03 November 2017

Trik Agar Bayi Cepat Belajar Bicara

Trik Agar Bayi Cepat Belajar Bicara

Halodoc, Jakarta – Seiring dengan bertambahnya usia anak, salah satu kemampuan yang akan mulai terlihat perkembangannya adalah kemampuan berbicara. Sebagian anak sudah pandai menyebutkan kata-kata tertentu dengan jelas. Biasanya anak perempuan lah yang lebih cepat  belajar berbicara. Namun, ada juga anak yang kemampuan bicaranya sedikit terlambat dari yang seharusnya. Ibu tidak perlu khawatir menghadapi anak yang terlambat bicara, tapi lakukanlah cara-cara berikut untuk menstimulasi kemampuan wicaranya.

Perkembangan bahasa pada setiap anak memang berbeda-beda. Seorang bayi sudah bisa bilang kata “mama” di usianya yang baru delapan bulan. Tapi bayi lain mungkin baru bisa mengucapkan “mama” ketika  menginjak usia 15 bulan.  Meski demikian, normalnya seorang bayi yang berusia 12-18 bulan harus sudah mampu mengucapkan tiga sampai enam kata dengan arti, seperti mama, papa, susu, bobo dan lain-lain. Waspadai bila pada usia 16 bulan, masih belum ada kata berarti yang bisa diucapkan si kecil. Ibu bisa mencoba langkah-langkah berikut untuk menstimulasi kemampuan berbicaranya:

  • Metode Bernyanyi. Bernyanyi bisa menjadi cara agar bayi dapat mengenal banyak kosa kata. Sambil bernyanyi, ibu bisa sambil memeragakan kata-kata dalam lagu tersebut untuk membantu si kecil memahaminya. Jadi ibu, sering-seringlah bernyanyi untuk si kecil ya. Misalnya, ibu bisa bernyanyi lagu tentang hujan ketika sedang turun hujan.
     
  • Membacakan Buku Cerita. Pilihlah buku cerita bergambar agar sambil bercerita, ibu dapat menunjuk gambar sambil menyebutkan nama benda yang ditunjuk. Ibu juga sebaiknya membaca dengan intonasi nada yang bervariasi agar si kecil tertarik mendengarkan ibu dan mengingat kata-kata yang ibu tekankan.
     
  • Sering-sering Mengajak Bayi Berbicara. Tingkatkan interaksi ibu dengan si kecil dengan sering-sering mengajaknya berbicara. Ibu dapat membicarakan hal apa saja, mulai dari hal-hal yang sedang terjadi, apa yang sedang ibu lakukan, dan menyebutkan benda-benda yang ditemui. Walaupun bayi belum dapat mengerti apa yang ibu bicarakan, tapi lambat laun, bayi akan mengenal kata-kata yang sering ibu ucapkan.
     
  • Berikan Contoh Berbicara yang Benar. Biasanya bayi yang belum lancar menyebutkan suatu kata, akan menyebutkan kata tersebut dengan tidak lengkap atau mengubah konsonan kata tersebut. Misalnya, “pisang” menjadi “icang”, “susu” menjadi “cucu”, dan sebagainya. Nah, kebanyakan orangtua menganggap hal tersebut lucu, dan malah ikut-ikutan menyebutkan kata-kata tersebut dengan cara yang salah.  Padahal hal tersebut dapat memengaruhi kemampuan berbicara si kecil lho. Jadi, tetaplah menyebutkan kata-kata dengan benar kepada si kecil ya bu.
     
  • Usahakan Ibu Mendapatkan Perhatian Si Kecil. Ketika sedang berbicara dengan si kecil, perhatikan apakah matanya sedang melihat ke arah ibu, atau ke arah lain. Jika perhatian anak tertuju kepada hal lain, ajak ia bicara mengenai hal atau benda yang sedang diperhatikannya itu.  
     
  • Memberi Makanan Pendamping ASI. Memberi makanan padat sebagai makanan pendamping ASI juga dapat membantu melatih otot-otot bicara si kecil.


Jika si kecil masih juga belum bisa berbicara saat dirinya menginjak usia dua tahun, atau tidak memberikan respon yang semestinya ketika ibu mengajaknya berbicara, segera tanyakan kepada dokter. Ibu dapat menghubungi dokter melalui aplikasi Halodoc untuk membicarakan kondisi si kecil. Dokter di Halodoc siap membantu ibu melalui Video/Voice Call dan Chat kapan saja.  Selain itu, ibu bisa membeli produk kesehatan dan vitamin yang diperlukan di Halodoc. Tinggal order dan pesanan akan diantar dalam satu jam. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.