Ad Placeholder Image

Varikokel: Benjolan di Zakar, Gejala, dan Solusinya

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   03 Maret 2026

Benjolan Zakar Seperti Cacing? Kenali Gejala Varikokel

Varikokel: Benjolan di Zakar, Gejala, dan SolusinyaVarikokel: Benjolan di Zakar, Gejala, dan Solusinya

Varikokel adalah kondisi umum pada pria yang melibatkan pelebaran pembuluh darah vena di dalam skrotum atau kantung zakar. Kondisi ini sering kali menimbulkan rasa tidak nyaman dan dalam beberapa kasus dapat memengaruhi kesuburan. Memahami varikokel, mulai dari gejala hingga penanganannya, sangat penting untuk deteksi dini dan pengelolaan yang tepat.

Apa Itu Varikokel?

Varikokel adalah pembengkakan atau pelebaran pembuluh darah vena, mirip dengan varises yang terjadi pada kaki, tetapi berlokasi di dalam skrotum (kantung zakar). Pembuluh darah ini dikenal sebagai pleksus pampiniformis, yang berfungsi mengalirkan darah dari testis kembali ke jantung. Kondisi ini paling sering ditemukan pada pria berusia 15-25 tahun dan umumnya terjadi di sisi kiri skrotum.

Penyebab utama varikokel adalah kerusakan atau ketidaksempurnaan katup vena. Katup ini seharusnya memastikan darah mengalir satu arah ke atas. Ketika katup tidak berfungsi dengan baik, darah dapat kembali mengalir ke bawah dan menumpuk di sekitar testis, menyebabkan pembengkakan.

Gejala Utama Varikokel

Varikokel sering kali tidak menimbulkan gejala yang jelas, sehingga banyak pria tidak menyadarinya. Namun, jika gejala muncul, tanda-tandanya bisa bervariasi dari ringan hingga parah. Penting untuk mengenali gejala ini agar dapat segera mencari penanganan medis.

  • Benjolan di skrotum: Sensasi benjolan yang terasa seperti sekumpulan cacing di dalam kantung zakar (sering disebut sebagai “bag of worms”). Benjolan ini mungkin lebih terlihat saat berdiri dan menghilang saat berbaring.
  • Nyeri testis: Rasa nyeri tumpul atau tidak nyaman pada testis yang terkena. Nyeri sering kali meningkat setelah aktivitas fisik berat atau berdiri terlalu lama, dan mereda saat berbaring.
  • Ukuran testis berbeda: Testis pada sisi yang terkena varikokel bisa terlihat lebih kecil atau mengalami penyusutan (atrofi). Ini terjadi karena gangguan aliran darah yang memengaruhi nutrisi dan fungsi testis.
  • Infertilitas: Varikokel adalah penyebab umum infertilitas pria. Peningkatan suhu di sekitar testis akibat penumpukan darah dapat mengganggu produksi sperma, baik dari segi kualitas maupun kuantitas.

Penyebab dan Faktor Risiko Varikokel

Meskipun penyebab pasti varikokel tidak selalu jelas, beberapa faktor berperan dalam perkembangannya. Kondisi ini terutama berkaitan dengan sistem peredaran darah di area skrotum.

  • Kerusakan katup vena: Ini adalah penyebab paling umum. Katup-katup kecil di dalam pembuluh darah vena yang seharusnya membantu darah mengalir melawan gravitasi menjadi rusak atau lemah. Akibatnya, darah tidak dapat mengalir dengan baik dan menumpuk, menyebabkan pembuluh darah melebar.
  • Pubertas: Varikokel biasanya mulai berkembang selama masa pubertas. Perubahan hormon dan pertumbuhan cepat pada masa ini diperkirakan dapat memengaruhi perkembangan pembuluh darah.
  • Anatomi: Lebih sering terjadi di sisi kiri skrotum karena struktur anatomi pembuluh darah vena yang berbeda. Vena testikular kiri memiliki jalur yang lebih panjang dan masuk ke vena ginjal kiri pada sudut yang lebih tegak, yang dapat meningkatkan tekanan dan risiko kerusakan katup.

Diagnosis Varikokel

Diagnosis varikokel umumnya dimulai dengan pemeriksaan fisik oleh dokter. Dokter akan meraba skrotum sambil meminta pasien berdiri dan batuk atau mengejan (manuver Valsalva) untuk merasakan adanya pelebaran pembuluh darah. Benjolan yang terasa seperti “bag of worms” adalah indikasi kuat varikokel.

Untuk memastikan diagnosis dan menilai tingkat keparahan, dokter mungkin merekomendasikan pemeriksaan penunjang seperti USG skrotum. USG dapat memvisualisasikan pembuluh darah yang melebar dan mengukur ukurannya, serta mengevaluasi aliran darah di dalam skrotum.

Penanganan Varikokel

Tidak semua varikokel memerlukan penanganan. Jika varikokel tidak menimbulkan gejala, tidak menyebabkan nyeri, atau tidak memengaruhi kesuburan, observasi mungkin menjadi pilihan. Namun, penanganan direkomendasikan jika varikokel menyebabkan nyeri signifikan, atrofi testis, atau masalah kesuburan.

Penanganan yang paling efektif jika varikokel menyebabkan masalah adalah prosedur bedah. Salah satu metode yang umum adalah varikokelektomi, yaitu operasi untuk mengikat atau memblokir pembuluh darah vena yang melebar. Tujuannya adalah untuk mengalihkan aliran darah ke pembuluh darah yang sehat, sehingga mengurangi tekanan dan pembengkakan.

Ada beberapa teknik varikokelektomi, termasuk bedah terbuka, laparoskopi, atau embolisasi. Pemilihan metode akan disesuaikan dengan kondisi pasien dan pertimbangan dokter spesialis urologi.

Rekomendasi Medis Halodoc

Memahami apa itu varikokel dan mengenali gejalanya adalah langkah awal yang krusial. Jika mengalami salah satu gejala varikokel seperti benjolan, nyeri testis, perbedaan ukuran testis, atau kesulitan memiliki keturunan, sangat disarankan untuk segera berkonsultasi dengan dokter.

Di Halodoc, individu dapat dengan mudah membuat janji temu dengan dokter spesialis urologi. Dokter akan melakukan pemeriksaan menyeluruh, memberikan diagnosis yang akurat, dan merekomendasikan rencana penanganan yang paling sesuai. Deteksi dini dan penanganan yang tepat dapat membantu mencegah komplikasi serius seperti infertilitas dan meningkatkan kualitas hidup.