• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Tunggu BPOM, Ini Penjelasan Penggunaan Darurat Vaksin Corona

Tunggu BPOM, Ini Penjelasan Penggunaan Darurat Vaksin Corona

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
undefined

Halodoc, Jakarta - Penggunaan vaksin corona di Indonesia hanya tinggal menunggu izin resmi dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Tak lama lagi, vaksin akan digunakan secara efektif kepada seluruh lapisan masyarakat, sehingga angka penularan dan positif kasus virus corona pun bisa ditekan, bahkan berkurang. 

Seperti diketahui, belum lama ini, vaksin Sinovac yang diproduksi oleh BioFarmasi asal Cina telah tiba di Indonesia. Sebanyak sekitar 1,2 juta dosis vaksin siap untuk digunakan pada masyarakat. Airlangga Hartarto selaku Menteri Koordinator Bidang Perekonomian mengharapkan pihak BPOM segera memberikan perizinan penggunaan darurat vaksin COVID-19. 

Airlangga mengharapkan, Emergency Use Authorization segera diterbitkan oleh BPOM. Pasalnya, hingga kini, penggunaan vaksin Sinovac masih menunggu data hasil uji coba klinis di Brasil dan Bandung yang kabarnya akan selesai tidak lama lagi. Tidak hanya 1,2 juta dosis vaksin, nantinya Indonesia akan menerima sebanyak 1,8 juta dosis vaksin berikutnya. Tepatnya pada awal tahun depan. 

Baca juga: Tunggu Vaksin Corona Siap, Ketahui 3 Syarat Vaksinasi Ini

Airlangga menambahkan, ini juga akan disertai dengan vaksin berupa bahan baku sebanyak 15 juta yang diproduksi oleh BioFarma. Menurutnya, kehadiran vaksin bisa menjadi titik terang dalam penanganan kasus COVID-19. Adanya vaksin sudah tentu diharapkan bisa menghentikan kasus positif penularan virus corona dan meningkatkan kembali kepercayaan masyarakat untuk kembali beraktivitas. 

Angka Kesembuhan yang Tinggi

Dampak paling signifikan sudah pasti adalah perekonomian negara yang kembali membaik karena terjadi perbaikan pula pada perekonomian masyarakat. Sang Menteri percaya bahwa Indonesia bisa bebas dari virus corona meski perlahan. Terbukti dengan angka kesembuhan penyakit COVID-19 yang telah mencapai 82,81 persen. 

Kabarnya, angka ini lebih baik jika dibandingkan dengan angka rata-rata kesembuhan di tingkat global. Pihaknya mengklaim bahwa penanganan yang dilakukan sudah tepat sasaran. Pun, penanganan yang dilakukan di berbagai sektor kesehatan, seperti pengujian, pelacakan, dan pengobatannya telah sangat baik. Terlebih dengan kesadaran masyarakat untuk selalu menerapkan protokol kesehatan, seperti memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan. 

Baca juga: Hasil Tes PCR pada Hidung Kanan dan Kiri Berbeda, Kok Bisa?

Lakukan Skrining Kesehatan 

Sembari menunggu vaksin siap digunakan, tak bisa dimungkiri bahwa angka positif virus corona kian hari kian meningkat pesat jumlahnya. Kabar terbaru menunjukkan penularan tertinggi terjadi dalam keluarga atau bisa disebut dengan kluster keluarga. Ini memang rentan terjadi, karena usia produktif yang masih harus beraktivitas di luar rumah untuk bekerja. 

Ini artinya, melakukan skrining kesehatan sangat dianjurkan untuk anggota keluarga yang aktif beraktivitas di luar rumah, meski telah melakukan dan menaati protokol kesehatan. Lakukan rapid test antigen atau swab antigen maupun tes PCR, karena kedua tes ini memiliki tingkat akurasi yang tinggi untuk mendeteksi keberadaan virus corona dibandingkan dengan rapid test antibodi. 

Baca juga: Ini 4 Kandidat Vaksin Corona yang Disebut Paling Efektif

Kamu bisa melakukan pemesanan pemeriksaan virus corona di klinik atau rumah sakit terdekat lebih mudah dengan menggunakan aplikasi Halodoc. Kamu pun bisa bertanya jawab lebih mudah pada dokter seputar hasil skrining di aplikasi Halodoc. Ingat, sayangi dan lindungi keluarga dengan menjaga kesehatan dan rutin melakukan skrining kesehatan. Jika memang dibutuhkan, pakailah masker meski kamu berada di dalam rumah guna menghindari dan menekan tingginya penularan virus corona dalam keluarga. 



Referensi: 
Kompas. Diakses pada 2020. Airlangga Harap BPOM Segera Keluarkan Izin Penggunaan Darurat Vaksin Sinovac.