Ad Placeholder Image

Tuli Sensorineural: Kenali Gejala, Penyebab, dan Solusi

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   28 April 2026

Tuli Sensorineural: Gejala, Penyebab, dan Cara Atasinya

Tuli Sensorineural: Kenali Gejala, Penyebab, dan SolusiTuli Sensorineural: Kenali Gejala, Penyebab, dan Solusi

Tuli sensorineural adalah jenis gangguan pendengaran yang terjadi akibat kerusakan pada telinga bagian dalam atau saraf pendengaran. Kondisi ini berbeda secara mendasar dari tuli konduktif, di mana masalahnya berada di telinga luar atau tengah. Kerusakan pada struktur vital seperti koklea, sel rambut, atau saraf yang menghubungkan telinga ke otak menjadikan tuli sensorineural seringkali bersifat permanen. Individu yang mengalami kondisi ini mungkin mendapati suara terdengar seperti bisikan atau terdistorsi, serta kesulitan memahami percakapan, terutama di lingkungan bising. Penting untuk diingat bahwa jika tuli sensorineural terjadi secara tiba-tiba, yang dikenal sebagai Tuli Sensorineural Mendadak (SSHL), penanganan medis segera sangat diperlukan.

Definisi Tuli Sensorineural

Tuli sensorineural adalah gangguan pendengaran yang berasal dari masalah pada telinga bagian dalam atau saraf pendengaran (saraf akustik). Telinga bagian dalam, khususnya koklea, berisi sel-sel rambut halus yang bertanggung jawab mengubah gelombang suara menjadi sinyal listrik yang kemudian dikirim ke otak melalui saraf pendengaran. Ketika sel-sel rambut ini atau saraf pendengaran rusak, proses transmisi suara terganggu. Hal ini menyebabkan seseorang sulit mendengar, atau suara yang didengar menjadi tidak jelas dan terdistorsi.

Kondisi ini berbeda dengan tuli konduktif, yang terjadi ketika ada masalah dengan penghantaran suara melalui telinga luar atau tengah, misalnya akibat penyumbatan kotoran telinga atau kerusakan tulang-tulang pendengaran. Tuli sensorineural seringkali lebih kompleks dan dapat memengaruhi frekuensi suara tertentu lebih parah daripada yang lain.

Gejala Tuli Sensorineural

Gejala tuli sensorineural bervariasi tergantung pada tingkat keparahan dan penyebabnya. Beberapa gejala umum meliputi:

  • Kesulitan mendengar suara yang bernada tinggi atau suara bisikan.
  • Suara terdengar tidak jelas, teredam, atau terdistorsi.
  • Kesulitan memahami percakapan, terutama di latar belakang yang bising.
  • Perlu menaikkan volume televisi atau radio lebih tinggi dari biasanya.
  • Tinnitus atau telinga berdenging.
  • Vertigo atau pusing, meskipun tidak selalu terjadi.

Jika tuli terjadi tiba-tiba pada satu atau kedua telinga, disertai dengan sensasi penuh pada telinga, atau pusing, kondisi ini harus segera dievaluasi oleh tenaga medis.

Penyebab Tuli Sensorineural

Berbagai faktor dapat menyebabkan tuli sensorineural, meliputi:

  • Penuaan (Presbikusis)

    Ini adalah penyebab paling umum, di mana kerusakan sel-sel rambut di koklea terjadi secara bertahap seiring bertambahnya usia.

  • Paparan Suara Keras

    Terpapar suara keras yang intens atau berkepanjangan dapat merusak sel-sel rambut sensitif di telinga bagian dalam. Pekerjaan bising atau sering mendengarkan musik dengan volume tinggi adalah contohnya.

  • Faktor Genetik

    Beberapa individu lahir dengan tuli sensorineural atau memiliki kecenderungan genetik untuk mengembangkannya di kemudian hari.

  • Infeksi

    Infeksi tertentu seperti meningitis, campak, gondongan, atau rubella dapat merusak telinga bagian dalam atau saraf pendengaran.

  • Obat Ototoksik

    Beberapa obat, seperti antibiotik aminoglikosida tertentu, kemoterapi, atau diuretik dosis tinggi, memiliki efek samping merusak telinga bagian dalam.

  • Cedera Kepala

    Trauma kepala dapat menyebabkan kerusakan langsung pada koklea atau saraf pendengaran.

  • Penyakit Meniere

    Kondisi ini memengaruhi telinga bagian dalam dan dapat menyebabkan gangguan pendengaran fluktuatif, vertigo, dan tinnitus.

  • Neuroma Akustik

    Tumor jinak pada saraf pendengaran dapat menekan saraf dan menyebabkan tuli sensorineural progresif.

Diagnosis Tuli Sensorineural

Diagnosis tuli sensorineural dilakukan melalui serangkaian pemeriksaan oleh dokter spesialis telinga, hidung, dan tenggorokan (THT). Pemeriksaan yang paling umum adalah audiometri, yang mengukur kemampuan mendengar berbagai frekuensi dan intensitas suara. Dokter juga dapat melakukan otoskopi untuk memeriksa telinga luar dan tengah, serta tes lain seperti timpanometri atau respons batang otak auditori (ABR) untuk menilai fungsi telinga bagian dalam dan saraf pendengaran.

Pengobatan Tuli Sensorineural

Pengobatan tuli sensorineural seringkali berfokus pada manajemen dan kompensasi kehilangan pendengaran, karena kerusakan pada telinga bagian dalam atau saraf pendengaran umumnya bersifat permanen dan tidak dapat diperbaiki. Beberapa pilihan penanganan meliputi:

  • Alat Bantu Dengar

    Untuk gangguan pendengaran ringan hingga berat, alat bantu dengar dapat memperkuat suara dan membantu individu mendengar lebih jelas.

  • Implan Koklea

    Bagi individu dengan tuli sensorineural berat hingga sangat berat yang tidak terbantu oleh alat bantu dengar, implan koklea dapat menjadi pilihan. Implan ini bekerja dengan melewati bagian koklea yang rusak dan secara langsung merangsang saraf pendengaran.

  • Terapi

    Terapi rehabilitasi pendengaran atau pelatihan membaca gerak bibir dapat membantu individu beradaptasi dengan kondisi pendengarannya.

  • Pengobatan untuk Penyebab Tertentu

    Jika tuli disebabkan oleh infeksi, pengobatan yang tepat untuk infeksi tersebut mungkin diperlukan. Untuk tuli sensorineural mendadak (SSHL), kortikosteroid dapat diresepkan untuk mengurangi peradangan dan berpotensi memulihkan sebagian pendengaran jika diberikan segera.

Pencegahan Tuli Sensorineural

Meskipun tidak semua jenis tuli sensorineural dapat dicegah, beberapa langkah dapat membantu mengurangi risiko:

  • Lindungi Telinga dari Suara Keras

    Gunakan pelindung telinga seperti penutup telinga atau penyumbat telinga di lingkungan bising, dan batasi waktu paparan terhadap suara volume tinggi.

  • Kelola Kondisi Kesehatan

    Mengelola kondisi kronis seperti diabetes atau penyakit jantung dapat membantu menjaga kesehatan vaskular yang penting untuk pendengaran.

  • Waspadai Obat Ototoksik

    Diskusikan dengan dokter mengenai potensi efek samping pada pendengaran jika sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu.

  • Vaksinasi

    Vaksinasi terhadap penyakit seperti campak dan gondongan dapat mencegah infeksi yang berpotensi merusak pendengaran.

Kapan Harus Segera Mencari Pertolongan Medis?

Tuli sensorineural mendadak (SSHL) adalah kondisi gawat darurat medis yang memerlukan perhatian segera. Jika seseorang mengalami kehilangan pendengaran yang terjadi tiba-tiba, biasanya pada satu telinga, dalam waktu 72 jam, sangat penting untuk segera menemui dokter. Penanganan SSHL dalam waktu singkat setelah onset dapat meningkatkan peluang pemulihan pendengaran. Jangan menunda untuk mencari bantuan medis jika ada gejala tuli sensorineural yang muncul tiba-tiba atau memburuk dengan cepat.

Memahami tuli sensorineural dan faktor-faktor yang memengaruhinya sangat penting untuk deteksi dini dan pengelolaan yang tepat. Jika ada kekhawatiran mengenai pendengaran atau mengalami gejala yang disebutkan, segera konsultasikan dengan profesional medis. Halodoc menyediakan akses ke dokter spesialis yang dapat memberikan diagnosis akurat dan rekomendasi penanganan yang sesuai.