips Wall Climbing Buat Pemula

Halodoc, Jakarta – Kalau kamu sudah mulai bosan dengan olahraga yang itu itu saja, coba deh jenis olahraga yang lebih seru dan menantang seperti wall climbing. Berbeda dengan mendaki gunung, wall climbing adalah olahraga panjat tebing yang medianya sudah dimodifikasi dari tebing gunung (rock climbing) menjadi papan buatan atau tembok yang tidak kalah menantang. Enggak hanya didominasi oleh kaum pria, olahraga ini juga banyak diminati oleh para wanita, lho. Kalau kamu tertarik mencobanya, baca dulu tips wall climbing buat pemula ini.

Wall climbing termasuk jenis olahraga ekstrem yang dilakukan dengan cara memanjat dinding buatan yang sudah dilengkapi dengan bebatuan buatan sebagai pijakan untuk kaki dan tangan. Konsep dinding buatan ini diciptakan pertama kali di Inggris pada 1946 oleh Don Robinson, seorang dosen di bidang Fisika. Dibandingkan panjat tebing, wall climbing dianggap jauh lebih aman karena memiliki lingkungan yang lebih nyaman, berbeda jauh dengan panjat tebing yang harus mempertimbangkan kondisi cuaca dan alam sekitar. Berikut manfaat yang bisa kamu dapatkan dari berlatih wall climbing:

  • Melatih Keberanian

Ketika melakukan wall climbing, kamu harus menghadapi medan yang sangat tinggi yang bisa memacu adrenalin. Awalnya memang terasa menakutkan, tapi dengan berlatih wall climbing secara rutin, lama kelamaan keberanianmu akan bertambah.

  • Melatih Sikap Tangguh

Dinding wall climbing semakin tinggi, semakin sulit untuk dicapai. Jadi, secara tidak sadar, olahraga ini juga melatih kesiapan kamu dalam menghadapi segala rintangan yang ada dan membuat kamu menjadi pribadi yang semakin tangguh.

  • Melatih Koordinasi Alat Gerak Tubuh

Saat memanjat, kamu akan menggunakan hampir seluruh alat gerak tubuh untuk menuju ke atas. Kamu juga harus menempatkan tangan dan kaki di pijakan yang tepat agar bisa naik tanpa terjatuh.

Nah, buat kamu yang baru pertama kali melakukan wall climbing, berikut tips yang perlu kamu ikuti biar tetap aman:

  • Latih Kekuatan Fisik

Sama halnya dengan jenis olahraga ekstrem lainnya, wall climbing juga butuh kesiapan fisik yang mantap. Jangan berpikir memanjat hanya membutuhkan kekuatan lengan saja. Namun seperti yang sudah disebutkan di atas, hampir semua otot tubuh berperan besar untuk mencapai puncak wall climbing. Jadi, sebelum mencoba olahraga ini, berikut beberapa latihan fisik yang perlu kamu lakukan:

  • Mulailah dengan berlari secara rutin untuk melatih pernapasan.
  • Setelah itu, lakukan latihan beban yang sederhana seperti push up dan sit up untuk membentuk ketahanan dan kekuatan otot.
  • Kemudian lanjutkan dengan latihan fisik menggunakan alat seperti dumbbell.
  • Tingkatkan Kelenturan Tubuh

Selain kekuatan fisik, kelenturan tubuh juga dibutuhkan dalam olahraga wall climbing agar kamu bisa melewati rintangan yang ada dengan mudah dan cepat. Untuk meningkatkan kelenturan tubuh, selalu biasakan untuk melakukan pemanasan sebelum mulai memanjat. Lebih baik lagi bila kamu melakukan olahraga kardio secara rutin.

  • Persiapkan Mental

Salah satu faktor yang menentukan keberhasilan dalam wall climbing adalah mental yang kuat dan tidak mudah menyerah. Mental yang suka mengeluh capek, lelah, dan tidak bisa juga harus disingkirkan. Kamu harus yakinkan diri kamu sendiri bahwa kamu pasti bisa mencapai puncak. Kalau terjatuh dan gagal pun jangan menyerah dan terus coba lagi.

  • Utamakan Keselamatan

Saat ingin melakukan olahraga ekstrem, kamu tetap harus mengutamakan keamanan dan keselamatan. Jadi, sebelum mulai memanjat, periksa sekali lagi perlengkapan keamanan yang kamu gunakan. Berikut beberapa peralatan primer wall climbing yang wajib kamu ketahui:

  • Tali. Jenis tali yang digunakan biasanya tali statis yang memiliki tingkat kelenturan 0-6 persen. Selain itu, kamu juga wajib mengenakan tali carmantel yang tingkat kelenturannya hingga 30 persen sebagai alat pengaman utama.
  • Harness. Alat satu ini berguna sebagai pengaman untuk pemanjat maupun belayer. Ada dua tipe harness yaitu Seat Harness dan Full Body Harness. Ikatkan harnes pada tali atau anchor.
  • Karabiner. Alat ini seperti pengait yang digunakan untuk menghubungkan titik pengaman dengan tali. Karabiner terbuat dari bahan aluminium alloy yang sangat kuat tapi ringan.
  • Sepatu. Kamu dianjurkan untuk mengenakan sepatu olahraga yang memiliki sol dengan kelenturan tinggi, agar memudahkanmu untuk melompat dari satu pointer ke pointer lainnya.
  • Helm. Perlengkapan yang satu ini wajib kamu gunakan untuk melindungi kepala dari benturan.

Nah, itulah tips wall climbing untuk pemula (Baca juga: Tips Kesehatan Sebelum Coba Naik Gunung). Kalau hal-hal yang tidak diinginkan terjadi saat sedang wall climbing, seperti cedera atau luka, kamu bisa beli produk kesehatan yang kamu butuhkan lewat aplikasi Halodoc, lho. Caranya sangat mudah, tinggal order dan pesananmu akan diantar dalam waktu satu jam. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.