02 February 2018

Yang Perlu Diperhatikan Sebelum Cukur Rambut Bayi

Yang Perlu Diperhatikan Sebelum Cukur Rambut Bayi

Halodoc, Jakarta – Ketika berumur 40 hari, bayi dinilai sudah memiliki kondisi fisik yang cukup kuat dan siap bertemu dengan orang banyak, sehingga ibu dapat membawa Si Kecil ke salon untuk mencukur rambutnya. Namun, ada juga sebagian ibu yang masih takut mencukur rambut bayi karena menganggap kepala bayi masih terlalu lunak dan dapat mudah terluka. Memang tidak ada keharusan bagi ibu untuk mencukur rambut bayi, tapi sebenarnya hal ini dapat memberi banyak manfaat untuk kesehatan Si Kecil lho.

Akar rambut bayi mulai terbentuk sejak ia berusia 8 minggu di dalam kandungan dan terus berkembang sampai ia lahir. Rambut pertama yang dimiliki bayi ini disebut juga dengan velus. Rambut ini sangat tipis dan tiap helainya jauh lebih halus dibanding helai rambut orang dewasa. Sejak minggu pertama kelahirannya sampai 12 minggu, rambut halus ini akan rontok dengan sendirinya. Namun, ternyata mencukur rambut halus bayi dapat memberikan banyak manfaat kesehatan untuknya lho.

  • Membersihkan Kepala

Pada saat dilahirkan, banyak lemak dan kotoran rahim ibu yang menempel di sekujur tubuh bayi, termasuk di kepalanya. Belum lagi, keringat dan cairan gumoh yang tidak sengaja menempel di rambutnya akan membuat kepala bayi menjadi kotor. Jadi, dengan mencukur rambut bayi, kotoran-kotoran yang menempel di rambut akan hilang dan kepalanya pun menjadi bersih.  

  • Agar Mudah Terlihat Ketika Ada Iritasi

Kepala plontos bayi akan memudahkan ibu untuk mengetahui jika ada iritasi, bisul, luka, atau ruam di kepalanya. Cukur rambut juga wajib dilakukan jika terdapat bisul di kepala bayi. Dengan kepala yang bersih dari rambut, pengobatan bisul pun akan lebih mudah dilakukan dan mencegah infeksi bertambah parah.

  • Lebih Adem

Cuaca yang panas dapat membuat bayi banyak berkeringat dan jika dibiarkan, maka akan timbul biang keringat atau merah-merah di kepala Si Kecil.  Dengan mencukur rambutnya, Si Kecil pun akan merasa adem dan lebih nyaman, karena hembusan angin akan langsung mengenai kepalanya sehingga mengurangi kegerahan.

Cara Mencukur Rambut Bayi

Agar bayi tidak rewel dan menangis saat dicukur, ibu dapat memotong rambutnya ketika ia sedang tertidur lelap. Memotong rambut bayi bisa menghabiskan waktu sebanyak dua jam, jadi ibu harus rileks dan hati-hati saat melakukannya. Berikut cara mencukur rambut bayi yang benar yang perlu ibu ketahui:

  1. Sebelum mulai mencukur, basahi dulu rambut bayi untuk mempermudah ibu memotong rambutnya.
  2. Cari posisi yang aman dan nyaman untuk mencukur rambut bayi. Ibu dapat menaruh handuk kecil sebagai alas di bawah kepalanya. Lalu angkat sedikit kepala bayi dan cukur dengan perlahan-lahan.
  3. Gunting rambut bayi yang panjang terlebih dahulu. Lakukan dengan hati-hati agar bayi tidak kaget.
  4. Setelah selesai menggunting rambut bayi yang panjang, basahi seluruh kepalanya dengan air hangat.
  5. Lalu bersihkan sisa rambut dengan menggunakan pisau cukur. Arah gerak mencukur yang benar adalah vertikal ke bawah. Perhatikan posisi kemiringan penampang terhadap kulit kepala dan tekan sedikit pisau cukur secara perlahan-lahan saat mencukur. Ibu harus ekstra hati-hati menggunakan pisau cukur agar tidak melukai kepala bayi.
  6. Jika ibu tidak sengaja melukai kepala kulit bayi saat mencukur, jangan panik. Segera obati luka dengan menggunakan antiseptik dengan menggunakan ke cotton buds secara perlahan-lahan.

Itulah cara mudah mencukur rambut bayi yang baru lahir. Jika setelah kepalanya plontos, ibu menemukan noda yang membentuk seperti pulau-pulau di kulit kepalanya, itu adalah kerak kepala atau yang sering disebut juga cradle cap. Sebaiknya ibu membersihkan kerak kepala ini karena jika dibiarkan, maka dapat menghambar sirkulasi keringat yang mengakibatknya munculnya berbagai macam gangguan kulit. Ibu bisa membaca Cara Bersihkan Kulit Kepala Bayi dari Kerak untuk mendapatkan informasi lebih lanjutnya.

Jika ibu ingin bertanya lebih lanjut seputar cara merawat rambut bayi, ibu bisa menghubungi dokter melalui aplikasi Halodoc.  Ibu bisa berbicara dengan dokter melalui Voice/Video Call dan Chat kapan saja dan di mana saja. Selain itu, ibu juga bisa membeli produk kesehatan yang dibutuhkan melalui Halodoc dan pesanan akan diantarkan ke lokasi tujuan dalam satu jam. Kini, Halodoc juga memiliki fitur Lab Service yang memudahkan ibu untuk melakukan berbagai macam tes kesehatan. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.