19 October 2018

Ibu Hamil Perlu Tahu 9 Penyebab Solusio Plasenta

Solusio Plasenta

Halodoc, Jakarta – Perdarahan pada kehamilan, terutama saat hamil tua, biasanya disebabkan oleh beberapa hal. Salah satunya diakibatkan oleh kelainan pada plasenta yang disebut dengan solusio plasenta.

Kondisi solusio plasenta (solutio placentae), atau yang juga disebut sebagai abrupsio plasenta (abruptio placentae), terjadi karena lepasnya plasenta dari dinding rahim bagian dalam sebelum proses persalinan, baik seluruhnya maupun sebagian. Kondisi ini merupakan komplikasi kehamilan yang serius, tapi jarang terjadi.

Plasenta tumbuh di dalam rahim ibu selama masa kehamilan dan berfungsi untuk memberikan nutrisi serta oksigen pada janin dalam kandungan. Solusio plasenta berisiko membahayakan nyawa ibu dan bayi yang dikandung jika tidak segera ditangani. Hal ini dikarenakan solusio plasenta bisa menyebabkan perdarahan hebat pada sang ibu, serta mengurangi suplai nutrisi dan oksigen untuk sang bayi.

Solusio plasenta biasanya ditandai dengan gejala seperti perdarahan dari organ intim, nyeri perut hebat, nyeri punggung, dan kontraksi rahim seperti akan melahirkan. Perdarahan yang terjadi pada solusio plasenta umumnya tidak banyak, karena darah dapat terperangkap oleh plasenta sehingga tidak mengalir keluar.

Penyebab Terjadinya Solusio Plasenta

Solusio plasenta dapat disebabkan oleh beberapa hal, seperti trauma pada perut dan tekanan darah ibu yang tinggi. Di samping itu, ketuban pecah dini, riwayat solusio plasenta sebelumnya, kelainan pembekuan darah pada ibu, kehamilan multiple (lebih dari satu janin), dan usia ibu yang lebih dari 40 tahun ketika hamil juga dapat meningkatkan risiko solusio plasenta. Namun, ada beberapa hal yang diduga dapat meningkatkan faktor risiko kondisi ini, yaitu:

  1. Hipertensi atau tekanan darah tinggi.
  2. Faktor trauma (jatuh, kena tendangan, dan lain-lain).
  3. Faktor usia.
  4. Leiomyoma uteri (uterine leiomyoma).
  5. Penggunaan narkoba.
  6. Kebiasaan merokok (merokok dapat meningkatkan risiko solusio plasenta hingga 25 persen).
  7. Riwayat solusio plasenta sebelumnya.
  8. Air ketuban bocor atau pecah sebelum waktunya.
  9. Kondisi lainnya seperti anemia, malnutrisi/defisiensi gizi.

Perlu kamu ketahui bahwa penyebab solusio plasenta dan kondisi di atas dapat menyebabkan ibu hamil mengalami anemia berat, gagal ginjal, shock, hingga kematian. Selain itu, pasokan oksigen dan nutrisi bagi bayi juga akan terganggu. Hal ini tentunya dapat berisiko untuk menimbulkan kelahiran prematur hingga kematian.

Mencegah Solusio Plasenta

Meskipun solusio plasenta rawan terjadi pada trimester ketiga, kondisi ini juga bisa terjadi kapan saja setelah usia kandungan memasuki minggu ke-20. Kamu mungkin tidak bisa mencegah terjadinya solusio plasenta, tetapi kamu bisa mengurangi faktor risiko tertentu dengan cara:

  1. Mengonsumsi suplemen asam folat sesuai petunjuk dokter.
  2. Memeriksakan kondisi kandungan secara rutin selama masa kehamilan.
  3. Mengobati tekanan darah tinggi (jika ada), sesuai petunjuk dokter.
  4. Tidak menggunakan narkoba.
  5. Berhenti merokok

Di samping itu, kamu harus selalu menggunakan peralatan keselamatan dalam berkendara demi menghindari terjadinya cedera pada perut. Kemudian, jika kamu memiliki tekanan darah tinggi, diskusikan kesehatan kamu dengan dokter di Halodoc. Diskusi dan tanya-jawab dengan dokter menjadi lebih praktis melalui aplikasi Halodoc, kamu bisa memilih via Chat atau Voice/Video Call kapan dan di mana pun. Yuk, segera download aplikasinya sekarang!

Baca juga: