Bayi Gumoh Lewat Hidung: Normal, Atasi Yuk!

Bayi gumoh lewat hidung seringkali menimbulkan kekhawatiran bagi orang tua, namun pada umumnya kondisi ini adalah hal normal yang umum terjadi pada bayi. Fenomena ini disebabkan oleh sistem pencernaan bayi yang belum berkembang sempurna dan seringkali merupakan respons alami terhadap tersedak, terlalu banyak udara tertelan, atau kekenyangan. Kondisi ini biasanya akan membaik seiring bertambahnya usia bayi. Penanganan utamanya melibatkan penyesuaian posisi bayi saat dan setelah menyusu, serta memastikan bayi disendawakan dengan baik.
Artikel ini akan membahas secara mendalam penyebab, cara mengatasi, dan kapan orang tua perlu berkonsultasi dengan dokter terkait kondisi bayi gumoh lewat hidung.
Apa Itu Gumoh Lewat Hidung pada Bayi?
Gumoh, atau dalam istilah medis disebut regurgitasi, adalah kondisi umum di mana bayi mengeluarkan kembali sedikit susu atau makanan setelah menyusu. Ini berbeda dengan muntah yang melibatkan kontraksi otot perut yang kuat. Pada beberapa kasus, susu atau cairan yang digumohkan dapat keluar melalui hidung bayi.
Kondisi bayi gumoh lewat hidung umumnya terjadi karena adanya saluran yang menghubungkan rongga mulut dan hidung. Saat gumoh terjadi, cairan dapat naik ke tenggorokan dan, karena posisi atau gerakan bayi, sebagian kecil bisa masuk ke saluran hidung. Ini biasanya bukan pertanda bahaya serius, terutama jika bayi tetap tampak nyaman dan berat badannya terus bertambah.
Mengapa Bayi Gumoh Lewat Hidung? Pahami Penyebabnya
Ada beberapa faktor utama yang menyebabkan bayi mengalami gumoh melalui hidung. Sebagian besar penyebab ini berkaitan dengan sistem pencernaan bayi yang belum matang sepenuhnya dan kebiasaan saat menyusu.
- Sistem Pencernaan Belum Sempurna
Sistem pencernaan bayi, khususnya katup atau sfingter esofagus bawah yang berada di antara kerongkongan dan lambung, masih belum kuat dan belum berfungsi sempurna. Katup ini berfungsi sebagai penahan agar makanan tidak kembali naik dari lambung ke kerongkongan. Karena katup ini belum kuat, susu lebih mudah naik kembali ke kerongkongan dan dapat keluar melalui mulut atau hidung. - Tersedak atau Terburu-buru saat Menyusu
Bayi yang menyusu terlalu cepat atau terlalu banyak, maupun saat ia terlalu lapar sehingga menyusu dengan terburu-buru, cenderung menelan banyak udara. Udara yang terperangkap dalam lambung ini dapat mendorong susu kembali naik ke kerongkongan, dan dalam beberapa kasus keluar melalui hidung saat bayi tersedak atau refleks gumoh. - Posisi Menyusu yang Kurang Tepat
Menyusui bayi sambil berbaring telentang atau langsung membaringkannya setelah menyusu dapat meningkatkan risiko terjadinya gumoh lewat hidung. Posisi ini tidak memanfaatkan gravitasi untuk menjaga susu tetap berada di dalam lambung, sehingga lebih mudah naik kembali. - Batuk, Bersin, atau Cegukan
Aktivitas seperti batuk, bersin, atau cegukan dapat meningkatkan tekanan di dalam perut bayi. Peningkatan tekanan ini bisa mendorong cairan lambung yang baru saja masuk ke dalam lambung untuk naik kembali dan keluar melalui hidung.
Cara Efektif Mengatasi dan Mencegah Gumoh Lewat Hidung
Meskipun umum terjadi, ada beberapa langkah yang bisa orang tua lakukan untuk mengatasi dan mencegah gumoh lewat hidung pada bayi. Tindakan ini berfokus pada teknik menyusui dan posisi bayi.
- Sendawakan Bayi Secara Rutin
Wajib menyendawakan bayi setelah setiap sesi menyusui, idealnya selama 5 hingga 15 menit. Menyendawakan membantu mengeluarkan udara yang mungkin tertelan bayi saat menyusu, sehingga mengurangi tekanan di lambung dan risiko susu naik kembali. - Pertahankan Posisi Tegak saat dan Setelah Menyusu
Posisikan bayi dalam posisi tegak atau setengah duduk selama menyusu. Setelah selesai menyusu, pertahankan posisi kepala bayi lebih tinggi atau tegak selama setidaknya 15-30 menit. Gravitasi akan membantu menjaga susu tetap di dalam lambung. - Hindari Menyusu atau Membaringkan Bayi Langsung Setelah Menyusu
Jangan langsung membaringkan bayi telentang segera setelah ia selesai menyusu. Beri jeda waktu agar susu dapat turun sepenuhnya ke lambung dan sistem pencernaan bayi mulai bekerja. - Berikan Porsi yang Tepat
Berikan ASI atau susu formula secukupnya, jangan menunggu bayi terlalu lapar hingga menangis kencang. Bayi yang terlalu lapar cenderung menyusu dengan terburu-buru dan menelan lebih banyak udara. Pemberian porsi yang lebih kecil namun lebih sering bisa menjadi solusi. - Periksa Aliran Dot Botol
Jika menggunakan botol, pastikan aliran dot tidak terlalu deras. Aliran dot yang terlalu cepat dapat membuat bayi tersedak dan menelan udara lebih banyak. Pilih dot dengan ukuran yang sesuai untuk usia bayi.
Kapan Harus Segera Membawa Bayi ke Dokter?
Meskipun sebagian besar kasus gumoh lewat hidung pada bayi tidak berbahaya dan akan hilang seiring bertambahnya usia, ada beberapa tanda yang menunjukkan bahwa bayi mungkin memerlukan perhatian medis profesional. Orang tua harus segera memeriksakan bayi ke dokter jika gumoh atau muntah disertai dengan gejala berikut:
- Berat badan bayi tidak bertambah atau justru mengalami penurunan berat badan.
- Muntah berwarna hijau, kuning, atau terdapat bercak darah di dalamnya.
- Bayi tampak rewel secara berlebihan, sulit ditenangkan, mengalami sesak napas, atau bibir serta kulitnya tampak kebiruan.
- Muncul tanda-tanda dehidrasi, seperti frekuensi buang air kecil berkurang, mulut kering, atau tidak ada air mata saat menangis.
- Bayi mengalami demam.
Gejala-gejala ini bisa menjadi indikasi adanya masalah kesehatan yang lebih serius yang memerlukan diagnosis dan penanganan medis.
Kesimpulan dan Rekomendasi Halodoc
Gumoh lewat hidung pada bayi umumnya merupakan kondisi normal yang disebabkan oleh sistem pencernaan yang belum sempurna dan akan membaik seiring waktu. Dengan menerapkan teknik menyusui yang tepat, seperti menyendawakan bayi secara rutin, menjaga posisi tegak setelah menyusu, dan memastikan porsi serta aliran dot yang sesuai, risiko gumoh dapat diminimalisir.
Namun, penting bagi orang tua untuk selalu memantau kondisi bayi. Jika gumoh lewat hidung disertai dengan gejala seperti penurunan berat badan, muntah yang tidak biasa, tanda-tanda dehidrasi, atau kesulitan bernapas, segera konsultasikan dengan dokter anak. Halodoc menyediakan layanan konsultasi dokter terpercaya untuk membantu orang tua mendapatkan informasi dan saran medis yang akurat mengenai kesehatan bayi.
Disclaimer: Informasi ini bersifat edukatif dan tidak dimaksudkan untuk menggantikan saran medis profesional. Selalu konsultasikan kondisi kesehatan bayi kepada dokter atau tenaga medis yang berwenang.



