Ad Placeholder Image

Urtikaria Kronis: Biduran Tak Kunjung Sembuh? Ini Dia

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   09 Maret 2026

Urtikaria Kronis: Temukan Solusi Redakan Gatalnya!

Urtikaria Kronis: Biduran Tak Kunjung Sembuh? Ini DiaUrtikaria Kronis: Biduran Tak Kunjung Sembuh? Ini Dia

Mengenal Urtikaria Kronis (Biduran Kronis): Gejala, Penyebab, dan Penanganannya

Urtikaria kronis, atau yang lebih dikenal dengan biduran kronis, adalah kondisi kulit yang ditandai dengan munculnya bentol merah gatal dan/atau bengkak (angioedema) yang berlangsung terus-menerus atau hilang timbul selama minimal enam minggu. Kondisi ini seringkali muncul tanpa penyebab yang jelas (idiopatik), namun bisa dipicu oleh berbagai faktor seperti alergi, stres, infeksi, obat-obatan, atau faktor fisik seperti panas, dingin, dan tekanan. Penanganan urtikaria kronis fokus pada penghilangan pemicu dan penggunaan antihistamin sebagai lini pertama, serta rujukan ke spesialis alergi atau dermatologi jika kondisi tidak membaik.

Apa Itu Urtikaria Kronis?

Urtikaria kronis adalah peradangan kulit yang menyebabkan bentol-bentol gatal atau pembengkakan di bawah kulit, yang terus berulang dalam periode lebih dari enam minggu. Kondisi ini dapat sangat mengganggu kualitas hidup penderitanya karena rasa gatal yang intens dan kemunculan lesi yang tidak terduga. Meskipun sering disebut idiopatik, yaitu tanpa penyebab yang jelas, mengidentifikasi pemicu potensial adalah langkah penting dalam pengelolaan biduran kronis ini.

Gejala Urtikaria Kronis yang Perlu Diwaspadai

Gejala utama dari urtikaria kronis meliputi dua manifestasi, yaitu bentol (bilur) dan angioedema. Kedua kondisi ini dapat muncul bersamaan atau berdiri sendiri.

  • Bentol (Bilur): Lesi kulit ini berbentuk merah, sedikit menebal, terasa gatal dan kadang panas. Bentol bisa muncul tiba-tiba di berbagai bagian tubuh dan biasanya menghilang dalam waktu kurang dari 24 jam tanpa meninggalkan bekas. Namun, bentol akan terus muncul lagi di tempat lain secara berulang.
  • Angioedema: Merupakan pembengkakan yang terjadi di lapisan kulit lebih dalam, seringkali muncul di area wajah seperti kelopak mata, bibir, atau area mukosa lain. Pembengkakan ini bisa terasa nyeri atau terbakar, dan terkadang lebih terasa sakit daripada gatal.

Berbagai Penyebab Urtikaria Kronis

Penyebab urtikaria kronis seringkali sulit diidentifikasi, namun beberapa faktor telah dikaitkan dengan kemunculannya. Penting untuk diketahui bahwa banyak kasus biduran kronis disebut idiopatik, yang berarti penyebabnya tidak diketahui.

  • Autoimunitas: Beberapa kasus urtikaria kronis terkait dengan penyakit autoimun, di mana sistem kekebalan tubuh menyerang sel-selnya sendiri. Contohnya adalah gangguan tiroid autoimun.
  • Infeksi: Infeksi virus (termasuk pasca-COVID-19), bakteri, atau parasit dapat memicu reaksi urtikaria kronis pada beberapa individu.
  • Pencetus Fisik: Beberapa penderita urtikaria kronis sensitif terhadap faktor fisik tertentu. Ini termasuk panas, dingin, sinar matahari, tekanan pada kulit (misalnya dari pakaian ketat atau ikat pinggang), getaran, atau aktivitas olahraga.
  • Alergen: Meskipun lebih sering pada urtikaria akut, alergen tertentu juga bisa menjadi pemicu pada kasus kronis. Contohnya adalah makanan (seperti susu, telur), obat-obatan (misalnya obat antiinflamasi nonsteroid atau NSAID), serbuk sari, bulu hewan, atau gigitan serangga.
  • Stres dan Faktor Lain: Stres psikologis yang berat, perubahan hormonal, konsumsi alkohol, atau zat aditif dan pengawet dalam makanan juga dapat memperburuk atau memicu episode urtikaria kronis.

Bagaimana Diagnosis Urtikaria Kronis Dilakukan?

Diagnosis urtikaria kronis dimulai dengan evaluasi riwayat medis dan pemeriksaan fisik secara menyeluruh oleh dokter. Dokter akan menanyakan tentang pola kemunculan bentol, durasinya, pemicu yang dicurigai, serta obat-obatan yang sedang dikonsumsi.

Untuk mencari penyebab yang mendasari, beberapa tes tambahan mungkin direkomendasikan. Ini dapat meliputi tes alergi (untuk mengidentifikasi alergen spesifik), tes darah (untuk memeriksa tanda-tanda autoimunitas atau infeksi), dan tes urin. Tujuan dari tes ini adalah untuk menyingkirkan kondisi lain dan menemukan pemicu yang mungkin.

Pilihan Pengobatan dan Penanganan Urtikaria Kronis

Penanganan urtikaria kronis bertujuan untuk mengendalikan gejala dan meningkatkan kualitas hidup penderita. Pendekatan penanganan seringkali melibatkan kombinasi beberapa metode.

  • Hindari Pemicu: Mengidentifikasi dan menghindari pemicu adalah kunci utama dalam mengelola urtikaria kronis. Ini bisa berarti memilih pakaian longgar, menggunakan sabun lembut yang tidak mengiritasi, atau menghindari makanan/obat-obatan yang dicurigai.
  • Antihistamin Oral: Antihistamin merupakan lini pertama pengobatan untuk biduran kronis. Obat-obatan seperti Cetirizine, Loratadine, atau Fexofenadine dapat membantu mengurangi gatal dan bentol. Dokter mungkin akan meresepkan dosis yang lebih tinggi dari biasanya untuk mengendalikan gejala.
  • Obat Lain: Jika antihistamin tidak efektif, dokter mungkin akan mempertimbangkan obat lain seperti kortikosteroid oral jangka pendek atau imunosupresan. Penggunaan obat-obatan ini harus di bawah pengawasan ketat dokter karena potensi efek samping.
  • Kompres Dingin: Aplikasi kompres dingin pada area yang gatal dapat memberikan kelegaan sementara dan membantu mengurangi rasa gatal serta peradangan.

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

Meskipun urtikaria kronis seringkali tidak berbahaya, kondisi ini dapat sangat mengganggu dan memerlukan perhatian medis. Segera konsultasikan ke dokter spesialis kulit atau alergi jika biduran berlangsung lebih dari enam minggu, sangat mengganggu aktivitas sehari-hari, atau disertai gejala serius. Gejala serius yang memerlukan penanganan medis darurat meliputi sesak napas, pembengkakan hebat pada mata atau bibir, pusing, atau detak jantung cepat. Gejala-gejala ini bisa menjadi tanda anafilaksis, reaksi alergi parah yang mengancam jiwa.

Jika mengalami gejala urtikaria kronis yang persisten, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter untuk diagnosis dan rencana penanganan yang tepat. Melalui platform seperti Halodoc, bisa dengan mudah terhubung dengan dokter spesialis kulit atau alergi untuk mendapatkan saran medis yang akurat dan berbasis bukti.