Ad Placeholder Image

Virus HPV pada Pria: Kenali Gejala dan Cara Atasi

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   27 April 2026

Waspada Virus HPV pada Pria: Gejala, Pencegahan Efektif

Virus HPV pada Pria: Kenali Gejala dan Cara AtasiVirus HPV pada Pria: Kenali Gejala dan Cara Atasi

Memahami Virus HPV pada Pria: Gejala, Pencegahan, dan Penanganannya

Infeksi Human Papillomavirus (HPV) pada pria merupakan kondisi umum yang seringkali tidak menimbulkan gejala yang terlihat. Meskipun demikian, virus HPV pada pria memiliki potensi untuk menyebabkan masalah kesehatan serius, mulai dari kutil kelamin hingga, dalam kasus yang jarang terjadi, beberapa jenis kanker. Penting bagi setiap individu untuk memahami bagaimana virus ini menular, gejala yang mungkin muncul, serta langkah-langkah pencegahan dan penanganan yang efektif.

Apa itu Virus HPV pada Pria?

HPV atau Human Papillomavirus adalah kelompok virus yang sangat umum dan dapat menginfeksi kulit serta selaput lendir. Ada lebih dari 100 jenis HPV yang berbeda, beberapa di antaranya dikategorikan sebagai risiko rendah dan beberapa sebagai risiko tinggi. Pada pria, infeksi HPV umumnya terjadi melalui kontak seksual dan bisa menetap di tubuh tanpa disadari.

Jenis HPV risiko rendah biasanya menyebabkan kutil kelamin atau kutil lain yang tidak bersifat kanker. Sementara itu, jenis HPV risiko tinggi dapat memicu perubahan sel yang berpotensi berkembang menjadi kanker pada penis, anus, atau tenggorokan dalam jangka panjang. Sebagian besar infeksi HPV pada pria dapat sembuh sendiri berkat sistem kekebalan tubuh yang kuat.

Gejala Virus HPV pada Pria yang Perlu Diketahui

Infeksi virus HPV pada pria seringkali tidak menunjukkan gejala apa pun. Hal ini menyebabkan banyak pria tidak menyadari bahwa mereka terinfeksi dan berpotensi menularkannya. Namun, beberapa tanda dan gejala bisa muncul, tergantung pada jenis HPV yang menginfeksi.

Sering Tanpa Gejala

Sebagian besar infeksi HPV pada pria tidak menyebabkan masalah kesehatan dan dapat sembuh dengan sendirinya tanpa intervensi medis. Kondisi tanpa gejala ini membuat deteksi dini menjadi tantangan dan seringkali menjadi alasan mengapa virus menyebar dengan mudah.

Kutil Kelamin

Tanda paling umum dari infeksi HPV risiko rendah pada pria adalah munculnya kutil kelamin. Kutil ini bisa bervariasi dalam ukuran dan bentuknya.

  • Penampilan: Benjolan kecil, datar, atau berkelompok seperti kembang kol.
  • Lokasi: Dapat muncul di penis, skrotum (kantong zakar), anus, selangkangan, atau pangkal paha. Dalam kasus tertentu, kutil juga bisa muncul di mulut atau tenggorokan.
  • Sensasi: Kutil kelamin bisa terasa gatal atau nyeri, meskipun tidak selalu.

Tanda Kanker (Kasus Jarang)

Meskipun jarang, infeksi virus HPV risiko tinggi dapat menyebabkan kanker pada pria. Gejala kanker biasanya muncul setelah bertahun-tahun terinfeksi. Tanda-tanda ini memerlukan perhatian medis segera.

  • Kanker penis: Luka atau benjolan di penis yang cepat membesar, mudah berdarah, atau adanya perubahan warna kulit.
  • Kanker anus: Darah dalam tinja atau dari anus, nyeri atau gatal di area anus, perubahan kebiasaan buang air besar, atau benjolan di sekitar anus.
  • Kanker tenggorokan (orofaring): Sakit tenggorokan yang tak kunjung sembuh, kesulitan menelan, suara serak, penurunan berat badan yang tidak disengaja, atau benjolan di leher.

Penyebab dan Faktor Risiko Penularan HPV pada Pria

Penularan virus HPV pada pria sebagian besar terjadi melalui kontak kulit ke kulit, terutama selama aktivitas seksual. Pemahaman tentang penyebab dan faktor risiko dapat membantu dalam upaya pencegahan.

Kontak Langsung

Penyebab utama penularan HPV adalah melalui kontak langsung antar kulit, terutama selama hubungan seksual. Ini mencakup semua jenis hubungan seksual:

  • Hubungan seks vaginal.
  • Hubungan seks anal.
  • Hubungan seks oral.

Virus dapat menular bahkan jika tidak ada kutil kelamin yang terlihat. Penggunaan kondom dapat mengurangi risiko penularan, tetapi tidak sepenuhnya melindungi karena kondom tidak menutupi semua area kulit yang mungkin terinfeksi.

Faktor Risiko Meningkatkan Penularan

Beberapa faktor dapat meningkatkan risiko seorang pria terinfeksi HPV atau mengembangkan komplikasi terkait HPV.

  • Sering berganti pasangan seksual: Semakin banyak pasangan seksual, semakin tinggi risiko terpapar HPV.
  • Berhubungan seks dengan sesama jenis: Pria yang berhubungan seks dengan pria (MSM) memiliki risiko lebih tinggi untuk HPV anal dan kanker terkait.
  • Sistem kekebalan tubuh lemah: Individu dengan sistem kekebalan tubuh yang melemah, seperti penderita HIV/AIDS atau mereka yang menjalani transplantasi organ, lebih rentan terhadap infeksi HPV yang persisten dan berkembang menjadi kanker.

Pencegahan Efektif Terhadap Virus HPV pada Pria

Pencegahan adalah kunci untuk mengurangi risiko infeksi virus HPV pada pria dan komplikasi yang ditimbulkannya. Dua metode utama pencegahan yang sangat efektif adalah vaksinasi dan praktik seks aman.

Vaksinasi HPV

Vaksin HPV merupakan cara paling efektif untuk melindungi diri dari jenis-jenis HPV yang paling sering menyebabkan kutil kelamin dan kanker. Vaksin Gardasil 9 adalah salah satu vaksin yang tersedia dan direkomendasikan untuk pria.

  • Perlindungan: Vaksin ini melindungi dari 9 jenis HPV, termasuk jenis 6 dan 11 yang menyebabkan 90% kutil kelamin, serta jenis 16, 18, 31, 33, 45, 52, dan 58 yang menyebabkan sebagian besar kanker terkait HPV.
  • Rekomendasi: Vaksinasi direkomendasikan untuk pria, idealnya sebelum aktif secara seksual. Jadwal dosis bervariasi antara 2 atau 3 kali, tergantung pada usia saat vaksinasi pertama.

Praktik Seks Aman

Selain vaksinasi, praktik seks aman sangat penting untuk mengurangi risiko penularan HPV.

  • Setia pada pasangan: Memiliki hubungan monogami dengan pasangan yang tidak terinfeksi dapat mengurangi risiko penularan.
  • Penggunaan kondom: Meskipun tidak 100% efektif karena tidak menutupi semua area yang mungkin terinfeksi, penggunaan kondom secara konsisten dan benar dapat membantu mengurangi risiko penularan HPV dan infeksi menular seksual lainnya.

Pengobatan dan Penanganan Kutil Kelamin Akibat HPV pada Pria

Saat ini, tidak ada obat yang dapat menyembuhkan infeksi virus HPV itu sendiri. Namun, kutil kelamin yang muncul akibat infeksi HPV dapat diobati. Penanganan bertujuan untuk menghilangkan kutil dan meredakan gejala, serta mengurangi risiko penularan.

Dokter dapat merekomendasikan beberapa metode penanganan tergantung pada ukuran, lokasi, dan jumlah kutil.

  • Obat oles: Beberapa obat resep, seperti imiquimod, podofilox, atau asam trikloroasetat (TCA), dapat dioleskan langsung pada kutil oleh pasien atau dokter.
  • Cryotherapy: Prosedur ini melibatkan pembekuan kutil menggunakan nitrogen cair, menyebabkan kutil melepuh dan akhirnya rontok.
  • Electrocautery: Kutil diangkat dengan membakarnya menggunakan alat listrik yang menghasilkan panas.
  • Eksisi bedah: Kutil dapat diangkat melalui operasi kecil, terutama untuk kutil yang besar atau tidak merespons pengobatan lain.
  • Terapi laser: Menggunakan sinar laser untuk menghilangkan kutil, sering digunakan untuk kutil yang sulit dijangkau atau luas.

Penting untuk diingat bahwa menghilangkan kutil tidak berarti virusnya hilang dari tubuh. Kutil dapat kambuh kembali meskipun telah diobati.

Pentingnya Deteksi Dini dan Konsultasi Medis

Tidak seperti wanita yang memiliki tes skrining Pap smear rutin untuk mendeteksi HPV penyebab kanker serviks, tes skrining HPV rutin umumnya tidak direkomendasikan untuk pria tanpa gejala. Hal ini karena kanker terkait HPV pada pria lebih jarang terjadi dan saat ini belum ada metode skrining yang efektif dan disetujui secara luas.

Namun, deteksi dini dan penanganan kutil kelamin sangat penting. Jika kutil kelamin terdeteksi dan diobati sejak dini, risiko penyebaran dan potensi komplikasi dapat diminimalkan. Pria harus proaktif dalam memeriksakan diri jika melihat adanya benjolan, luka, atau perubahan kulit yang tidak biasa di area genital atau sekitarnya. Konsultasi medis adalah langkah terbaik untuk diagnosis dan penanganan yang tepat.

Kesimpulan dan Rekomendasi Halodoc

Virus HPV pada pria adalah infeksi yang umum, seringkali tanpa gejala, namun berpotensi menyebabkan kutil kelamin dan kanker tertentu. Pencegahan melalui vaksinasi HPV dan praktik seks aman adalah kunci utama untuk melindungi diri. Meskipun tidak ada obat untuk virusnya, gejala seperti kutil kelamin dapat diobati secara efektif.

Jika terdapat gejala atau kekhawatiran terkait HPV, konsultasi dengan dokter profesional dapat dilakukan melalui aplikasi Halodoc. Tim medis Halodoc siap memberikan informasi, diagnosis, dan panduan penanganan yang tepat untuk menjaga kesehatan reproduksi dan kualitas hidup.