Ad Placeholder Image

Umur Berapa Anak Berhenti Minum Susu Formula Idealnya?

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   06 Mei 2026

Umur Anak Berhenti Susu Formula: 1 atau 2 Tahun?

Umur Berapa Anak Berhenti Minum Susu Formula Idealnya?Umur Berapa Anak Berhenti Minum Susu Formula Idealnya?

Kapan Idealnya Anak Berhenti Minum Susu Formula?

Menentukan waktu yang tepat untuk menghentikan pemberian susu formula pada anak seringkali menjadi pertanyaan bagi banyak orang tua. Secara umum, transisi dari susu formula dapat dimulai sekitar usia 12 bulan atau 1 tahun. Namun, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) merekomendasikan agar transisi penuh diselesaikan setelah anak mencapai usia 24 bulan atau 2 tahun. Pada periode ini, fokus utama nutrisi anak adalah makanan padat yang bergizi seimbang dan Air Susu Ibu (ASI) jika memungkinkan.

Umur Berapa Anak Berhenti Minum Susu Formula Menurut Rekomendasi Medis?

Anak idealnya berhenti minum susu formula secara bertahap dimulai setelah usia 12 bulan. Pada usia ini, sistem pencernaan anak sudah lebih matang dan mampu mengonsumsi berbagai jenis makanan padat, serta dapat beralih ke susu sapi murni atau susu pertumbuhan yang diformulasikan sesuai usianya.

Namun, anjuran WHO dan IDAI menekankan pentingnya pemberian ASI eksklusif hingga 6 bulan dan dilanjutkan bersama Makanan Pendamping ASI (MPASI) hingga usia 2 tahun atau lebih. Jika ASI tidak memungkinkan, susu formula dapat menjadi alternatif hingga usia 2 tahun.

Setelah usia 24 bulan, anak dapat sepenuhnya berhenti mengonsumsi susu formula. Nutrisi yang dibutuhkan dapat dipenuhi dari makanan padat yang bervariasi serta susu pertumbuhan jika diperlukan, atau susu sapi murni. Penting untuk memastikan asupan nutrisi makro dan mikro terpenuhi dari sumber makanan utama.

Mengapa Penting Menghentikan Susu Formula pada Waktu yang Tepat?

Menghentikan susu formula pada waktu yang tepat memiliki beberapa alasan penting bagi tumbuh kembang anak:

  • Mendorong kebiasaan makan yang sehat: Anak akan lebih fokus pada makanan padat sebagai sumber nutrisi utama.
  • Mencegah risiko obesitas: Susu formula yang dikonsumsi berlebihan setelah usia 1 tahun dapat menyumbang kalori ekstra yang tidak diperlukan.
  • Mendukung kemandirian: Anak belajar minum dari cangkir, yang merupakan bagian dari perkembangan keterampilan motorik halus dan kemandirian.
  • Mencegah masalah gigi: Penggunaan botol susu yang terlalu lama, terutama saat tidur, dapat meningkatkan risiko karies gigi atau gigi berlubang.
  • Optimalisasi penyerapan nutrisi: Dengan makanan padat, anak mendapatkan serat, vitamin, dan mineral dari sumber yang lebih alami dan beragam.

Transisi dari Susu Formula ke Susu Lain dan Makanan Padat

Proses transisi memerlukan kesabaran dan strategi yang tepat. Berikut adalah langkah-langkah yang dapat dilakukan:

  • Perkenalkan susu sapi atau susu pertumbuhan: Setelah usia 12 bulan, anak dapat mulai dikenalkan dengan susu sapi murni (full cream) atau susu pertumbuhan yang disesuaikan dengan usianya. Pastikan anak tidak memiliki alergi susu sapi.
  • Prioritaskan makanan padat: Pastikan anak mendapatkan tiga kali makanan utama dan dua kali makanan selingan setiap hari yang bergizi lengkap.
  • Gunakan cangkir: Mulailah mengajarkan anak minum susu atau air dari cangkir. Ini membantu mencegah masalah gigi dan melatih keterampilan motorik oral.
  • Kurangi botol secara bertahap: Mulai dengan mengganti satu sesi botol susu dengan cangkir, misalnya saat makan siang. Secara bertahap, hilangkan botol di waktu lain, termasuk sebelum tidur.
  • Berikan contoh: Orang tua dapat menunjukkan cara minum dari cangkir agar anak tertarik meniru.

Risiko Penggunaan Botol Susu yang Terlalu Lama

Penggunaan botol susu yang terus-menerus hingga usia lebih dari 18 bulan dapat membawa beberapa dampak negatif:

  • Gigi berlubang: Terutama jika anak tertidur dengan botol berisi susu, gula dalam susu dapat merusak enamel gigi.
  • Keterlambatan bicara: Penggunaan botol dapat memengaruhi perkembangan otot mulut yang penting untuk berbicara.
  • Maloklusi (susunan gigi tidak teratur): Tekanan dari botol dapat mengubah pertumbuhan rahang dan susunan gigi.
  • Risiko infeksi telinga: Posisi minum dari botol saat berbaring dapat menyebabkan cairan masuk ke telinga tengah.

Kesimpulan: Rekomendasi Praktis

Berdasarkan anjuran WHO dan IDAI, transisi untuk berhenti minum susu formula dapat dimulai bertahap setelah usia 12 bulan dan sebaiknya diselesaikan setelah usia 24 bulan. Prioritaskan asupan nutrisi dari makanan padat yang seimbang dan ASI hingga 2 tahun.

Jika susu formula tetap diberikan setelah 2 tahun, pastikan hanya sebagai pelengkap nutrisi dan tidak menggantikan makanan utama. Selalu biasakan anak minum dari cangkir, bukan botol, untuk mendukung perkembangan oral yang optimal dan mencegah risiko gigi berlubang.

Apabila orang tua memiliki kekhawatiran atau pertanyaan lebih lanjut mengenai nutrisi anak atau proses transisi dari susu formula, konsultasi dengan dokter anak melalui Halodoc sangat dianjurkan untuk mendapatkan panduan yang sesuai dengan kondisi spesifik anak.