• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Waspada, Ini 4 Bahaya Air Liur Anjing untuk Kesehatan

Waspada, Ini 4 Bahaya Air Liur Anjing untuk Kesehatan

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
undefined

Halodoc, Jakarta - Sama halnya seperti manusia, hewan peliharaan seperti anjing juga bisa menunjukkan perhatian dan kasih sayang. Salah satunya adalah dengan menjilati pemiliknya. Itulah sebabnya dijilat anjing di wajah atau tangan sudah jadi hal yang biasa ketika kamu mencoba bermain bersama mereka. Itulah sebabnya dijilat anjing di wajah atau tangan sudah jadi hal yang biasa ketika kamu mencoba bermain bersama mereka.

Lalu, bagaimana jika dilihat dari segi kesehatan? Apakah air liur anjing ketika hewan tersebut menjilat dapat mendatangkan bahaya bagi kesehatan? Simak lebih lanjut dalam pembahasan berikut, ya!

Baca juga: Manfaat Kesehatan Memiliki Hewan Peliharaan

Bahaya Air Liur Anjing untuk Kesehatan

Ada beberapa masalah kesehatan yang perlu diwaspadai jika terkena air liur anjing, yaitu:

1. Infeksi Bakteri

Infeksi bakteri merupakan salah satu kondisi yang paling sering terjadi akibat terkena air liur anjing. Sebab, dalam air liur dan mulut anjing, terdapat banyak bakteri yang berbahaya bagi manusia. Salah satunya adalah bakteri Capnocytophaga.

Capnocytophaga adalah salah satu bakteri yang umum dijumpai pada mulut manusia, anjing, dan kucing. Orang yang memiliki kekebalan tubuh yang lemah, seperti pada pengidap HIV/AIDS, pecandu alkohol, atau yang sudah menjalani pengangkatan limpa, lebih rentan terkena infeksi akibat bakteri ini. 

2. Infeksi Parasit

Meski jarang terjadi, infeksi parasit akibat air liur anjing tetap perlu diwaspadai. Mengutip laman New York Times, dr. Joe Kinnarney, presiden American Veterinary Medical Association, mengatakan bahwa ada sekitar 20-30 juta telur cacing gelang di saluran usus anak anjing usia satu minggu.

Kedua jenis cacing tersebut dapat menular dari satu anjing ke anjing lainnya, ketika mereka menelan feses atau menjilat anus satu sama lain. Jadi, ketika kamu dijilat anjing, lidah dan air liurnya kemungkinan masih mengandung sisa-sisa feses berisi cacing yang bisa berpindah ke kamu.

Infeksi parasit akibat air liur anjing umumnya dapat menimbulkan gejala seperti gatal-gatal, ruam merah pada kulit, sesak napas, mengi, batuk, sakit perut, diare, demam, dan kelelahan. 

Baca juga: 4 Tips Memilih Hewan Peliharaan untuk Anak

3. Penyakit Kulit Kurap atau Kadas

Air liur anjing juga bisa menyebabkan penyakit kulit seperti kurap atau kadas. Kurap atau kadas disebabkan oleh infeksi jamur. Hal ini terjadi ketika spora jamur dari bagian tubuh yang dijilat anjing terbawa air liur dan menyebarkan spora jamur. 

Kurap adalah penyakit kulit yang ditandai dengan gejala ruam merah yang meradang, terkadang bersisik, dan bentuknya bulat menyerupai cincin. Perlu diketahui bahwa air liur anjing mengandung glikoprotein, yaitu zat yang memicu mekanisme pertahanan tubuh pada beberapa orang.

Penyakit kulit akibat air liur anjing umumnya dapat diobati dengan krim dan salep antijamur ataupun obat antialergi. Jika kamu mengalaminya setelah dijilat anjing, kamu bisa download aplikasi Halodoc untuk membicarakannya pada dokter, agar bisa diresepkan krim atau salep antijamur.

4. Gangguan Pencernaan

Mulut hewan seperti anjing, adalah rumah ideal bagi banyak kuman penyebab penyakit. Apalagi hewan peliharaan yang satu ini seringkali mengenduskan hidung dan moncongnya ke berbagai tempat yang bisa saja kotor, tanpa kamu ketahui. 

Kuman-kuman yang ada di moncong anjing itu bisa berpindah ke manusia dan menyebabkan penyakit. Jenis bakteri yang umum hinggap di mulut anjing adalah clostridium, E. coli, salmonella, dan campylobacter. Bakteri-bakteri tersebut dapat menyebabkan gangguan pencernaan parah pada manusia, mulai dari sakit perut, diare, demam, hingga mual dan muntah.

Baca juga: Ini Alasan Hewan Kesayangan Harus Divaksin

Itulah bahaya air liur anjing bagi kesehatan manusia. Meski mungkin kamu tidak langsung merasakan gejala penyakit setelah dijilat anjing pada tangan dan kaki, waspadalah jika kamu dijilat di area wajah, mata, atau sekitar mulut. 

Ar liur anjing lebih mudah diserap melalui selaput lendir hidung, mulut, dan mata, sehingga risiko untuk terkena penyakit jika dijilat di bagian tersebut akan meningkat. Agar terhindar dari risiko penyakit, penting juga untuk senantiasa menjaga daya tahan tubuh, dengan menerapkan gaya hidup sehat.

Referensi:
Huffington Post. Diakses pada 2020. Why You Shouldn’t Let Your Dog Lick Your Face.
New York Times. Diakses pada 2020. Should You Let Your Dog Lick Your Face?
Prevention. Diakses pada 2020. Dog Licking Owners Face Sick.
CDC. Diakses pada 2020. How Do People Get Infected with Capnocytophaga?