26 October 2018

Gejala yang Muncul di Kulit Akibat Eksim Atopik

Gejala yang Muncul di Kulit Akibat Eksim Atopik

Halodoc, Jakarta - Masalah kulit sebenarnya enggak hanya melulu berkaitan dengan panu, kudis, kurap, atau kulit bersisik saja. Kata ahli, ada pula penyakit kulit lainnya yang umum terjadi, seperti eksim atopik atau dermatitis atopik. Masalah kulit ini kebanyakan memengaruhi banyak bayi dan anak-anak. Dermatitis atopik ini bisa muncul sebelum Si Kecil berusia lima tahun dan berlanjut hingga dewasa.

Eksim atopik sendiri merupakan kondisi kulit yang menjadi kering, pecah-pecah, gatal, dan berwarna kemerahan. Kondisi ini merupakan penyakit kronis (jangka panjang) dan gejalanya bisa membaik, lalu kembali kambuh menjadi parah. Umumnya, penyakit ini terjadi pada mereka yang punya riwayat keluarga yang mengidap eksim, alergi, atau asma.

Eksim atopik atau yang disebut juga dengan dermatitis atopik adalah kondisi di mana kulit menjadi kering, pecah-pecah, gatal, dan berwarna kemerahan. Eksim atopik merupakan jenis penyakit jangka panjang (kronis) dan gejalanya dapat membaik, lalu kembali menjadi parah.

Dari berbagai bentuk eksim, eksim atopik sendiri merupakan bentuk eksim yang paling umum terjadi. Sebelumnya, eksim merupakan kondisi peradangan di kulit disertai adanya kulit kering dan berwarna kemerahan. Sedangkan atopik, mengacu kepada orang yang cenderung memiliki alergi tertentu. Nah, kata ahli pengidap eksim atopik ini punya risiko mengalami kondisi atopik lainnya. Misalnya, asma dan hay fever.

Kenali Gejalanya

Kata ahli, meski umumnya masalah kulit ini menyerang anak-anak, tapi orang dewasa pun juga berisiko terserang penyakit ini. Tapi yang perlu diingat, gejala dermatitis atopik ini bisa berbeda-beda pada bayi, anak-anak, dan orang dewasa. Namun, setidaknya ada beberapa gejala dermatitis atopik yang umum terjadi.

  • Gatal-gatal, terutama akan semakin menjadi saat malam hari.

  • Kulit menjadi tebal, kering, dan pecah-pecah.

  • Kulit berwarna merah hingga abu kecokelatan pada tangan, kaki, pergelangan kaki dan tangan, dada bagian atas, leher, lipatan mata, serta bagian dalam sikut dan lutut.

  • Kulit sensitif, lecet, dan bengkak akibat digaruk.

  • Benjol kecil dan timbul.

  • Untuk bayi, gejalanya bisa muncul pada bulan kedua atau ketiga. Kulit yang kering biasanya muncul di wajah dan kulit kepala. Kata ahli, Si Kecil mungkin akan sering menggesekkan kulitnya dengan seprai atau benda di sekitarnya untuk meringankan gatalnya. Namun, hal ini justru bisa menyebabkan infeksi.

  • Untuk anak berusia dua tahun, biasanya akan mengalami ruam di lipatan siku dan lutut. Daerah kulit yang kering ini bisa menebal dan menjadi kasar ketika digaruk terus-menerus.

  • Untuk orang dewasa atau orang tua, dermatitis atopik ini bisa muncul di seluruh tubuh, sehingga bisa menyebabkan lebih banyak kulit pecah-pecah dan kering. Bahkan, rasa gatalnya akan lebih intens.

Belum Diketahui Pasti

Penyakit yang umumnya menyerang bayi atau anak-anak ini, hingga kini penyebabnya masih belum teridentifikasi. Namun, banyak pula ahli yang menduga kalau ada beberapa pemicu yang dapat menyebabkan eksim. Misalnya, orang-orang dengan alergi dapat memiliki dermatitis atopik, seperti orang dengan alergi makanan atau asma. Di samping itu kata ahli, alergi merupakan penyebab utama eksim pada anak-anak.

Selain itu, ada juga beberapa pemicu lainnya, seperti sabun, stres, deterjen, kelembapan rendah, alergi musiman, dan cuaca yang dingin. Namun yang perlu diingat, ada pula beberapa faktor lainnya yang bisa memperburuk gejala yang muncul akibat eksim jenis ini.

Menggaruk kulit sehingga mengalami luka atau iritasi.

  • Kulit yang kering.

  • Infeksi bakteri dan virus.

  • Menggaruk kulit hingga mengalami luka atau iritasi.

  • Keringat tubuh.

  • Debu dan serbuk sari.

  • Makanan, seperti ikan, kacang, susu, telur, terutama dampaknya kepada bayi dan anak kecil.

  • Asap rokok dan polusi udara.

  • Cuaca panas.

Punya masalah kesehatan di kulit? Kamu bisa kok bertanya langsung kepada dokter ahli melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!

Baca juga: