• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Toxic Parenting Pengaruhi Kesehatan Mental Anak?

Toxic Parenting Pengaruhi Kesehatan Mental Anak?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta – Setiap orangtua tentunya menginginkan hal terbaik bagi anak-anaknya. Namun, ketika memaksakan keinginan dan menganggap bahwa orangtua selalu benar, jangan-jangan ibu menjalani pola asuh salah yang dikenal dengan toxic parenting. Pola asuh ini merupakan kondisi di mana orangtua kerap mengatur dan menentukan apa yang akan menjadi pilihan anak. Tidak hanya itu, dalam setiap keputusan yang dilakukan terkadang orangtua tidak memerhatikan perasaan maupun pendapat anak.

Baca juga: Anak Sering Membangkang, Dampak dari Pola Asuh yang Salah

Bukan hanya memengaruhi hubungan orangtua dan anak, toxic parenting yang tidak segera diatasi dengan baik ternyata dapat memengaruhi kondisi kesehatan mental anak. Pola asuh ini dapat meningkatkan risiko stres, depresi, penurunan rasa percaya diri, hingga membuat anak menjadi takut dengan orangtua. Untuk itu, tidak ada salahnya kenali tanda-tanda dari pola asuh toxic parenting agar ibu dan pasangan dapat menghindari pola asuh ini, sehingga tumbuh kembang anak menjadi lebih optimal.

Apa Itu Toxic Parenting?

Apakah ibu kerap menganggap anak belum mampu mengambil keputusan dan selalu meragukan kemampuan anak? Sebaiknya perhatikan lagi pola asuh yang ibu jalani jika kondisi tersebut ibu alami dalam mendidik anak. Jangan sampai ibu salah dalam menerapkan pola asuh, salah satunya dengan menjadi toxic parents bagi anak.

Toxic parents merupakan salah satu jenis pola asuh di mana orangtua selalu menginginkan keinginan dan kemauannya dituruti oleh anak tanpa memikirkan perasaan serta kurang menghargai hak berpendapat pada anak. Bahkan, tidak jarang toxic parents melakukan kekerasan verbal pada anak dengan mengucapkan kata-kata yang seharusnya tidak diterima oleh anak.

Melansir Healthline, pola asuh toxic parenting yang dilakukan secara konsisten dapat memengaruhi tumbuh kembang anak, sehingga anak rentan membentuk pola perilaku yang negatif dalam hidupnya.

Baca juga: Sering Salah Kaprah, Ini Bedanya Pola Asuh Anak Otoriter dan Autoritatif

Inilah Tanda Pola Asuh Toxic Parenting

Berikut adalah beberapa tanda yang menjadi ciri khas dari pola asuh toxic parenting, seperti:

1.Egois dan Memikirkan Perasaan Orangtua Saja

Tentunya yang dilakukan orangtua untuk anak merupakan hal yang terbaik. Namun, perhatikan lagi hasil yang dirasakan dari setiap keputusan yang diambil orangtua untuk anaknya. Apakah anak bahagia dan puas dengan hasil keputusan orangtua? Dengan bersikap egois, orangtua tidak dapat memenuhi kebutuhan emosional dan tidak peduli dengan apa yang dibutuhkan oleh anak.

2.Sering Lakukan Pelecehan Fisik dan Verbal

Tanda lain dari toxic parenting adalah sering melakukan pelecehan, baik fisik maupun verbal. Pelecehan tersebut dapat berupa teriakan, pukulan, maupun ancaman. Tidak hanya itu, pelecehan verbal juga dapat dilakukan toxic parents dengan menggunakan panggilan yang tidak pantas, mengalihkan kesalahan pada anak, atau mengambil suatu tindakan secara diam-diam.

3.Mengontrol dengan Sangat Ketat

Apakah segala tindakan anak berada dibawah keputusan orangtua? Terlalu mengontrol kegiatan anak menjadi salah satu tanda kamu melakukan pola asuh toxic parenting. Sebaiknya berikan anak kepercayaan dan hargai setiap keputusan yang diambil.

Itulah beberapa tanda yang menjadi ciri pola asuh toxic parenting yang sebaiknya dihindari. Pastikan kamu menjalani pola asuh yang tepat pada anak agar tumbuh kembang anak dapat berjalan dengan baik.

Toxic Parenting dan Kesehatan Mental Anak

Tentunya pola asuh toxic parenting akan banyak memengaruhi kondisi anak, seperti hubungan orangtua dan anak yang menjadi kurang baik. Biasanya, anak-anak dengan toxic parents akan melakukan pembatasan antara diri sendiri dan orangtua. Selain itu, komunikasi anak dan orangtua tidak akan berjalan dengan baik.

Tidak hanya itu, pola asuh toxic parenting juga dapat memengaruhi kondisi kesehatan mental anak. Berikut ini pengaruh toxic parenting pada kesehatan mental anak:

1.Gangguan Kecemasan

Melansir Bustle, anak-anak yang mengalami toxic parenting dalam jangka waktu yang cukup lama rentan mengalami gangguan kecemasan saat ia bertumbuh menjadi dewasa. 

2.Stres

Toxic parenting menyebabkan komunikasi yang kurang baik antara anak dan orangtua. Kondisi ini membuat anak kurang nyaman untuk mengutarakan perasaan atau tidak mendapatkan perhatian yang optimal. Hal ini dapat menyebabkan anak mengalami kondisi stres yang berisiko tingkatkan depresi pada anak.

3.Percaya Diri yang Rendah

Toxic parents juga dapat menyebabkan anak memiliki rasa percaya diri yang rendah. Hal ini disebabkan orangtua yang selalu mengontrol keputusan untuk anaknya. 

Baca juga: Ayo Ketahui Tipe Parenting yang Tepat

Itulah beberapa dampak yang dapat dialami oleh anak dengan toxic parents. Tidak ada salahnya orangtua kembali melihat pola asuh yang dijalani agar hubungan emosional orangtua dan anak dapat terjalin dengan optimal. Tidak ada salahnya gunakan aplikasi Halodoc dan bertanya langsung dengan psikolog mengenai pola asuh yang tepat untuk dijalankan yang sesuai dengan usia dan karakter anak.

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2020. Understanding and Dealing with Toxic Parents and Co Parents.
Psychology Today. Diakses pada 2020. 4 Signs You Are the Child of a Toxic Parent.
Bustle. Diakses pada 2020. 5 Ways Toxic Parents Affect Your Health.
Psychology Today. Diakses pada 2020. 12 Clues a Relationship with a Parent is Toxic.