07 May 2018

Waspada Bahaya Nomophobia Mengintai Anak

Waspada Bahaya Nomophobia Mengintai Anak

Halodoc, Jakarta – Saat ini, perkembangan teknologi adalah hal yang semakin sulit dipisahkan dengan kehidupan sehari-hari. Tak dapat dimungkiri, hal ini memang banyak membantu dalam memudahkan aktivitas harian dan dalam melakukan pekerjaan. Hanya dengan smartphone di genggaman tangan, banyak hal yang bisa diselesaikan. Mudah bukan?

Namun ternyata, segala kemudahan tersebut bisa membuat seseorang malah kecanduan dan seolah tak bisa melepaskan diri dari teknologi, salah satunya smartphone. Akhirnya, bukan hanya sebagai “alat”, teknologi pun mulai menjelma menjadi sesuatu yang hampir tidak bisa dijauhkan. Bahkan, pada anak-anak.

Jika ibu merasa Si Kecil tidak bisa tenang dan cenderung bermasalah saat dijauhkan dengan smartphone, sebaiknya ibu berhati-hati. Bisa jadi hal itu adalah tanda dari kecanduan smartphone, yaitu nomophobia. Apa itu?

Nomophobia alias no mobile phone phobia adalah kondisi yang dapat membuat seseorang merasa khawatir jika berada jauh dari smartphone. Salah satu gejala dari nomophobia adalah perasaan tidak nyaman dan merasa tidak dapat menyelesaikan aktivitas harian tanpa melibatkan smartphone.

Ada banyak  alasan yang sering dilontarkan oleh orang yang mengidap gangguan ini, terutama saat harus berjauhan dengan smartphone. Seperti tidak bisa menghubungi keluarga atau kerabat, merasa tidak lengkap dan sulit berkomunikasi. Nah, pada anak-anak gejala yang dimunculkan pun tidak jauh berbeda.

Umumnya anak-anak menggunakan smartphone untuk bermain game, atau pada usia sekolah, mereka kerap beralasan untuk keperluan mengerjakan tugas. Namun, jika dibiarkan terlalu “bergantung” pada smartphone, bukan tidak mungkin Si Kecil akan mengalami nomophobia.

Dampak Kecanduan Smartphone pada Kesehatan dan Tumbuh Kembang Anak

Pada dasarnya, dampak dari kecanduan gadget bisa terjadi pada siapa saja. Artinya, tidak peduli jenis kelamin, usia, atau pekerjaan, masalah kecanduan gadget bisa menjadi isu yang sangat memprihatinkan, apalagi pada anak. Pasalnya, di usia awal kehidupan, sangat penting untuk memastikan sang buah hati mendapatkan hal baik yang dibutuhkan untuk tumbuh dan berkembang dengan sempurna.

Kecanduan gadget, salah satunya nomophobia bisa membuat seseorang mengalami penurunan fungsi organ. Terlebih organ-organ yang bersinggungan langsung dengan kebiasaan penggunaan smartphone, seperti mata.

Kondisi ini seringnya ditandai dengan gejala yang bisa segera dikenali. Seperti mata lelah, terasa perih dan kualitas penglihatan terasa berkurang atau memudar. Terkadang, mata yang terlalu tegang juga akan menimbulkan perasaan gatal dan panas pada indra penglihatan tersebut.

(Baca juga: Bahaya Kecanduan Gadget Pada Anak Milenial)

Selain itu, menghabiskan waktu dengan bermain smartphone bisa memicu anak mengalami masalah pada tulang leher. Yaitu rasa sakit karena terlalu lama menatap layar gadget. Tak jarang, anak-anak menghabiskan banyak waktu tanpa melakukan gerakan sedikitpun saat sedang asik bermain smartphone.

Kecanduan gadget pun bisa memberi dampak pada kondisi psikologis anak. Salah satu dampak yang paling terasa adalah menurunnya kualitas tidur, konsentrasi, dan kemampuan anak dalam melakukan beberapa hal. Insomnia pun akan mengintai jika Si Kecil tidak segera dipisahkan dengan paparan cahaya dari layar smartphone.

Daripada membiarkan anak menghabiskan waktu dengan smartphone, cobalah untuk lebih sering mengajaknya berkomunikasi secara langsung. Misalnya mengajak si kecil mengerjakan pekerjaan rumah atau sekadar berbincang singkat untuk menanyakan kabarnya. Ibu juga bisa memnafaatkan hal tersebut untuk mengetahui kondisi kesehatan anak. Jika ia sakit, tidak perlu khawatir. Kini lebih mudah beli obat dan produk kesehatan lain di aplikasi Halodoc. Dengan layanan antar, pesanan akan dikirim ke rumah dalam waktu satu jam. Yuk, download di App Store dan Google Play!