Ad Placeholder Image

Yuk, Pahami Ciri Ciri Terkena DB Agar Lebih Siaga

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   21 April 2026

Ciri Ciri Terkena DB? Ini Tanda Wajib Tahu!

Yuk, Pahami Ciri Ciri Terkena DB Agar Lebih SiagaYuk, Pahami Ciri Ciri Terkena DB Agar Lebih Siaga

Ciri-Ciri Terkena DB yang Perlu Diwaspadai: Panduan Lengkap untuk Deteksi Dini

Demam berdarah dengue (DBD) adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus dengue dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Mengenali ciri-ciri terkena DB sejak dini sangat penting untuk mendapatkan penanganan yang tepat dan mencegah komplikasi serius. Penyakit ini memiliki fase perjalanan yang khas, dari gejala awal hingga tanda-tanda bahaya yang memerlukan perhatian medis segera.

Apa Itu Demam Berdarah (DBD)?

Demam berdarah dengue adalah infeksi virus yang dapat menyerang siapa saja, terutama di daerah tropis dan subtropis. Virus dengue memiliki empat serotipe, dan infeksi oleh salah satu serotipe tidak memberikan kekebalan terhadap serotipe lain, sehingga seseorang bisa terinfeksi DBD lebih dari satu kali. Penyakit ini bisa berkembang menjadi parah jika tidak ditangani dengan baik.

Fase dan Ciri-Ciri Terkena DB

Perjalanan penyakit demam berdarah umumnya terbagi menjadi tiga fase: fase demam, fase kritis, dan fase pemulihan. Setiap fase menunjukkan ciri-ciri terkena DB yang berbeda.

Fase Demam (Gejala Awal DBD)

Fase ini biasanya berlangsung selama 2-7 hari. Gejala yang muncul seringkali mirip dengan infeksi virus lainnya, sehingga sulit dibedakan pada awalnya. Beberapa ciri-ciri terkena DB di fase ini meliputi:

  • Demam tinggi mendadak: Suhu tubuh bisa mencapai 39-40°C secara tiba-tiba dan berlangsung selama 2-7 hari.
  • Sakit kepala hebat: Seringkali terasa di belakang mata.
  • Nyeri otot, sendi, dan tulang: Rasa nyeri yang parah di seluruh tubuh, sering disebut “breakbone fever”.
  • Lemah dan lesu: Tubuh terasa tidak bertenaga dan cepat lelah.
  • Nafsu makan menurun: Kesulitan untuk makan atau minum.
  • Mual, muntah, atau diare: Gangguan pencernaan bisa terjadi.
  • Ruam kulit: Bercak kemerahan atau bintik-bintik merah kecil (petekie) bisa muncul di kulit setelah beberapa hari demam.

Pada fase ini, penting untuk menjaga asupan cairan dan istirahat yang cukup. Hindari obat golongan NSAID seperti ibuprofen atau aspirin karena dapat meningkatkan risiko pendarahan.

Fase Kritis (Tanda Bahaya DBD)

Fase ini adalah yang paling berbahaya dan biasanya terjadi setelah demam tinggi mulai turun, sekitar hari ke-3 hingga ke-7 sakit. Penurunan demam seringkali memberikan kesan sembuh, namun justru ini adalah saat plasma darah dapat merembes keluar dari pembuluh darah. Beberapa tanda bahaya yang memerlukan penanganan medis segera meliputi:

  • Penurunan suhu tubuh ekstrem: Meskipun demam turun, kondisi pasien tidak membaik.
  • Nyeri perut hebat: Terutama di ulu hati atau bagian kanan atas perut.
  • Muntah terus-menerus: Dengan atau tanpa darah.
  • Pendarahan: Mimisan, gusi berdarah, bintik merah keunguan di kulit, atau buang air besar berwarna hitam (melena).
  • Lemas ekstrem: Atau gelisah dan mudah mengantuk.
  • Sesak napas: Atau kesulitan bernapas.
  • Pembesaran hati: Terkadang teraba.

Jika salah satu dari tanda bahaya ini muncul, pasien harus segera dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan intensif.

Penyebab Demam Berdarah

Demam berdarah disebabkan oleh empat jenis virus dengue (DENV-1, DENV-2, DENV-3, DENV-4) yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Nyamuk-nyamuk ini aktif menggigit pada siang hari dan banyak berkembang biak di genangan air bersih di sekitar lingkungan manusia.

Penanganan dan Pengobatan Demam Berdarah

Hingga saat ini, belum ada obat antivirus spesifik untuk demam berdarah. Penanganan DBD bersifat suportif, bertujuan untuk meredakan gejala dan mencegah komplikasi. Beberapa langkah penanganan meliputi:

  • Istirahat total: Membantu tubuh melawan infeksi.
  • Cukupi cairan: Minum banyak air, jus buah, atau larutan oralit untuk mencegah dehidrasi.
  • Dosis harus disesuaikan dengan usia dan berat badan.
  • Pantau tanda-tanda bahaya: Pasien perlu dipantau secara ketat, terutama saat memasuki fase kritis.
  • Perawatan di rumah sakit: Jika muncul tanda-tanda bahaya, rawat inap mungkin diperlukan untuk pemberian cairan infus dan pemantauan kondisi yang lebih intensif.

Cara Mencegah Demam Berdarah

Pencegahan DBD adalah kunci untuk menghindari penyakit ini. Langkah-langkah pencegahan berfokus pada pemberantasan nyamuk Aedes aegypti dan sarang perkembangbiakannya. Metode 3M Plus adalah strategi yang paling efektif:

  • Menguras: Rutin menguras tempat penampungan air seperti bak mandi, vas bunga, dan tempat minum burung.
  • Menutup: Menutup rapat tempat penampungan air agar nyamuk tidak dapat masuk dan bertelur.
  • Mendaur ulang/Mengubur: Memanfaatkan atau menyingkirkan barang bekas yang dapat menampung air hujan.
  • Plus: Tindakan tambahan seperti menaburkan bubuk larvasida pada tempat penampungan air yang sulit dikuras, menggunakan kelambu saat tidur, memakai losion anti nyamuk, memelihara ikan pemakan jentik, dan memasang kawat kasa pada ventilasi rumah.

Kapan Harus ke Dokter? Rekomendasi dari Halodoc

Jika seseorang mengalami demam tinggi yang tidak kunjung reda dalam 2-3 hari disertai salah satu ciri-ciri terkena DB yang disebutkan di atas, sangat penting untuk segera berkonsultasi dengan dokter. Terlebih lagi, jika muncul tanda-tanda bahaya di fase kritis, jangan menunda untuk mencari pertolongan medis darurat. Deteksi dini dan penanganan yang tepat dapat menyelamatkan nyawa. Melalui aplikasi Halodoc, dapat berkonsultasi dengan dokter umum atau spesialis untuk mendapatkan diagnosis dan rencana penanganan yang akurat.