• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Virus Corona: Ini Persentase Kesembuhannya

Virus Corona: Ini Persentase Kesembuhannya

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
undefined

Halodoc, Jakarta - “Saya ingat dengan jelas hari itu. Saya mengalami kesulitan yang luar biasa untuk bernapas. Saya pikir, apakah saya akan mati,” cerita Zhang (47), warga negara Singapura yang berhasil pulih dari infeksi virus corona (korona). 

Lain kisah Zheng, lain pula cerita Tiger Ye (21). Pemuda asal Wuhan, Tiongkok, tempat COVID-19 pertama kali mewabah, juga berhasil sembuh dari ancaman kematian virus corona jenis terbaru, SARS-CoV-2.

“Saya mengalami batuk berat sampai perut terasa sakit dan punggung sakit. Ini adalah hari terburuk dalam hidup saya. Saya merasa seperti sudah ke neraka dan kembali lagi,” ujar Ye yang berhasil pulih setelah melewati tiga minggu yang menegangkan. 

Pertanyaan, sebesar apa peluang kemungkinan untuk sembuh bila terjangkit virus corona? Lalu, berapa banyak Zheng dan Tiger Ye lain di luar sana? 

Baca juga: Ini Daftar 132 Rumah Sakit Rujukan untuk Virus Corona

Jauh Lebih Tinggi dari Mortalitas

Di balik kesuraman global yang ditimbulkan COVID-19, sebenarnya ada berita baik yang tidak boleh dilupakan. Kasus baru dan kematian akibat virus corona memang terus meningkat, namun tidak sedikit pula yang berhasil disembuhkan. 

Meskipun terbilang mengkhawatirkan, masyarakat tidak perlu merespon wabah virus corona Wuhan dengan cara berlebihan. Banyak pasien virus corona yang berhasil disembuhkan. Bahkan, sebagian besar pasien dengan gejala ringan telah pulih dari infeksi COVID-19.

Lalu, berapa banyak pasien virus corona yang telah sembuh sejauh ini? Melalui data real time yang Halodoc himpun dari Johns Hopkins CSSE Kamis (5/3/20) pukul 11:03 WIB, persentase kesembuhan jauh di atas angka kematian. 

Dari 95,411 masyarakat global yang terinfeksi virus corona, sebanyak 53,255 pasien berhasil pulih dari virus misterius ini. Artinya, persentase pasien sembuh sekitar 55,8 persen. 

Bagaimana dengan angka kematian atau mortalitas global? Hingga kini tercatat 3,285 orang meninggal akibat COVID-19. Dengan kata lain, angka kematiannya sekitar 3,4 persen, jauh di bawah persentase kesembuhan. Namun, WHO mengatakan angka ini lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya, yaitu sekitar 2 persen. 

Persentase Kesembuhan Virus Corona 

Tingkat persentase kesembuhan pasien virus corona berbeda-beda pada tiap negara. Kabar baiknya, ada beberapa negara yang memiliki persentase hingga 100 persen.

Namun, ada pula tingkat kesembuhannya yang di bawah 1 persen. Berikut hasil pengolahan data yang Halodoc himpun dari Johns Hopkins CSSE. 

    • Vietnam: 100 persen

    • Kamboja: 100 persen

    • Nepal: 100 persen 

    • Sri Lanka: 100 persen

    • Macau: 90 persen

    • Thailand: 72 persen

    • Singapura: 70,9 persen

    • Rusia: 66,6 persen 

    • Tiongkok: 64,7 persen

    • Mesir: 50 persen 

    • Malaysia: 44 persen

    • Hongkong: 40,9 persen

    • Filipina: 33,3 persen 

    • Australia: 21,1 persen

    • Meksiko: 20 persen

    • Iran: 18,8 persen

    • Kanada: 18,1 persen

    • Jepang: 12,9 persen

    • Italia: 8,9 persen 

    • Israel: 6,6 persen 

    • AS: 5,09 persen 

    • Swiss: 3,3 persen 

    • Korea Selatan: 0,7 persen 

Baca juga: Awas, Ini 8 Mitos Virus Corona yang Menyesatkan

Sembuh 100 Persen, Apa Resep Pemerintah Vietnam?

Negara Vietnam, Sri Lanka, Nepal, dan Kamboja tercatat sebagai negara yang sukses menyembuhkan warga negaranya dari serangan COVID-19. Khusus untuk Sri Lanka, Nepal dan Kamboja, persentase 100 persen diperoleh dari jumlah satu pasien. Bagaimana dengan Vietnam?

Pemerintah Vietnam sukses menyembuhkan seluruh pasien COVID-19 yang berjumlah 16 orang. Apa yang telah dilakukan pemerintah Vietnam?  Menurut Kementerian Kesehatan Vietnam, sejak virus corona terbaru masuk negara tersebut, pemerintah langsung melakukan upaya untuk mencegah penyebarannya.

Pemerintah Vietnam juga mengkarantina desa Son Loi yang memiliki sebanyak 10.600 penduduk selama 20 hari. Tidak hanya itu, Vietnam juga meliburkan sekolah-sekolah di 63 provinsi untuk mencegah penyebaran virus corona pada anak-anak. Lalu, bagaimana dengan tindakan medis yang dilakukan terhadap pasien COVID-19?

Tim medis di Vietnam diinstruksikan untuk mengikuti beberapa protokol untuk menilai infeksi dan tingkat keparahan. Mulai dari mengobati gejala yang dibawa virus corona dan menerapkan diet ketat serta bergizi pada pasien. Di samping itu, tim medis Vietnam juga terus memonitor tingkat saturasi oksigen dalam darah pasien.

Baca juga: Cegah COVID-19, Orang Sehat Tidak Perlu Pakai Masker?

Pada dasarnya, hal yang dilakukan tim medis Vietnam hampir sama dengan tim medis Indonesia dalam mengatasi dua WNI yang terinfeksi virus corona. Mulai dari pemberian obat untuk meredakan gejala hingga memberikan makanan bergizi untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Menurut Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Ikatan Dokter Indonesia, Dr. Daeng M Faqih, SH, MH, obat yang spesifik untuk mengatasi virus corona belum ada. Oleh sebab itu, pengobatan atau terapi untuk mengatasi infeksi COVID-19 bersifat suportif.

“Daya tahan tubuh dikuatkan terus, karena virus self limiting disease. Kalau tubuh kita dikuatkan terus, nanti virusnya mati dengan sendirinya, di-support terus badan kita, dikuatkan,” ujarnya pada Halodoc usai diskusi wabah COVID-19 di Universitas YARSI pada Jumat (21/2) lalu. 

Itulah pencegahan efektif agar tidak terserang virus corona yaitu meningkatkan imunitas tubuh. Caranya dengan pola makan sehat, rutin berolahraga, dan mengonsumsi suplemen atau vitamin. Kamu bisa membeli vitamin pilihan melalui aplikasi Halodoc. Atau kalau ada yang ingin ditanyakan tentang virus corona, langsung bertanya saja pada dokter lewat aplikasi. Download aplikasi Halodoc sekarang juga!

Referensi:
Diskusi Kebangsaan: Kesiapan Masyarakat dan Pemerintah Mencegah Ancaman Wabah COVID-19 (Coronavirus), Jumat (21/2) di Universitas YARSI. 
The Straits Times. Diakses pada 2020. Coronavirus: 47-year-old patient recounts how doctors helped her through ordeal
The Guardian. Diakses pada 2020. ‘To hell and back’: my three weeks suffering from coronavirus 
The GISAID  Global Initiative on Sharing All Influenza Data. Diakses pada Januari 2020. 2019-nCoV Global Cases (by Johns Hopkins CSSE)
The New York Times. Diakses pada 2020. All 16 of Vietnam's Coronavirus Sufferers Cured
CNBC Indonesia. Diakses pada 2020. Semua Pasien Corona Sembuh, Ini Langkah Vietnam Tangani Wabah,