05 September 2018

Yakin Saraf Berfungsi dengan Baik? Intip Tes Saraf Sederhana Ini

tes saraf

Halodoc, Jakarta - Saraf, saraf tulang belakang, dan otak merupakan tiga bagian tubuh yang amat penting. Peran ketiganya membentuk sistem saraf secara bersama-sama untuk mengontrol semua fungsi tubuh. Mulai dari pertumbuhan dan perkembangan otak, pikiran/emosi, proses belajar dan ingatan, pergerakan, keseimbangan dan koordinasi, hingga suhu tubuh.

Bila saraf terganggu, pastinya fungsi tubuh yang berkaitan dengan hal-hal di atas juga ikut terganggu. Oleh sebab itu, penting bagi dirimu untuk menjaga kesehatan saraf ini. Nah, salah satu cara untuk mengetahui baik-tidaknya fungsi saraf, kamu bisa lo mengetahuinya melalui tes saraf di bawah ini, seperti dirangkum dalam buku Sehat Itu Murah - Dr. Handrawan Nadesul.

Ketahui Lewat Tes Saraf

1. Tes Keseimbangan

Tes saraf yang satu ini cukup sederhana. Cobalah berjalan lurus sambil berjingkat. Bila dirimu dapat berjalan dengan baik, tanpa kesulitan, berarti kondisi saraf baik. Namun, tak demikian bila sudah ada gangguan keseimbangan tubuh.

2. Tes Romberg

Tes ini juga berkaitan dengan keseimbangan tubuh. Caranya, berdirilah dengan kaki rapat dan lengan tegap di sisi badan. Kondisi saraf yang normal bisa mempertahankan posisi ini baik dengan mata terbuka atau tertutup. Mungkin ada kalanya sedikit oleng saja. Namun, kondisi saraf yang abnormal bisa sampai langsung oleng ketika menjajal tes ini.

3. Rentangkan Lengan

Tes saraf yang ini bisa dilakukan dengan cara berdiri tegak dengan lengan direntangkan ke depan telapak tangan ke atas. Kondisi normal bisa mempertahankan posisi ini sedikitnya 30 detik. Namun, abnormal bisa ditandai dengan posisi yang berubah sebelum 30 detik.

4. Lengan Ditegakkan

Sama halnya dengan tes di atas, tapi lengan diangkat tegak ke atas dengan telapak ke depan. Bagi kamu yang memiliki kondisi saraf normal, bisa mempertahankan posisi ini sedikitnya 30 detik. Kondisi abnormal bisa berubah posisi sebelum 30 detik.

5. Tes Refleks Lutut

Orang yang diperiksa pada tes saraf ini duduk dengan tungkai bebas menggantung dan singsingkan celana. Lalu, siapkan palu pemukul dari bahan lentur (karet) atau gagang gunting.

Kemudian, cari lokasi di bagian bawah antara tulang tempurung lutut dan bagian atas tulang kering, raba uratnya. Pastikan tungkai dalam keadaan relaks, dan ketuk bagian urat tersebut. Normalnya tungkai akan mengetul (menendang) setiap kali ketukan dilakukan. Ketulan lutut kiri dan kanan, normalnya sama kuat.

6. Point-to-Point Test

Tesnya dimulai dengan mengangkat jemari tangan di hadapan orang yang diperiksa. Lalu, mintalah yang diperiksa menyentuh jari pemeriksa lalu menyentuh hidungnya sendiri. Lakukan hal ini berulang-ulang beberapa kali.

Kemudian, lakukan dengan mata terpejam. Kondisi saraf yang abnormal biasanya akan terjadi kecanggungan gerakan, atau hasilnya tidak akurat.

7. Discrimintation Test

Mintalah orang yang diperiksa memejamkan matanya dalam tes saraf ini. Lalu, pemeriksa menyentuh bagian tubuh yang diperiksa pada kedua sisi sama kuat pada waktu yang bersamaan. Orang yang memiliki kondisi saraf yang normal, akan merasakan sentuhan yang sama kuat pada kedua sisi yang disentuh. Namun, kondisi saraf yang abnormal tak demikian.

Punya keluhan saraf atau kesehatan lainnya? Enggak perlu panik, kamu bisa lo bertanya langsung pada dokter ahli melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!

Baca juga: