10 Tanda Dermatitis Atopik pada Anak dan Orang Dewasa

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
dermatitis atopik, gatal gatal parah

Halodoc, Jakarta - Dermatitis atopik, atau yang lebih dikenal dengan eksim atopik merupakan penyakit yang dapat menyebabkan gatal-gatal parah. Gatal-gatal ini akan mengganggu jam tidur dan aktivitas harian pengidapnya. Untuk mencegah gejala semakin parah, segera diskusikan dengan dokter, ya! Dermatitis atopik bukan penyakit yang bisa disembuhkan, perawatan yang dilakukan bertujuan untuk meringankan gejala yang dialami pengidapnya.

Baca juga: 6 Cara Merawat Eksim Atopik

Tanda Dermatitis Atopik pada Anak dan Orang Dewasa

Gejala dermatitis atopik pada anak-anak dan orang dewasa akan berbeda, ini tanda dermatitis atopik pada anak dan orang dewasa:

  1. Sulit tidur karena kulit terasa sangat gatal.

  2. Kulit akan bersisik dan retak, retakan pada kulit ini dapat meneteskan cairan.

  3. Kulit kering, bersisik, dan gatal.

  4. Ruam yang muncul tiba-tiba.

  5. Ruam muncul di kulit kepala, dan wajah. Pada wajah biasanya muncul di area pipi.

  6. Munculnya infeksi akibat menggaruk kulit hingga terluka.

  7. Ruam terdapat di lipatan siku, lutut, leher, pergelangan tangan, kaki, atau lipatan bokong.

  8. Permukaan kulit bergelombang karena ada penebalan kulit akibat gatal.

  9. Kulit di area yang terkena menjadi lebih terang atau lebih gelap.

  10. Rasa gatal yang tak tertahankan di area kulit yang meradang.

Gejala pada anak-anak biasanya muncul saat Si Kecil berusia 2 tahun hingga masa pubertas. Sedangkan pada orang dewasa, gejala jarang sekali muncul, karena biasanya orang dewasa sudah pernah mengidap penyakit ini ketika anak-anak. Ketika seseorang mengidap dermatitis atopik dalam kurun waktu yang lama, biasanya kulit di sekitar area akan terlihat lebih tebal dan lebih gelap dibanding dengan area lainnya.

Baca juga: Gejala yang Muncul di Kulit Akibat Eksim Atopik

Penyebab Terjadinya Dermatitis Atopik

Salah satu pemicu dari dermatitis atopik adalah iritasi dan penggunaan suatu produk yang tidak cocok. Selain kedua hal tersebut, beberapa faktor yang dapat menjadi faktor pemicu terjadinya dermatitis atopik, antara lain:

  • Mengidap alergi makanan.

  • Mengalami perubahan hormon seiring dengan bertambahnya usia.

  • Mengidap alergi pada suhu dingin, udara kering, bulu hewan, dan serbuk sari tanaman.

  • Menggunakan pakaian dari bahan yang tidak nyaman dan dapat menimbulkan iritasi, seperti baju dari bahan wol atau kain sintetis.

  • Terpapar suhu air atau udara yang terlalu dingin atau panas.

  • Stres.

  • Menggaruk kulit dengan keras, kemudian menyebabkan luka dan infeksi.

Belum diketahui pasti apa yang menjadi penyebab dari dermatitis atopik, tetapi diduga penyakit ini merupakan penyakit yang dibawa dari gen kedua orangtua.

Baca juga: Eksim Atopik pada Bayi, Berbahaya atau Tidak?

Mengidap Dermatitis Atopik, Berikut Langkah Penanganannya

Penanganan di bawah ini bertujuan untuk meringankan gejala yang dialami. Beberapa langkah yang dapat kamu lakukan, antara lain:

  • Gunakan pelembap kulit.

  • Jika gejala muncul, kompres area dengan air dingin.

  • Kenakan pakaian berbahan katun untuk menghindari iritasi dan keringat berlebih.

  • Kelola stres dengan baik, karena gejala dapat bertambah parah jika pengidap mengalami stres.

  • Hindari menggaruk kulit yang gatal dengan berlebihan.

  • Hindari faktor pemicu yang dapat menimbulkan eksim, seperti makanan, sabun, kain wol, dan losion.

  • Tutup area gatal agar kamu tidak mudah untuk menggaruknya. Jika garuk tidak tertahankan, jangan menggaruk saat kuku kamu panjang, ya! Karena kondisi ini akan menambah gejala semakin parah.

Untuk itu, selalu hindari faktor-faktor yang menjadi pemicu dari dermatitis atopik, dan jangan lupa untuk jaga kelembapan kulit kamu, ya! Jika kamu mengalami gejala-gejala dermatitis atopik, sebaiknya segera diskusikan dengan dokter guna mencegah perkembangan penyakit menjadi lebih parah. Untuk lebih jelasnya, kamu bisa berdiskusi langsung dengan membuat janji dengan dokter di rumah sakit pilihanmu melalui Halodoc. Yuk,  download aplikasinya segera!