09 July 2017

Wajib Ketahui! Ini Pencegahan Virus Zika

Wajib Ketahui! Ini Pencegahan Virus Zika

Halodoc, Jakarta - Beberapa bulan belakangan ini kita dikagetkan dengan adanya virus Zika yang menyerang Indonesia. Meskipun saat ini belum ada pengidap yang divonis terinfeksi virus Zika di Indonesia, akan tetapi kita harus melakukan pencegahan virus Zika yang terbilang cukup berbahaya.  

Virus Zika merupakan sejenis virus dari keluarga flaviviridae dan genus flavivirus yang disebarkan oleh nyamuk Aedes aegypti. Ketika seseorang terinfeksi virus Zika, maka pengidap akan mengalami beberapa gejala seperti demam, nyeri sendi, konjungtivitas (mata merah), dan ruam. Gejala virus Zika hampir mirip dengan infeksi orbovirus lainnya, seperti demam berdarah yang biasanya akan berlangsung selama 2-7 hari.

Virus Zika Mengakibatkan Mikrosefali
Walaupun gejala yang ditimbulkan oleh virus Zika hampir sama dengan demam berdarah, dimana si pengidap akan mengalami demam berhari-hari. Tetapi, virus ini rupanya dapat lebih berbahaya terutama pada wanita hamil. Apabila ibu hamil tersebut mengidap virus Zika, tidak menutup kemungkinan virus tersebut dapat menularkannya kepada janinnya.

Infeksi virus Zika pada ibu hamil tetap menjadi perhatian khusus, hal ini disebabkan karena ditemukannya peningkatan khusus kelainan bawaan berupa mikrosefali (cacat pertumbuhan otak). Mikrosefali merupakan kelainan bawaan yang terjadi di mana si bayi terlahir dengan ukuran kepala yang lebih kecil, dibandingkan dengan ukuran kepala bayi pada umumnya.

Dalam kasus ini, ukuran kepala bayi tidak proporsional dengan ukuran badan si bayi tersebut. Hal tersebut terjadi dikarenakan adanya kelainan perkembangan otak bayi sejak dalam kandungan, sebagian besar kasus mikrosefali akan menyebabkan anak mengalami kondisi serius dalam tumbuh kembangnya. Mereka akan mengalami kesulitan untuk berjalan dan menggerakkan tubuh mereka, mengendalikan sistem motorik dan refleks. Sebagian besar pengidap akan cenderung lemah dalam kemampuan mengingat serta menangkap informasi.

Pencegahan virus Zika
Mencegah gigitan nyamuk adalah salah satu tindakan pencegahan awal yang dapat membantu dalam mencegah virus Zika. Karena virus Zika ini disebarkan melalui gigitan nyamuk, maka hal ini dapat dilakukan dengan menggunakan obat nyamuk, selain itu gunakanlah pakaian tidur dengan warna terang. Penggunaan pakaian tidur berwarna gelap, hanya akan membuat nyamuk mendatangimu.

Tidak hanya itu memiliki pendingin udara, kelambu, atau kawat anti nyamuk sangatlah disarankan dalam upaya pencegahan virus Zika. Dan untuk bagi wanita hamil tidak disarankan untuk melakukan bepergian keluar negeri, khususnya Negara yang memang telah memiliki banyak riwayat berkembangnya virus Zika seperti Afrika, Brazil, Singapura dan negara lainnya. Apabila kamu sudah terlanjur mendatangi negara tersebut, maka ada baiknya untuk melakukan tes virus Zika guna pencegah virus Zika.

Pengobatan Virus Zika
Apabila segala usaha pencegahan virus Zika telah dilakukan, dan ternyata kamu masih mendapatkan virus Zika tersebut, maka solusi yang harus kamu lakukan adalah dengan melakukan pemeriksaan diri ke pusat pelayanan kesehatan terdekat, dan jalani pengobatan yang dianjurkan oleh pihak medis.

Pada dasarnya belum ada vaksin atau obat khusus yang digunakan untuk membunuh virus Zika tersebut, tetapi setidaknya kamu bisa melakukan pengobatan sebagai berikut:

1.  Pemberian Obat Simtomatik
Pemberian obat ini digunakan untuk meredakan gejala yang muncul, apabila pengidap mengalami sakit kepala, demam, nyeri otot, atau nyeri sendi maka pengidap bisa diberikan/mengonsumsi paracetamol.

Pengidap virus Zika, biasanya akan mengalami penurunan nafsu makan. Maka, pengidap dapat diberikan obat curcuma untuk mengembalikan nafsu makan tersebut.

2.  Sistem Imun
Terserangnya virus Zika, ini disebabkan karena sistem imun dalam tubuh menurun. Maka dari itu kamu dapat mengembalikan dan meningkatkan sistem imun dengan cara melakukan istirahat yang cukup hingga kondisi tubuh pulih kembali. Makanlah sayur, dan buah yang kaya akan vitamin C. Serta konsumsi vitamin penambah daya tahan tubuh sesuai anjuran dokter.

3.  Penuhi Kecukupan Cairan Tubuh
Tubuh yang mengalami dehidrasi akan memudahkan virus cepat masuk, hal inilah yang harus diwaspadai. Apabila kamu sudah terserang oleh virus Zika, sebaiknya kamu harus rajin-rajin untuk minum agar cairan tubuh tidak mengalami dehidrasi.

Tak perlu khawatir dengan virus Zika ini, karena virus Zika bukanlah suatu penyakit yang perlu ditakuti. Melainkan harus dihadapi dengan langkah pencegahan virus Zika yang tepat agar terhindar dari penyakit tersebut.


Jika sewaktu-waktu mendapati gejala virus Zika menyerang dirimu, ceritakan masalah ini dan temukan solusi terbaiknya dengan mudah melalui aplikasi Halodoc. Halodoc merupakan aplikasi yang dapat menghubungkan kamu pada ribuan dokter umum atau spesialis di Indonesia. Ingin berdiskusi soal kesehatan? Halodoc akan menjadi sahabatmu yang paling bisa diandalkan. Tunggu apalagi? segera download aplikasi Halodoc secara GRATIS hanya di App Store dan Google Play.

BACA JUGA: 5 Pertolongan Pertama Pada Anak Demam