Bukan Cuma Pria, Wanita juga Bisa Melakukan Tes Kesuburan

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Bukan Cuma Pria, Wanita juga Bisa Melakukan Tes Kesuburan

Halodoc, Jakarta - Jika pria memiliki cek sperma, sebagai tes kesuburan untuk menganalisis kesehatan dan kelangsungan hidup sperma, wanita juga punya kok, beberapa jenis tes untuk memeriksa kesuburan dan kesehatan organ-organ reproduksi. Sebab, untuk bisa hamil, organ reproduksi wanita harus berfungsi secara optimal. Apa saja tes kesuburan yang bisa dijalani wanita?

Sebelumnya, perlu diketahui bahwa beberapa organ wanita yang terlibat langsung dan harus memiliki kinerja baik dalam sistem reproduksi adalah rahim, tuba fallopi, dan ovarium (indung telur). Ketika salah satu organ reproduksi tidak bekerja secara optimal, maka dibutuhkan tes kesuburan untuk mengetahui kondisi dan gangguan yang terjadi pada masing-masing organ tersebut.

Baca juga: Tes Kesuburan Sebelum Menikah, Perlukah?

Dokter akan melakukan beberapa tes kesuburan untuk mengidentifikasi beragam masalah yang mungkin menjadi penyebab infertilitas. Selain pemeriksaan organ-organ reproduksi, dokter juga akan melakukan tes fungsi ovulasi dan pemeriksaan hormon untuk memastikan penyebab ketidaksuburan.

Beberapa metode pemeriksaan organ reproduksi wanita yang umum dilakukan adalah:

1. Histerosalfingografi atau HSG

Prosedur pertama yang bisa digunakan untuk memeriksa kondisi organ reproduksi wanita adalah histerosalfingografi (HSG). Tes kesuburan ini menggunakan foto rontgen untuk mengambil gambar bagian dalam rahim, tuba fallopi, dan daerah sekitarnya. Sebelum prosedur ini dilakukan, terlebih dahulu akan disuntikkan cairan kontras ke dalam rahim.

Prosedur ini bertujuan untuk memastikan bahwa rahim dan tuba fallopi dalam kondisi normal. Selain itu, prosedur ini juga bisa digunakan untuk mengetahui adanya masalah dalam rahim yang mungkin menghambat terjadinya pembuahan, seperti struktur abnormal di rahim dan penyumbatan pada tuba fallopi.

Baca juga: Mandul Bisa Dipastikan dengan Tes Kesuburan

2. USG Transvagina

Cara lain yang bisa digunakan untuk mengetahui kondisi organ reproduksi wanita adalah USG transvagina. Prosedur ini adalah pengambilan gambar organ reproduksi menggunakan alat USG melalui Miss V. Organ yang bisa diketahui kondisinya melalui alat ini adalah rahim, tuba fallopi, indung telur, leher rahim, dan Miss V.

Selain untuk alasan infertilitas, tes USG transvagina juga bisa digunakan bagi wanita yang mengalami perdarahan pada Miss V, kehamilan ektopik, nyeri panggul, dan memeriksa posisi alat kontrasepsi dalam rahim. Prosedur ini juga dapat membantu mendiagnosis kanker pada organ reproduksi, kista, keguguran, plasenta previa, dan cacat lahir pada janin.

3. Histeroskopi

Untuk mengetahui kondisi bagian dalam dari organ reproduksi wanita, bisa juga dilakukan prosedur histeroskopi. Prosedur ini biasanya dijalankan dengan alat berupa selang tipis dan fleksibel dengan kamera di ujungnya yang dimasukkan ke rahim. Alat ini akan melihat kondisi bagian dalam dari rahim dan mengambil contoh jaringan jika dibutuhkan.

Prosedur histeroskopi juga dianggap tepat untuk mengetahui penyebab terjadinya pendarahan tidak normal yang dialami rahim. Perdarahan hebat yang terjadi saat mengalami menstruasi atau perdarahan setelah mengalami menopause juga bisa diperiksa penyebabnya melalui metode ini. Histeroskopi juga bisa mendeteksi adanya fibroid, polip, atau kelainan bentuk rahim.

4. Laparoskopi

Selain ketiga prosedur tadi, prosedur lain yang bisa digunakan adalah laparoskopi. Prosedur ini dijalani dengan memasukkan kamera kecil ke perut melalui sayatan kecil yang dibuat di bagian perut. Gunanya untuk melihat seluruh bagian panggul, sehingga bisa mengetahui apa penyebab infertilitas. Beberapa penyebab ketidaksuburan, seperti endometriosis, kista ovarium, dan perlengketan yang disebabkan oleh penyakit di ovarium dan tuba falopi bisa dilihat sekaligus ditangani.

Baca juga: Inilah 10 Faktor Kesuburan Pada Wanita

Itulah sedikit penjelasan tentang jenis-jenis tes kesuburan untuk wanita. Jika kamu membutuhkan informasi lebih lanjut soal hal ini atau gangguan kesehatan lainnya, jangan ragu untuk mendiskusikannya dengan dokter pada aplikasi Halodoc, lewat fitur Talk to a Doctor, ya. Mudah kok, diskusi dengan dokter spesialis yang kamu inginkan pun dapat dilakukan melalui Chat atau Voice/Video Call. Dapatkan juga kemudahan membeli obat menggunakan aplikasi Halodoc, kapan dan di mana saja, obatmu akan langsung diantar ke rumah dalam waktu satu jam. Yuk, download sekarang di Apps Store atau Google Play Store!