04 August 2017

Waspadai Demam Naik Turun Petanda Gejala 3 Penyakit Ini

Waspadai Demam Naik Turun Petanda Gejala 3 Penyakit Ini

Halodoc, Jakarta - Bila tubuh sedang mengalami kondisi yang kurang fit, biasanya akan memberikan tanda-tanda, salah satunya adalah demam. Demam merupakan tanda bahwa tubuh sedang terserang infeksi atau penyakit. Harap diwaspadai jika mengalami demam naik turun, bisa jadi itu pertanda tubuh kamu sedang mengidap 3 penyakit  ini yakni tifus, malaria, atau demam berdarah.

Pada umumnya bakteri dan virus yang menjadi penyebab infeksi pada manusia untuk berkembang dengan baik bila suhu tubuh kamu berada pada titik di 37,1° celcius. Saat tubuh mengalami demam dan suhu tubuh meningkat, tubuh kamu memberi tanda jika sedang berperang dan mempertahankan diri melawan virus dan bakteri yang menjadi penyebab infeksi tersebut. Biasanya anak kecil mengalami demam  apabila suhu tubuhnya berada di atas 37,2° celcius saat diukur di ketiak, sementara orang dewasa dikatakan demam jika suhu tubuhnya berada di atas 37,2° celcius - 37,5° celcius.

Biasanya demam akan reda dan hilang dalam waktu yang tidak lama. Demam bisa kamu atasi dengan bantuan obat penurun demam yang diberikan oleh dokter,  dijual bebas, atau tidak mengonsumsi obat sama sekali. Namun, perlu diperhatikan jika kamu mengalami demam naik turun, contohnya hari ini kamu demam, besok reda, dan lusa demamnya muncul kembali. Perlu diwaspadai adanya
demam naik turun petanda gejala yang kemungkinan mengindikasikan kamu terserang tiga jenis penyakit di bawah ini.

Demam berdarah
Kemungkinan demam naik turun petanda gejala demam berdarah. Demam berdarah merupakan penyakit infeksi virus dengue yang disebabkan karena gigitan nyamuk aedes aegypti. Perlu diketahui jika Demam Berdarah Dengue (DBD) biasanya terjadi di negara-negara subtropis dan tropis dan banyak terjadi pada musim hujan. Demam berdarah menjadi salah satu penyakit yang menyebabkan hilangnya nyawa seseorang di beberapa negara asia, salah satunya adalah Indonesia. Maka dari itu, jangan anggap remeh demam, karena DBD bisa merenggut nyawa seseorang dalam hitungan hari. Penyakit ini memiliki gejala awal seperti tubuh menggigil, muncul bintik-bintik kemerahan di kulit, dan wajah memerah yang bisa berlangsung selama 2-3 hari. Gejala lain yang muncul pada demam berdarah adalah demam yang naik turun dan biasanya puncak dari demam ini bisa sangat tinggi yang mencapai 40° celcius atau lebih.

(Baca juga: Waspada Infeksi Virus Dengue yang Menyebabkan Demam Berdarah)

Malaria
Selain demam berdarah, penyakit yang sering ditemukan pada negara beriklim tropis dan subtropis adalah malaria. Penyakit ini ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles yang terinfeksi. Demam naik turun petanda gejala malaria bisa mengindikasikan gejala awal. Sebenarnya gejala penyakit malaria hampir sama dengan gejala flu, seperti sakit kepala, panas dingin, tubuh berkeringat, muntah dan terkadang disertai nyeri otot, dan diare. Perlu diketahui, demam naik turun petanda gejala karena malaria terjadi dalam siklus 24-72 jam yang bergantung pada jenis parasit yang menginfeksi. Perlu diperhatikan saat siklus ini, awalnya kamu akan merasa kedinginan dan menggigil. Kemudian muncul demam, rasa kelelahan yang disertai dengan banjir keringat. Gejala tersebut biasanya berlangsung antara 6-12 jam dan kemudian demam turun kembali.

(Baca juga: Cara Penularan Malaria dan Pencegahannya yang Perlu Diwaspadai)

Tifus
Demam naik turun petanda gejala bisa mengarah pada tifus. Tifus (tipes) atau demam tifoid merupakan gejala yang disebabkan oleh infeksi bakteri salmonella typhi yang tertelan oleh pengidap dan biasanya menyebar lewat makanan dan minuman yang telah terkontaminasi. Tifus termasuk penyakit demam parah yang terjadi secara mendadak dan seringkali tidak diketahui penyebabnya. Banyak terjadi di negara-negara berkembang seperti di Indonesia. Hal ini disebabkan karena sanitasi yang kurang baik dan akses air bersih yang terbatas menjadi alasan utama gejala tifus ini berkembang. Selain itu penyebab lain dari gejala tifus diantaranya karena memakan seafood dari air yang telah terkontaminasi urin dan feses terinfeksi, memakan sayur-sayuran yang memakai pupuk dari kotoran manusia yang terinfeksi, meminum produk susu yang telah terkontaminasi, dan memakai toilet yang telah terkontaminasi bakteri.

(Baca juga: Ini Gejala Tifus dan Penyebabnya)

Biasanya, kamu akan merasa tidak enak badan 7-14 hari setelah terinfeksi bakteri, yang disertai dengan tanda seperti sulit buang air besar, nyeri perut, diare, demam tinggi hingga mencapai 39-40° celcius. Demamnya pun naik turun, contohnya di pagi hari suhu tubuh kamu bisa turun, namun saat malamnya bisa kembali naik. Jika pengidap tifus tidak segera mendapat pertolongan, maka akan berakibat gejala bisa bertambah parah dalam beberapa minggu dan berisiko menyebabkan komplikasi yang fatal.


Jangan remehkan bila ada teman, keluarga, atau bahkan diri kamu sendiri yang mengalami demam naik turun. Segera periksakan diri ke dokter atau unit gawat darurat terdekat untuk mendeteksi secara tepat  dan mendapatkan perawatan secepatnya. Kamu bisa menggunakan aplikasi Halodoc. Bicarakan gejalanya dengan dokter yang ada di Halodoc melalui menu Contact Doctor dan kamubisa memilih beberapa cara yakni Chat, Video Call, atau Voice Call di aplikasi dokter Halodoc.


Halodoc pun juga menyediakan layanan Pharmacy Delivery yaitu layanan untuk membeli obat dan vitamin yang memungkinkan kamu memesan kebutuhan obat-obatan lewat smartphone dan bisa langsung diantarkan dalam waktu kurang dari satu jam. Pembayarannya pun boleh cash on delivery (COD). Ayo download aplikasi Halodoc di App Store dan Google Play sekarang.