TAPSE: Pahami Cara Jantung Kanan Bekerja Optimal

TAPSE atau Tricuspid Annular Plane Systolic Excursion adalah pengukuran ekokardiografi vital untuk mengevaluasi fungsi sistolik ventrikel kanan jantung. Pemeriksaan ini menilai pergerakan longitudinal cincin katup trikuspid menuju apeks jantung selama kontraksi atau sistole. Nilai TAPSE yang normal umumnya lebih dari 20 mm. Penurunan nilai TAPSE sering kali menjadi indikasi disfungsi ventrikel kanan dan berfungsi sebagai prediktor penting untuk prognosis pada berbagai kondisi jantung dan paru.
Apa Itu TAPSE?
TAPSE merupakan singkatan dari Tricuspid Annular Plane Systolic Excursion. Ini adalah parameter yang digunakan dalam pemeriksaan ekokardiografi, atau yang sering dikenal sebagai USG jantung, untuk mengukur kinerja pompa bilik jantung bagian kanan. Pengukuran ini secara spesifik menilai seberapa jauh cincin katup trikuspid bergerak secara vertikal ke arah ujung jantung (apeks) saat jantung berkontraksi. Pergerakan ini mencerminkan kapasitas ventrikel kanan untuk memompa darah.
Fungsi dan Pentingnya TAPSE dalam Penilaian Jantung
Ventrikel kanan berfungsi memompa darah ke paru-paru. TAPSE secara khusus mengukur gerakan memendek memanjang yang dominan pada ventrikel kanan, yaitu gerakan memendek saat sistole (kontraksi) dan memanjang saat diastole (relaksasi). Pengukuran TAPSE sangat penting karena memberikan gambaran langsung mengenai kapasitas ventrikel kanan untuk berkontraksi dan memompa darah secara efektif. Penurunan nilai TAPSE mengindikasikan adanya disfungsi atau gangguan pada ventrikel kanan.
Selain itu, TAPSE memiliki nilai prognostik yang signifikan. Artinya, nilai TAPSE dapat membantu memprediksi perjalanan penyakit dan hasil klinis pasien pada kondisi seperti gagal jantung, hipertensi pulmonal, atau penyakit paru obstruktif kronis (PPOK).
Bagaimana TAPSE Diukur Melalui Ekokardiografi?
Pengukuran TAPSE dilakukan menggunakan ekokardiografi, sebuah prosedur pencitraan jantung non-invasif yang memanfaatkan gelombang suara. Dokter atau teknisi medis akan menempatkan transduser pada dada pasien untuk mendapatkan gambaran jantung.
Secara teknis, pengukuran TAPSE dilakukan dengan menempatkan kursor M-mode pada anulus trikuspid lateral. Ini dilakukan pada pandangan empat ruang apeks (apical four-chamber view). Kursor M-mode merekam pergerakan dinding jantung dari waktu ke waktu, memungkinkan pengukuran jarak pergerakan cincin katup trikuspid dari fase diastole ke sistole.
Interpretasi Nilai TAPSE: Normal dan Abnormal
Nilai normal TAPSE umumnya dianggap lebih dari 20 mm, atau setara dengan 2 cm. Nilai di atas ambang batas ini menunjukkan fungsi sistolik ventrikel kanan yang baik. Namun, penting untuk dicatat bahwa nilai normal dapat bervariasi sedikit tergantung pada usia, jenis kelamin, dan kondisi fisik individu.
Penurunan nilai TAPSE di bawah 20 mm mengindikasikan adanya disfungsi ventrikel kanan. Kondisi ini dapat menjadi tanda peringatan awal atau menunjukkan perkembangan penyakit jantung. Semakin rendah nilai TAPSE, semakin berat disfungsi ventrikel kanan yang mungkin terjadi.
Kondisi Medis yang Berhubungan dengan Penurunan TAPSE
Penurunan nilai TAPSE sering kali dikaitkan dengan beberapa kondisi medis yang serius, yang memengaruhi kesehatan jantung dan paru-paru. Beberapa di antaranya meliputi:
- Gagal jantung: Kondisi ketika jantung tidak dapat memompa darah secara efektif untuk memenuhi kebutuhan tubuh.
- Hipertensi pulmonal: Tekanan darah tinggi di pembuluh darah paru-paru, yang membebani ventrikel kanan.
- Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK): Kelompok penyakit paru yang menyebabkan aliran udara terhambat dan sering kali memengaruhi fungsi jantung kanan.
Deteksi dini penurunan TAPSE pada kondisi ini memungkinkan intervensi medis yang lebih cepat dan tepat.
Kapan Pemeriksaan TAPSE Dibutuhkan?
Pemeriksaan TAPSE biasanya direkomendasikan oleh dokter apabila ada kecurigaan masalah pada ventrikel kanan atau pada pasien dengan riwayat penyakit jantung dan paru-paru tertentu. Indikasi untuk melakukan pemeriksaan TAPSE meliputi:
- Evaluasi pasien dengan gagal jantung yang diketahui atau dicurigai.
- Pemantauan pasien dengan hipertensi pulmonal.
- Pemeriksaan pada individu dengan PPOK untuk menilai dampak pada jantung.
- Penilaian fungsi jantung pada pasien yang mengalami gejala seperti sesak napas, kelelahan, atau pembengkakan.
Langkah Selanjutnya Setelah Pemeriksaan TAPSE
Jika hasil pemeriksaan TAPSE menunjukkan nilai yang abnormal, langkah selanjutnya adalah berkonsultasi dengan dokter spesialis jantung. Dokter akan melakukan evaluasi menyeluruh, mempertimbangkan riwayat medis, gejala klinis, dan hasil pemeriksaan penunjang lainnya. Berdasarkan informasi ini, dokter dapat menentukan diagnosis yang tepat dan merencanakan penanganan yang sesuai. Penanganan mungkin melibatkan perubahan gaya hidup, pemberian obat-obatan, atau prosedur medis tertentu, tergantung pada kondisi yang mendasari.
Memahami nilai TAPSE adalah bagian penting dari penilaian kesehatan jantung. Apabila memiliki kekhawatiran terkait fungsi jantung atau mengalami gejala yang mencurigakan, segera konsultasikan kondisi tersebut dengan profesional medis. Melakukan pemeriksaan dan mendapatkan diagnosis dini sangat krusial untuk penanganan yang optimal. Untuk konsultasi lebih lanjut atau mencari informasi kesehatan lainnya, dapat mengunjungi Halodoc.



