• Home
  • /
  • Awas, Ini yang Terjadi Ketika Tubuh Terserang Pneumonia

Awas, Ini yang Terjadi Ketika Tubuh Terserang Pneumonia

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
    Awas, Ini yang Terjadi Ketika Tubuh Terserang Pneumonia

Halodoc, Jakarta - Mau tahu betapa seriusnya kasus pneumonia yang terjadi secara global? Menurut data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), pneumonia penyebab 15 persen dari semua kematian anak di bawah 5 tahun. Pada 2007 penyakit ini setidaknya menewaskan 800 ribu anak. Tuh, bikin khawatirkan? Dengan kata lain, sekitar 2.190 balita meninggal perharinya akibat terinfeksi pneumonia

Sayangnya, masih banyak orang yang menggap remeh penyakit ini. Padahal, dampak pneumonia diam-diam bisa membunuh pengidapnya. Penyebab dianggap remeh gegara kekeliruan. Penyakit ini sering dianggap biasa seperti influenza, sehingga bahaya dari pneumonia sering dipandang sebelah mata.

Para ahli lazim menyederhanakan penyakit ini sebagai infeksi saluran paru-paru. Biang keladinya adalah bakteri yang bisa beragam, tetapi yang paling sering ditemui di Indonesia adalah Streptococus pneumoniate.

Pertanyaannya, apa yang akan terjadi pada tubuh ketika terinfeksi penyakit ini?

Baca juga: Pengobatan Bakteri Pneumonia yang Bisa Dilakukan di Rumah

Alami Berbagai Keluhan

Berbicara pneumonia sama halnya membicarakan banyak hal. Ketika seseorang terinfeksi penyakit ini, maka dirinya akan mengalami beragam keluhan. Nah, berikut yang akan terjadi pada tubuh ketika terserang pneumonia, menurut ahli di National Institutes of Health - Medlineplus.

  • Mengalami demam tinggi.

  • Menggigil kedinginan.

  • Batuk dengan dahak yang tidak membaik atau semakin buruk.

  • Kembangkan sesak napas dengan aktivitas normal sehari-hari.

  • Nyeri dada saat bernapas atau batuk.

  • Tiba-tiba merasa lebih sakit setelah pilek atau flu.

Selain itu, ada gejala atau dampak pneumonia yang cukup jarang terjadi, tetapi tetap bisa muncul, contohnya:

  •  Sakit kepala.

  •  Lemas dan lelah.

  •  Mual dan muntah.

  •  Batuk disertai darah.

Berapa gejala di atas bisa terjadi pada orang yang mengidap pneumonia dan akan berlangsung sekitar 24–48 jam. Namun, hal ini juga bergantung dengan kondisi masing-masing individu.

Bagaimana pada Si Kecil?

Hal yang perlu di tegaskan, gejala pneumonia amat bervariasi. Hal ini dipengaruhi berdasarkan tingkat keparahannya. Enggak cuma itu, keragaman gejala pneumonia juga dipengaruhi oleh jenis bakteri pemicu infeksi, usia, dan kondisi kesehatan pengidap. Bagaimana dengan gejala pada Si Kecil?

Gejala pneumonia pada anak di bawah usia lima tahun, bisa membuatnya mengalami sesak napas yang cepat dan tidak teratur. Sedangkan pada bayi, mereka bisa saja mengalami muntah-muntah, lemah, tidak berenergi, dan sulit makan serta minum.

Selain itu, berikut ini gejala yang bisa muncul ketika pneumonia menyerang Si Kecil:

  1.  Batuk.

  2. Mengi atau napas berbunyi.

  3. Hidung tersumbat.

  4. Sulit beristirahat.

  5. Bagian perut terasa sakit.

  6. Bagian dada terasa nyeri.

  7. Mengigil.

  8. Nafsu makan menurun.

  9. Pucat dan lesu.

  10. Pada kasus yang parah, warna bibir dan kuku jari bisa berubah menjadi kebiruan atau abu-abu.

Nah, segeralah temui dokter bila Si Kecil mengalami gejala-gejala di atas. Kamu bisa langsung membuat janji dengan dokter ahli di rumah sakit pilihan kamu lewat aplikasi Halodoc.

Bukan Cuma Balita

Di Indonesia, penyakit pneumonia juga dikenal dengan istilah paru-paru basah. Infeksi yang memicu inflasi pada kantong-kantong udara itu, bisa terjadi di salah satu atau kedua paru-paru. Imbasnya, sekumpulan kantong-kantong udara kecil di ujung saluran pernapasan dalam paru-paru akan membengkak dan dipenuhi cairan.

Baca juga: Waspada Komplikasi yang Diakibatkan Pneumonia Aspirasi

Ingat, meski kebanyakan penyakit ini menyerang balita, tetapi semua orang bisa mengidap penyakit ini. Nah, berikut ini kategori yang rentan terhadap penyakit ini:

  • Lansia di atas 65 tahun.

  • Pasien di rumah sakit, terutama mereka yang menggunakan ventilator.

  • Pengidap penyakit kronis, seperti asma atau penyakit paru obstruktif kronis.

  • Perokok aktif dan pasif.

  • Mereka yang mengidap sistem imun yang rendah. Misalnya, pengidap penyakit autoimun atau orang yang sedang menjalankan kemoterapi.

Bisa karena Virus dan Jamur

Untuk kasus di negara kita, bakteri Streptococus pneumoniate merupakan penyebab pneumonia yang paling sering terjadi. Akan tetapi, sebenarnya penyebab pneumonia bukan cuma bakteri saja.

Nah, berikut ini beberapa penyebab lainnya:

  • Mikroplasma merupakan organisme, tetapi bukan termasuk virus atau bakteri. Ia memiiki ciri yang menyerupai keduanya.

  • Jamur, biasanya jamur akan menyerang orang dengan gangguan sistem imun.

  • Virus, seperti virus influenza. Pneumonia virus memiliki gejala yang lebih ringan ketimbang pneumonia bakteri.

Mau tahu lebih jauh mengenai masalah di atas? Atau memiliki keluhan kesehatan lainnya? Kamu bisa kok bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call kapan dan di mana saja, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!

Referensi:
US National Library of Medicine National Institutes of Health - Medlineplus. Diakses pada 2020. Pneumonia.
WHO. Diakses pada 2020. Pneumonia.
Kemenkes - Sehat Negeriku! Diakses pada 2020. Indonesia Tegaskan Komitmen Pencegahan Pneumonia di Forum Internasional.