• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Wajib Tahu, Kelebihan dan Kekurangan Sunat Cincin pada Anak
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Wajib Tahu, Kelebihan dan Kekurangan Sunat Cincin pada Anak

Wajib Tahu, Kelebihan dan Kekurangan Sunat Cincin pada Anak

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 12 Agustus 2022

“Sunat cincin memiliki kelebihan dan kekurangan saat dilakukan. Hal ini menjadi pertimbangan para orang tua dalam memilih metode sunat yang paling baik untuk putranya.”

Wajib Tahu, Kelebihan dan Kekurangan Sunat Cincin pada AnakWajib Tahu, Kelebihan dan Kekurangan Sunat Cincin pada Anak

Halodoc, Jakarta – Ada banyak pilihan metode yang bisa dilakukan untuk menyunat anak-anak, salah satunya sunat cincin. Metode ini terbilang baru namun aman untuk dilakukan.

Ada banyak alasan orang tua memutuskan untuk menyunat putranya, bisa terkait agama, etika, hingga budaya. Bukan hanya itu, ada juga manfaat lain dari sunat untuk kesehatan, salah satunya adalah penurunan risiko terjadinya infeksi saluran kemih, penularan STD, hingga kanker penis.

Kembali lagi ke sunat cincin, metode ini merupakan salah satu yang terbaik untuk dilakukan. Ada tiga jenis dari metode sunat ini, yaitu Gomco Clamp, Mogen clamp, Plastibell, hingga Smart klamp.

Pada prosedur dengan Gomco clamp dan Mogen clamp, pemisahan kulup dari kepala menggunakan ‘probe’, lalu klem untuk menghentikan aliran darah, serta pisau bedah untuk menghilangkan kelebihan kulup.

Berbeda lagi dengan Plastibell, terkait alat dan teknik yang digunakan. Metode yang dilakukan kurang-lebih sama dengan sebelumnya. Namun, cara ini meninggalkan cincin plastik pada penis dan nantinya terlepas alami setelah 7-10 hari.

Kelebihan dan Kekurangan dari Metode Sunat Cincin

Kelebihannya, sunat cincin dilakukan dengan waktu relatif cepat serta risiko untuk mengalami perdarahan terbilang kecil. Waktu yang dibutuhkan mungkin hanya kurang lebih 10 menit.

Bahkan, anak yang sudah sunat bisa langsung memakan celana dan beraktivitas normal. Metode ini juga tidak membutuhkan jahitan hingga perban, sebab kemungkinan terjadi perdarahan kecil. Bahkan, alat kelamin anak sudah bisa kena air setelahnya.

Kekurangannya, proses pemulihan dengan metode sunat ini cukup lama dibandingkan yang konvensional, bisa mencapai 10 hari atau bahkan lebih. Selain itu, ada potensi pembengkakan penis dan hasil kurang baik karena pemotongan kulup yang tidak presisi. Terakhir, tentu saja, biayanya yang lebih mahal dibandingkan sunat biasa atau konvensional. 

Mengutip dari Sultan Qaboos University Medical Journal, sunat cincin dengan metode plastibell aman untuk dilakukan, jika ditangani seseorang yang berpengalaman. Risiko komplikasi pada prosedur ini meningkat 8 kali lipat, apabila dilakukan perawat dibandingkan oleh ahli bedah.

Sunat Cincin untuk Balita

Dewasa ini, anak-anak proses sunat sudah dilakukan sejak balita. Rata-rata orangtua sudah menyunat anaknya dari usia 6 bulan hingga 5 tahun.

Khusus untuk balita, dokter atau ahli bedah punya instruksi khusus untuk perawatan pasca sunat. Umumnya, mereka menyarankan untuk membersihkan penis dengan air hangat setiap berganti popok, terutama setelah buang air besar.

Hindari menggunakan tisu bayi ke penis, sebab bisa menimbulkan sengatan. Cuci alat kelamin bayi saat mandi dengan spons, lalu oleskan dengan krim. Cara ini dilakukan agar luka tidak menempel pada popok.

Pastikan juga untuk tidak menarik cincin plastik yang menempel di penis. Benda tersebut dapat lepas sendirinya dalam waktu sekitar 7-10 hari. Jika masih terus menempel lebih dari 10 hari, atau cincin tersebut terlihat masuk ke batang penis, segera temui ahlinya untuk penanganan.

Itulah pembahasan mengenai bahaya dari sunat cincin, hal ini perlu diketahui setiap orang tua yang ingin menyunat anak prianya. Dengan begitu, pertimbangan untuk pemilihan metode sunat yang paling tepat bisa dilakukan.

Jika memiliki pertanyaan lebih jauh tentang keamanan dan bahaya dari sunat cincin, fitur tanya dokter bisa digunakan untuk mendapatkan jawaban. Dengan download aplikasi Halodoc, segala kemudahan dalam berinteraksi dengan ahli medis bisa dilakukan kapan dan dimana saja. Gunakan aplikasi Halodoc sekarang juga!

Referensi:
Parents. Diakses pada 2022. Plastibell Circumcision: The Procedure, Side Effects, and Aftercare.
Sultan Qaboos University Medical Journal. Diakses pada 2022. Plastibell Circumcision: How Safe is it?