Ulkus Duodenum Dapat Terjadi karena Infeksi Bakteri Ini

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Ulkus Duodenum Dapat Terjadi karena Infeksi Bakteri Ini

Halodoc, Jakarta – Ulkus duodenum adalah penyakit yang ditandai dengan luka terbuka pada dinding usus 12 jari. Kondisi ini menyebabkan nyeri ulu hati hingga muntah darah. Penyebabnya bukan karena kebiasaan merokok, stres, atau konsumsi makanan pedas, melainkan akibat penggunaan obat pereda nyeri non-steroid (NSAID) dan infeksi bakteri.

Baca Juga: Ini yang Dimaksud Ulkus Peptikum 

Gejala ulkus duodenum meliputi perut kembung, lemas, mual, muntah, nyeri ulu hati, nafsu makan menurun, dan sulit menarik napas. Kamu dianjurkan pergi ke dokter jika mengalami muntah darah, BAB berdarah, BAB berwarna hitam, dan berat badan menurun drastis. Agar lebih waspada, ketahui penyebab ulkus duodenum di sini.

Ulkus Duodenum Akibat Infeksi Bakteri H. Pylori

pylori adalah bakteri yang tumbuh di saluran cerna, terutama lambung. Bakteri ini menyebabkan infeksi dengan cara menyerang dan merusak dinding lambung maupun usus halus. Meskipun lambung memproduksi asam untuk membunuh patogen penyakit, bakteri H. pylori mampu bertahan pada lingkungan asam.

Bakteri H. pylori diduga menyebar secara fecal-oral. Ini berarti seseorang berisiko tinggi terinfeksi bakteri H. pylori jika tertelan kuman yang keluar melalui kotoran pengidap. Misalnya, tidak mencuci tangan pakai sabun setelah menggunakan toilet. Bakteri H. pylori juga bisa menyebar melalui air liur atau makanan yang terkontaminasi bakteri tersebut. 

Selain itu, seseorang berisiko tinggi terinfeksi bakteri H. pylori jika tinggal di lingkungan bersanitasi buruk, tinggal di perumahan padat penduduk, tidak memasak air minum hingga matang, tinggal serumah dengan pengidap ulkus duodenum, dan konsumsi obat NSAID dalam waktu lama.

Baca Juga: 6 Penyebab Ulu Hati Terasa Sakit

Gejala Fisik Saat Terinfeksi Bakteri H. Pylori

Ketika terinfeksi bakteri H. pylori, seseorang akan mengalami perut kembung, mual, demam, sendawa berlebihan, penurunan berat badan, hilangnya nafsu makan, dan nyeri ulu hati. Kamu dianjurkan untuk berbicara dengan dokter jika nyeri ulu hati tak kunjung hilang, tinja berdarah, muntah darah, serta sulit makan dan minum.

Diagnosis dan Pengobatan Infeksi Bakteri H. Pylori

Keberadaan infeksi bakteri H. pylori didiagnosis melalui tes darah, urea breath test, tes tinja, dan endoskopi. Setelah diagnosis ditetapkan, pengobatan disesuaikan dengan kondisi pengidap. Secara umum, pengidap ulkus duodenum akan diberikan antibiotik dan obat yang mampu menurunkan asam lambung.

Selama pengobatan, pengidap disarankan untuk menghindari makanan yang menghambat proses penyembuhan. Misalnya, makanan pedas dan asam. Pengidap dianjurkan untuk berhenti mengonsumsi minuman beralkohol dan berhenti merokok.

Selain itu, pengidap dianjurkan menjalani pemeriksaan rutin untuk mengetahui respons tubuh terhadap pengobatan yang dijalani. Pemeriksaan bisa berupa tes sampel tinja dan urea breath test.

Jika tidak mendapat penanganan yang tepat, infeksi H. pylori menimbulkan komplikasi yang serius, seperti peradangan saluran cerna, perdarahan lambung, perforasi lambung, peritonitis, dan kanker lambung.

Baca Juga: Makanan yang Harus Dihindari Pengidap Tukak Lambung

Itulah bakteri penyebab ulkus duodenum yang perlu diwaspadai. Kalau kamu punya keluhan serupa ulkus duodenum, jangan ragu untuk berbicara dengan dokter ahli. Tanpa harus antre, sekarang kamu bisa langsung membuat janji dengan dokter di rumah sakit pilihan di sini. Kamu juga bisa tanya jawab sama dokter dengan download aplikasi Halodoc via fitur Tanya Dokter.