Waspada 5 Komplikasi yang Diakibatkan Necrotizing Enterocolitis

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Waspada 5 Komplikasi yang Diakibatkan Necrotizing Enterocolitis

Halodoc, Jakarta – Si Kecil yang baru lahir ke dunia masih rentan mengalami berbagai masalah kesehatan, salah satunya necrotizing enterocolitis (NEC). NEC termasuk penyakit serius yang umumnya menyerang usus bayi yang lahir prematur. Kondisi ini terjadi dalam 2 minggu pertama setelah dilahirkan dan dipicu oleh konsumsi susu formula.

Baca Juga: Begini Prosedur Diagnosis Necrotizing Enterocolitis

Munculnya NEC diawali dengan bakteri yang masuk kedalam usus dan menyerang dinding usus.  Kondisi ini membuat celah yang memungkinkan bakteri jahat bocor ke bagian perut. Jika tidak diobati, Si Kecil berisiko mengalami infeksi serius dan kematian. Biar ibu lebih waspada, kenali kondisinya terlebih dahulu.

Mengenal Necrotizing Enterocolitis

NEC terjadi ketika lapisan dinding usus mati. Masalah ini hampir selalu berkembang pada bayi yang sakit atau lahir prematur. Penyebab utamanya tidak diketahui secara jelas. Penurunan aliran darah ke usus diduga menjadi penyebab utama karena dapat merusak jaringan. Bakteri di usus dapat menambah masalah, ditambah bayi prematur memiliki respon imun yang belum berkembang untuk menangkal faktor-faktor seperti bakteri atau aliran darah rendah.

Ketidakseimbangan dalam regulasi imun tampaknya juga terlibat dalam NEC. Berikut ini faktor risiko yang meningkatkan peluang terjadinya NEC :

  • Bayi lahir prematur;

  • Bayi yang diberi susu formula bukan ASI. ASI sangat baik untuk bayi yang baru lahir karena mengandung faktor pertumbuhan, antibodi dan sel kekebalan yang dapat membantu mencegah masalah;

  • Bayi yang tinggal di daerah yang sedang terkena wabah tertentu;

  • Bayi yang telah menerima transfusi penukaran darah atau sakit parah.

Seperti Apa Gejala Necrotizing Enterocolitis?

Berikut gejala-gejala NEC yang mirip dengan gejala infeksi, yaitu :

  • Pembengkakan atau perut kembung;

  • Perubahan warna perut;

  • Tinja berdarah;

  • Diare;

  • Tidak nafsu makan;

  • Muntah;

  • Mengalami apnea atau gangguan pernapasan;

  • Demam;

  • Kelesuan.

Baca Juga: Alasan Necrotizing Enterocolitis Terjadi di Kelahiran Prematur

Kalau Si Kecil menunjukan tanda-tanda di atas, periksakan ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Agar tidak mengantre giliran periksa dokter terlalu lama, buat janji dengan dokter lewat aplikasi Halodoc saja. Melalui Halodoc, ibu tinggal memilih dokter di rumah sakit yang tepat sesuai dengan kebutuhan.

Komplikasi Akibat Necrotizing Enterocolitis

NEC dapat membentuk sebuah lubang dalam usus Si Kecil. Akibatnya, bakteri di dalam saluran usus mudah bocor ke dinding usus bahkan terkadang keluar ke rongga perut. Kondisi ini tentunya berbahaya karena bisa menyebabkan infeksi. Kondisi tersebut juga bisa terjadi dalam waktu singkat, sehingga Si Kecil perlu mendapat penanganan sesegera mungkin. Bila tidak segera diobati, ada komplikasi yang mungkin terjadi, seperti:

  • Terbentuknya sebuah lubang di usus;

  • Muncul bekas luka atau daerah sempit (penyempitan) di usus;

  • Tidak bisa menyerap makanan dan nutrisi. Ini dapat terjadi jika sejumlah besar usus harus dikeluarkan;

  • Infeksi parah yang mempengaruhi seluruh tubuh (sepsis);

  • Kematian.

Bagaimana Necrotizing Enterocolitis Diobati?

Biasanya, dokter meminta ibu untuk berhenti menyusui. Si Kecil kemudian diberikan cairan dan nutrisi melalui intravena atau infus. Dokter dapat memberikan antibiotik untuk membantu melawan infeksi. Jika Si Kecil mengalami kesulitan bernapas karena perut bengkak, mereka menerima oksigen tambahan atau bantuan pernapasan.

Baca Juga: Idap Necrotizing Enterocolitis, Ini Cara Menanganinya

Pembedahan mungkin diperlukan pada kasus NEC yang parah. Prosedur ini melibatkan pengangkatan bagian usus yang rusak. Selama perawatan, Si Kecil terus diawasi dengan ketat oleh dokter. Dokter perlu melakukan rontgen dan tes darah secara teratur untuk memastikan penyakitnya tidak memburuk.

Referensi:
Stanford Children’s Health. Diakses pada 2019. Necrotizing Enterocolitis in the Newborn.
WebMD.Diakses pada 2019. What Is Necrotizing Enterocolitis?.
Healthline. Diakses pada 2019. Necrotizing Enterocolitis.