02 August 2018

Yuk, Cari Tahu Penyebab Mata Silinder

penyebab mata silinder, mata silinder, mengatasi mata silinder,mengurangi mata silinder

Halodoc, Jakarta – Mata silinder atau sering juga disebut dengan astigmatisma adalah kondisi mata yang disebabkan oleh kesalahan bentuk kornea. Bentuk kornea mata yang tidak teratur dapat mengubah cara cahaya melewati atau pun membias di retina. Ini menyebabkan pandangan kabur ataupun terganggu.

Ada dua tipe mata silinder, yaitu silinder kornea dan silinder lenticular. Silinder kornea terjadi karena kornea mengalami cacat. Sedangkan silinder lenticular merupakan kondisi ketika lensa matamu memiliki bentuk yang salah. Kedua kondisi ini pada umumnya terjadi secara genetis.

Tidak dapat dimungkiri, mata silinder umum terjadi pada anak-anak dan dibawa sampai dewasa. Risiko kamu mengidap silinder lebih tinggi bila memiliki beberapa riwayat berikut ini:

-Riwayat keluarga dengan silinder atau gangguan mata lainnya seperti degenerasi kornea.

-Jaringan parut atau penipisan kornea mata.

-Rabun jauh yang berlebihan, sehingga membuat pandangan kabur di kejauhan.

-Rabun dekat yang berlebihan, sehingga membuat pandangan close up yang kabur.

-Pernah melakukan jenis operasi mata tertentu seperti operasi katarak.

Beberapa orang memiliki gejala mata silinder yang berbeda. Namun, gejala yang paling umum adalah pandangan menjadi kabur, kesulitan melihat pada malam hari, merasakan ketegangan pada mata, sering menyipitkan mata, mata menjadi teriritasi, dan sering sakit kepala.

Biasanya, mata silinder bisa didiagnosis melalui beberapa tes dan penilaian medis. Beberapa pemeriksaannya meliputi tes penilaian ketajaman visual. Kamu akan dites membaca pada jarak tertentu untuk memastikan apakah kamu dapat melihat huruf-huruf tersebut atau tidak. Baca juga: Nyeri di Telinga, Bisa Jadi Otitis Media

Ada juga tes refraksi untuk memeriksa seberapa tepat penglihatanmu dan bagian mata mana yang memberikan informasi penglihatan ke kamu. Setelah kedua tes tersebut, ada juga tes keratometri untuk mencari tahu kondisi lengkungan kornea.

Perawatan untuk mata silinder bisa dilakukan dengan beberapa cara. perawatan bisa dengan penggunaan lensa korektif atau penggunaan lensa kontak kaku untuk mengoreksi lekukan tidak teratur pada kornea mata.

Operasi juga bisa jadi pilihan cara untuk menangani mata silinder. Biasanya, pilihan operasi dilakukan bila kondisi mata silinder sudah cukup parah. Operasi ini melibatkan penggunaan laser atau pun pisau kecil untuk membentuk kembali kornea mata.

Mengurangi Gejala Mata Silinder

Selain faktor keturunan, penyebab mata silinder juga bisa terjadi karena faktor lingkungan. Di antaranya adalah selalu sering terpapar cahaya, membiarkan mata terpapar gadget terlalu lama, dan tidak menjaga kesehatan mata. Untuk beberapa kondisi tertentu, kamu bisa mengurangi gejala mata silinder dengan mengonsumsi makanan yang baik untuk mata seperti wortel, ikan tuna, dan buah-buahan segar.

Mengurangi kebiasaan jelek juga bisa meminimalisir gejala mata silinder. Ketika mata terasa lelah, jangan memaksakan diri untuk membuka mata. Kompres mata dengan air hangat atau irisan mentimun supaya mata bisa rileks. Lindungi mata dari debu dan polusi dengan menggunakan kacamata adalah cara-cara lain untuk menjaga kesehatan mata.

Kalau kamu ingin tahu lebih banyak mengenai penyebab mata silinder serta bagaimana penanganannya, bisa tanyakan langsung ke Halodoc. Dokter-dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.