13 June 2018

Waspadai 6 Hal Ini Jika Buang Air Besar Berdarah

penyebab buang air besar berdarah, perdarahan pada saluran cerna, feses berdarah

Halodoc, Jakarta – Setiap orang memiliki jam tubuhnya masing-masing, semisal buang air besar. Ada orang yang buang air besar teratur saat pagi hari atau pun tidak. Itu semua sebetulnya tidak menjadi masalah. Masalah datang ketika kamu menyadari bahwa ternyata kamu mengalami buang air besar berdarah.

Nah, jika sudah begini pasti kamu akan menjadi sangat khawatir. Apalagi jika hal ini terjadi tidak hanya sekali, sudah sepatutnya kamu menjadi khawatir. Sebab, darah yang keluar bersamaan dengan feses merupakan indikasi penyakit serius dalam sistem pencernaanmu.

Jumlah darah yang keluar bersamaan dengan feses pun bisa beragam. Mulai dari sangat sedikit dan hanya bisa diketahui dengan pemeriksaan khusus atau tampak pada tisu saat membersihkan, hingga feses yang berwarna gelap bahkan merah khas darah, sampai-sampai badan menjadi lemas.

Kenali Dulu Warna Darah yang Muncul

Memperhatikan warna darah yang keluar bersama feses dikaitkan dengan lokasi perdarahan yang terjadi di saluran cerna. Pada perdarahan yang terjadi di sekitar anus, maka buang air besar berdarah cenderung akan berwarna cerah. Sementara, apabila perdarahan terjadi di usus besar maka feses akan memiliki warna merah tua. Yang terakhir, jika perdarahan terjadi pada usus kecil, lambung, dan saluran cerna bagian atas lainnya maka efek yang ditimbulkan adalah warna merah kehitaman pada feses.

Penyebab Buang Air Besar Berdarah

Nah, berikut ini juga terdapat beberapa kemungkinan yang menjadi penyebab buang air besar berdarah, yaitu:

  1. Wasir

Penyakit ini dapat disebut juga dengan hemoroid atau ambeien, yakni pembesaran pembuluh darah vena yang menjadi rapuh pada daerah rektum (sisi dalam dari anus), sehingga mudah berdarah saat buang air besar. Proses pembuangan ini pun dapat disertai dengan rasa sakit. Biasanya, darah bisa sampai menetes setelah feses keluar.

(Baca juga: 5 Kebiasaan Untuk Mencegah Wasir)

  1. Penyakit Divertikulum

Divertikula adalah tonjolan berbentuk kantung kecil pada lapisan usus bawah. Biasanya divertikula ini jarang menimbulkan masalah, tetapi ada kalanya terjadi perdarahan atau infeksi.

  1. Anal Fissure

Adalah kondisi kulit anus yang robek, hal ini bisa menyakitkan karena kulit tersebut sangat sensitif. Biasanya darah yang keluar warnanya merah terang. Namun, kamu tidak perlu khawatir karena perdarahan ini akan cepat berhenti dan sembuh sendiri dalam beberapa pekan. Penyakit ini pun juga memungkinkan kamu merasakan ingin terus buang air besar, meski usus sudah kosong.

  1. Tukak Lambung

Penyakit ini menyebabkan luka pada lapisan lambung atau duodenum (ujung atas usus kecil). Beberapa hal yang menyebabkan ini terjadi adalah infeksi akibat bakteri Helicobacter pylori. Namun tidak hanya karena itu saja, konsumsi obat-obatan tertentu semisal obat anti radang, aspirin, ibuprofen, dan naproxen dengan dosis tinggi juga mampu menyebabkan tukak lambung.

  1. Fistula Ani

Fistula ani adalah penyakit akibat terbentuknya saluran kecil antara akhiran usus atau anus sampai kulit di sekitarnya. Hal ini menyebabkan rasa sakit dan berdarah saat kamu buang air besar.

  1. Kanker Usus

Gejala paling umum yang menandakan kamu mengalami kanker usus adalah perdarahan pada dubur. Hal ini pun biasanya terjadi pada stadium awal. Namun, penyakit ini akan lebih mudah disembuhkan jika sedari awal kamu segera memeriksakannya ke dokter.

(Baca juga: Inilah 7 Arti Sakit Perut Sebelah Kiri yang Perlu Diketahui)

Kalau kamu ingin tahu lebih banyak mengenai penyebab buang air besar berdarah dan nutrisi serta vitamin yang direkomendasikan untuk dikonsumsi selama mengalami kondisi ini, kamu bisa tanyakan langsung ke Halodoc. Dokter-dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.