• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Yang Perlu Diketahui tentang Penyakit Perlemakan Hati non Alkohol

Yang Perlu Diketahui tentang Penyakit Perlemakan Hati non Alkohol

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
undefined

Halodoc, Jakarta – Perlemakan hati non alkohol alias non-alcoholic fatty liver disease merupakan salah satu jenis penyakit perlemakan hati. Seperti namanya, penyakit yang menyerang organ hati ini tidak terjadi karena konsumsi alkohol- seperti kebanyakan penyakit hati lainnya. Lantas, apa saja penyebab penyakit perlemakan hati non alkohol? 

Sebelumnya perlu diketahui, perlemakan hati adalah penyakit yang terjadi karena ada penumpukan lemak berlebih pada organ hati. Penyakit perlemakan hati bisa ditandai dengan beberapa gejala, salah satunya berat organ hati yang melebihi ukuran normal. Jika dilihat dari penyebabnya, penyakit ini dibedakan menjadi dua jenis, yaitu perlemakan hati alkohol dan perlemakan hati non alkohol. 

Baca juga: Mengenal Perlemakan Hati Non-Alkohol

Perlemakan Hati Non-Alkohol dan Tanda-tandanya 

Penyakit perlemakan hati non-alkohol ditandai dengan bertambahnya ukuran dan berat organ liver, hingga 10 persen dan biasanya terdeteksi melalui pemeriksaan fisik oleh dokter. Kondisi ini tidak boleh diabaikan, sebab penyakit yang menyerang hati bisa menyebabkan terjadinya gangguan fungsi pada organ tersebut. Padahal, hati memiliki fungsi yang terbilang penting di dalam tubuh. 

Jika tidak ditangani dengan cepat dan tepat, penyakit perlemakan hati bisa memicu komplikasi, termasuk peradangan organ hati. Semakin lama, kondisi ini bisa menimbulkan jaring parut hingga sirosis. Penyakit perlemakan hati dibedakan menjadi dua jenis, tergantung pada penyebabnya. Perlemakan hati alkohol disebabkan oleh konsumsi minuman beralkohol terlalu banyak. Sementara perlemakan hati non alkohol bisa disebabkan oleh faktor lain. 

Perlemakan liver non-alkohol biasanya terjadi pada orang yang hanya sesekali mengonsumsi minuman beralkohol atau yang tidak mengonsumsi alkohol sama sekali. Meski begitu, hingga kini masih belum diketahui secara pasti apa yang menjadi penyebab penyakit ini. Namun, ada beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko penyakit perlemakan hati non alkohol, di antaranya mengalami berat badan berlebih alias obesitas, kolesterol tinggi, kadar trigliserida dalam darah tinggi, serta mengidap penyakit diabetes. Pola makan yang buruk juga disebut bisa meningkatkan risiko penyakit perlemakan hati non alkohol. 

Baca juga: Gejala Ini Ditimbulkan Penyakit Hati Berlemak non-Alkohol

Penyakit perlemakan hati non alkohol seringkali muncul tanpa ditandai dengan gejala yang jelas. Kalaupun ada, gejala yang muncul biasanya bersifat umum, seperti kelelahan, tubuh terasa lemah, kehilangan berat badan, mual dan muntah, nyeri tubuh, mata berubah kuning, gatal-gatal, pembengkakan pada bagian tubuh tertentu, serta muncul gangguan pada kondisi mental. 

Kabar buruknya, belum ada pengobatan spesifik yang bisa dilakukan untuk mengatasi penyakit perlemakan hati non alkohol. Biasanya, penyakit ini ditangani dengan menerapkan gaya hidup sehat dan menghindari hal-hal yang bisa meningkatkan risiko penyakit, misalnya kebiasaan mengonsumsi minuman beralkohol secara berlebihan. 

Selain itu, mulailah dengan rutin mengonsumsi makanan seimbang dan rutin berolahraga. Cukup beristirahat dan mengelola stres dengan baik juga bisa dilakukan untuk menurunkan risiko penyakit perlemakan hati non alkohol.

Baca juga: Ini Perbedaan Perlemakan Hati Alkohol dengan Perlemakan Hati Non-Alkohol

Lengkapi juga kesehatan tubuh dengan mengonsumsi suplemen dan vitamin tambahan. Biar lebih mudah, beli vitamin dan produk kesehatan lain yang dibutuhkan di aplikasi Halodoc. Dengan layanan antar, pesanan akan dikirim ke rumah dalam waktu satu jam. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google play! 

Referensi:
WebMD. Diakses pada 2021. Fatty Liver Disease (Hepatic Steatosis).
American Liver Foundation. Diakses pada 2021. The Facts About Non-Alcoholic Fatty Liver Disease.
Mayo Clinic. Diakses pada 2021. Nonalcoholic fatty liver disease.
NHS UK. Diakses pada 2021. Non-alcoholic fatty liver disease (NAFLD).