• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Tongue Swallowing, Cedera yang Bisa Mengancam Nyawa Atlet Sepak Bola
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Tongue Swallowing, Cedera yang Bisa Mengancam Nyawa Atlet Sepak Bola

Tongue Swallowing, Cedera yang Bisa Mengancam Nyawa Atlet Sepak Bola

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 22 November 2022

"Tongue swallowing rentan dialami pesepak bola akibat benturan keras. Kondisi ini bisa mengancam nyawa jika pemain tidak segera mendapatkan pertolongan pertama."

Tongue Swallowing, Cedera yang Bisa Mengancam Nyawa Atlet Sepak BolaTongue Swallowing, Cedera yang Bisa Mengancam Nyawa Atlet Sepak Bola

Halodoc, Jakarta – Tongue swallowing atau lidah tertelan bukan lidah yang tertelan melalui tenggorokan. Indra pengecap mempunyai jaringan panjang bernama frenulum lingual yang menghubungkan pangkal lidah ke bagian bawah mulut dan rahang bawah. Jaringan ini terikat kuat sehingga mustahil seseorang bisa menelan lidahnya. 

Tongue swallowing didefinisikan sebagai bergesernya lidah bagian belakang sehingga menutup saluran napas yang terletak tepat di bawah lidah. Kondisi ini umumnya terjadi saat seseorang mengalami cedera. Nah, atlet sepak bola termasuk golongan yang rentan mengalaminya. 

Retan Dialami Pesepak Bola

Salah satu pemicu utama tongue swallowing adalah benturan. Nah, benturan ini bisa menyebabkan lidah tergigit maupun tertelan. Pemain sepak bola rentan terjatuh, terbentur maupun bertabrakan dengan pemain lainnya. Kondisi tersebut meningkatkan terjadinya tongue swallowing.

Pemain Martin Berkovec adalah salah satu contoh kasus pemain sepak bola yang mengalami tongue swallowing. Wajahnya menerima pukulan dari bola yang ditendang pemain lain. Berkovec mengalami cedera mulut dan mengalami tongue swallowing hingga pingsan akibat kesulitan bernapas.

Beruntung dirinya segera mendapatkan pertolongan pertama dari rekan satu timnya, Francis Kone. Oleh pemain yang disebutkan barusan berusaha membuka rahang dan membetulkan lidah Berkovec agar bisa bernapas.

Kasus lain menimpa Fernando Torres. Mantan pemain Timnas Spanyol di Piala Dunia 2010 ini tidak sadarkan diri  usai bagian belakang kepalanya tertabrak Alex Bergantinos. Torres terjatuh dengan kepala menghantam tanah terlebih dahulu.

Akibat benturan keras tersebut, Torres mengalami tongue swallowing. Para rekan setimnya langsung bergerak cepat, ada yang memegang rahang dan membuka mulutnya agar Torres bisa bernapas. Gabi, rekan sejawatnya, mencoba membenahi letak lidah seperti yang dilakukan Kone pada Berkovec. 

Jadi, tongue swallowing adalah kondisi yang cukup umum menimpa para pemain sepak bola. Walaupun kelihatannya sepele, tongue swallowing berpotensi mengancam nyawa. Pasalnya, hulu kerongkongan yang tertutup membuat seseorang tidak bisa bernapas. Baik bernapas melalui mulut ataupun hidung akan melalui hulu kerongkongan ini. 

Pertolongan Pertama Tongue Swallowing

Lidah yang bergeser sampai menutup jalan napas dapat diatasi dengan chin lift maneuver atau jaw maneuver thrust. Untuk melakukan chin lift, posisikan telapak tangan pada dahi sambil mendorong ke belakang. Pada waktu bersamaan, angkat dagu dengan ujung jari tangan yang lain. Ibu jari dan telunjuk harus bebas supaya bisa menutup hidung. Jika perlu berikan jalan nafas.

Sedangkan jaw maneuver thrust adalah metode untuk membuka jalan napas yang kehilangan kesadaran dan dicurigai mengalami trauma di bagian kepala, leher, atau tulang belakang.

Untuk melakukannya, letakkan tangan pada tulang pipi. Posisikan ibu jari dekat dengan sudut mulut menuju dagu, tanpa menggerakan kepala atau leher pasien. Lalu, angkat rahang ke atas untuk membuka jalur pernapasan yang tertutup.

Tindakan tersebut hanya bisa dilakukan oleh seseorang yang melakukannya atau sudah mendapatkan pelatihan. Hindari memindahkan pasien terlebih dahulu sampai tim medis yang mempunyai keterampilan evakuasi datang dan membawa tandu.

Penyebabnya Bukan Cuma Cedera

Studi tahun 2017 meneliti 106 pengidap epilepsi dengan mengisi kuesioner tentang riwayat cedera saat kejang kambuh. Hasilnya, sebanyak 52,45 persen pengidap mengalami cedera mulut selama serangan epilepsi. Paling sering adalah masalah pada lidah, luka pada bibir, dan pipi.

Sisanya menjawab gigi retak dan patah gigi. Kesimpulannya, masalah yang sering menyerang lidah adalah menggigit lidah atau menelan lidah.

Selain kesehatan fisik, kesehatan mental juga tak kalah penting untuk diperhatikan. Bila kamu mengalami masalah yang berhubungan dengan mental, jangan ragu untuk menemui psikolog. Segera buat janji medis dengan psikolog di aplikasi Halodoc. Jangan tunda sebelum kondisinya semakin memburuk, download Halodoc sekarang juga!

Banner download aplikasi Halodoc
Referensi:
VOI. Diakses pada 2022. 5 Insiden Lidah Tertelan dalam Sepak Bola dan Tindakan Sigap Simon Kjaer terhadap Christian Eriksen.
Medical Dictionary. Diakses pada 2022. Tongue-swallowing.
First Aid Training. Diakses pada 2022. Myths of football first aid – can you swallow your tongue?
Kids Health. Diakses pada 2022. Your Tongue.
National Library of Medicine. Diakses pada 2022. The prevalence of orodental trauma during epileptic seizures in terms of dental treatment – Survey study.