13 March 2019

10 Faktor yang Dapat Meningkatkan Risiko Solusio Plasenta

10 Faktor yang Dapat Meningkatkan Risiko Solusio Plasenta

Halodoc, Jakarta – Solusio plasenta atau yang kerap disebut juga abrupsio plasenta adalah komplikasi kehamilan yang jarang, namun serius. Plasenta berkembang di rahim selama kehamilan. Ini menempel pada dinding rahim dan memasok bayi dengan nutrisi dan oksigen. Solusio plasenta terjadi ketika plasenta sebagian atau seluruhnya terpisah dari dinding bagian dalam rahim sebelum melahirkan.

Ini dapat mengurangi atau menghalangi pasokan oksigen dan nutrisi bayi yang menyebabkan pendarahan hebat pada ibu. Solusio plasenta sering terjadi secara tiba-tiba. Jika tidak dirawat, itu membahayakan ibu dan bayinya.

Faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko solusio plasenta, meliputi:

  1. Solusio plasenta pada kehamilan sebelumnya, kecuali jika solusinya disebabkan oleh trauma abdomen dengan asumsi trauma tidak terulang pada kehamilan saat ini

  2. Tekanan darah tinggi kronis (hipertensi)

  3. Tekanan darah tinggi selama kehamilan menghasilkan preeklampsia atau eklampsia

  4. Jatuh atau jenis pukulan lain ke perut

  5. Merokok

  6. Penggunaan kokain selama kehamilan

  7. Ketuban pecah dini yang menyebabkan kebocoran cairan ketuban sebelum akhir kehamilan

  8. Infeksi di dalam rahim selama kehamilan (korioamnionitis)

  9. Kehamilan kembar

  10. Hamil di usia tua di atas 40 tahun

Baca juga: Pada Usia Kehamilan ke Berapa Solusio Plasenta Bisa Terjadi?

Komplikasi Solusio Plasenta

Solusio plasenta dapat menyebabkan masalah yang mengancam jiwa bagi ibu dan bayi. Bagi ibu, solusio plasenta dapat menyebabkan:

  1. Syok karena kehilangan darah

  2. Masalah pembekuan darah (koagulasi intravaskular diseminata)

  3. Kebutuhan akan transfusi darah

  4. Gagal ginjal atau organ lain akibat kehilangan darah yang signifikan

  5. Walaupun jarang terjadi, namun ketika perdarahan uterus tidak dapat dikontrol, histerektomi mungkin diperlukan

Untuk bayi, solusio plasenta dapat menyebabkan:

  1. Keterbatasan pertumbuhan karena tidak mendapatkan nutrisi yang cukup

  2. Tidak mendapat cukup oksigen

  3. Lahir prematur

  4. Mati saat dilahirkan

Ibu tidak dapat mencegah solusio plasenta, namun dapat mengurangi faktor risiko tertentu. Misalnya, jangan merokok atau menggunakan obat-obatan terlarang, seperti kokain. Jika ibu memiliki tekanan darah tinggi, diskusikanlah ke dokter untuk memantau kondisinya.

Baca juga: Solusio Plasenta Bisa Sebabkan Syok saat Persalinan

Selalu kenakan sabuk pengaman saat berada di kendaraan bermotor. Jika ibu pernah mengalami trauma perut, karena kecelakaan mobil, jatuh, atau cedera lainnya, segera cari bantuan medis. Jika ibu pernah mengalami solusio plasenta sebelumnya, dan merencanakan kehamilan lagi, diskusikan dengan penyedia layanan kesehatan sebelum hamil untuk mengetahui apakah ada cara untuk mengurangi risiko solusio lainnya.

Solusio plasenta paling mungkin terjadi pada trimester terakhir kehamilan, terutama dalam beberapa minggu terakhir sebelum kelahiran. Tanda dan gejala solusio plasenta, meliputi:

  1. Pendarahan Miss V

  2. Sakit perut

  3. Sakit punggung

  4. Kontraksi rahim sering datang satu demi satu

  5. Kekencangan di uterus atau perut

Nyeri perut dan nyeri punggung sering dimulai secara tiba-tiba. Jumlah perdarahan Miss V dapat sangat bervariasi dan tidak selalu sesuai dengan seberapa banyak plasenta telah terpisah dari rahim. Darah mungkin terperangkap di dalam rahim, bahkan dengan solusio plasenta yang parah mungkin tidak ada perdarahan yang terlihat.

Baca juga: Ibu Hamil Perlu Tahu 9 Penyebab Solusio Plasenta

Dalam beberapa kasus, solusio plasenta berkembang secara perlahan (solusio kronis) yang dapat menyebabkan perdarahan vagina ringan dan intermiten. Bayi mungkin tidak tumbuh secepat yang diharapkan dan ibu mungkin memiliki cairan ketuban yang rendah (oligohidramnion) atau komplikasi lainnya.

Kalau ingin mengetahui lebih banyak mengenai faktor-faktor apa saja yang dapat meningkatkan risiko solusio plasenta, bisa tanyakan langsung ke Halodoc. Dokter-dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untuk ibu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor, ibu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.