08 May 2018

10 Penyebab Anosmia yang Perlu Kamu Ketahui

10 Penyebab Anosmia yang Perlu Kamu Ketahui

Halodoc, Jakarta —Saat mengalami pilek, terkadang kita tidak bisa mencium bau. Namun, saat pilek sembuh, kemampuan mencium akan kembali dengan sendirinya. Tidak demikian halnya dengan pengidap anosmia. Anosmia adalah sebuah kondisi yang menyebabkan pengidapnya tidak bisa menggunakan indra penciuman dengan baik. Inilah pengertian anosmia. Ketidakpekaan terhadap bau ini, tentu akan menyebabkan beberapa kesulitan dalam kehidupan sehari-hari. Namun, apa sebenarnya penyebab anosmia? Berikut ini 10 penyebab anosmia yang perlu kamu ketahui.

1. Penyakit Flu

Hampir setiap orang pernah terkena influenza. Penyakit ini disebabkan adanya infeksi virus influenza yang menyerang, terutama organ pernapasan. Saat mengalaminya, hidung yang tersumbat akan menghasilkan lendir yang berlebihan, sehingga membuat tidak bisa mencium aroma dengan baik. Saat kondisi tubuh mulai membaik, ketidakpekaan terhadap bau ini akan pulih.

2. Sinusitis Akut

Akibat sinusitis, rongga di sekitar hidung mengalami peradangan dan pembengkakan. Kondisi ini bisa merusak saraf dan indera penciuman dan juga bisa menyebabkan anosmia.

3. Rinitis (alergi)

Rinitis akibat alergi pada berbagai rangsangan juga bisa menyebabkan anosmia. Alergi terhadap dingin misalnya dapat membuat hidung meler dan tekanan pada rongga hidung dan saraf di sekitar hidung bisa memicu anosmia.

4. Kelainan Tulang Hidung

Kelainan tulang hidung berupa tulang septum yang tidak lurus akan menghalangi aliran udara ke dalam hidung. Akibatnya, bau yang berasal dari luar tidak sampai ke bagian hidung, sehingga saraf tidak bisa mengirimkan sinyal ke otak. Ketidakmampuan mencium bau ini adalah pertanda anosmia. Bukankah pengertian anosmia itu sendiri adalah ketidakmampuan mengenali bau?

5. Polip Hidung

Pertumbuhan polip bisa menghambat aliran udara, sehingga hidung kehilangan fungsi mencium berbagai jenis aroma.

6. Kerusakan Otak atau Saraf

Kerusakan saraf karena penuaan, penyakit seperti kanker otak atau darah tinggi juga bisa menyebabkan gangguan saraf pada hidung. Ini bisa mengakibatkan si pengidap menjadi tidak bisa mencium aroma tertentu. Selain itu, kerusakan saraf juga bisa terjadi pada orang yang mengalami kecelakaan atau trauma.

7. Faktor Usia

Orang tua biasanya akan mengalami pelemahan sistem saraf. Salah satunya adalah kerusakan saraf yang bertugas mengirim sinyal aroma ke bagian otak. Ini bisa menjadi penyebab anosmia.

8. Aneurisma Otak

Aneurisma adalah kondisi dengan penemuan sumbatan pada bagian pembuluh darah di otak yang berbentuk seperti balon. Pengidap aneurisma pada otak juga berisiko mengalami masalah penciuman.

9. Pengaruh Antibiotik

Penggunaan antibiotik yang terlalu banyak juga berisiko dapat melemahkan saraf yang bekerja untuk bagian hidung dan biasanya juga disertai dengan gangguan telinga. Kondisi ini menjadi pemicu anosmia. Jadi, kamu harus tetap waspada dengan efek samping antibiotik, ya.

10. Malnutrisi

Kekurangan nutrisi bisa membuat semua saraf dan sistem metabolisme tubuh tidak berjalan dengan baik. Hal ini menyebabkan seseorang tidak bisa mencium aroma tertentu dan berisiko mengalami anosmia.


Itu tadi 10 hal yang bisa memicu terjadinya anosmia. Masih ada beberapa penyebab lainnya. Untuk mengetahui pengertian anosmia dan penyebab anosmia lainya, kamu bisa menghubungi para dokter di aplikasi Halodoc melalui layanan video/voice call atau chat. Di aplikasi Halodoc  kamu juga bisa membeli obat dan vitamin melalui layanan Apotek Antar. Selain itu, kamu juga bisa melakukan cek lab tanpa harus keluar rumah. Yuk, segera download aplikasi Halodoc dari App Store dan Google Play dan nikmati kemudahan pemakaiannya.