02 August 2018

14 Tahap Perkembangan Motorik Anak Usia 3 Tahun

perkembangan motorik anak

Halodoc, Jakarta – Menginjak usia 3 tahun, pertumbuhan fisik Si Kecil semakin terlihat jelas. Biasanya, rata-rata anak berusia 3 tahun memiliki tinggi sekitar 80-90 cm dan beratnya sekitar 10-13 kg. Seiring dengan pertumbuhan fisiknya, kemampuan motoriknya baik motorik halus dan kasar juga mengalami perkembangan yang besar. Yuk, cari tahu perkembangan motorik apa saja yang dialami oleh anak berusia 3 tahun.

Anak usia tiga tahun sudah memiliki kemampuan motorik yang jauh lebih halus dan lebih terorganisir dibanding anak-anak yang berusia di bawahnya. Menurut Elizabeth Hurlock (1956), dengan kemampuan motoriknya yang sudah berkembang ini, Si Kecil sudah bisa beranjak dari kondisi “helplessness” atau tidak berdaya yang ia alami pada bulan-bulan pertama kehidupannya, ke kondisi yang “independence”alias bebas dan tidak bergantung pada orang lain. Pada usia 3 tahun, anak juga mulai bisa dipersiapkan untuk masuk sekolah, karena perkembangan motoriknya yang normal memunginkan ia dapat bergaul dengan teman sebayanya.

Baca juga: 4 Tahap Perkembangan Motorik Anak Usia 0-12 bulan

Berikut perkembangan motorik kasar dan halus anak usia 3 tahun:

Motorik Kasar

  • Sudah lancar berlari tanpa sering terjatuh, bahkan dapat berlari sambil menghindari hambatan.
  • Dapat berdiri seimbang dengan satu kaki dalam jangka waktu yang pendek.
  • Dapat naik turun tangga dengan kaki kanan dan kiri secara bergantian, mendarat dengan dua kaki, bahkan bisa melompat dari undakan setinggi 15 cm.
  • Dapat melempar bola di atas kepala dan menangkap bola yang dilemparkan kepadanya.
  • Dapat menendang bola besar.
  • Dapat mengayuh sepeda kecil beroda tiga.

Baca juga: Kapan Saat yang Tepat Mengajarkan Anak Main Sepeda

Cara Menstimulasi Motorik Kasar

Sering-seringlah mengajak anak bermain di luar dimana tersedia banyak alat main yang menyenangkan seperti perosotan, trampoline kecil, dan panjatan. Ketika Si Kecil asik bermain di taman bermain, tanpa sadar ia akan sering melompat, naik tangga, memanjat, dan sebagainya yang akan mengasah kemampuan motorik halusnya. Selain bermain di taman bermain, ibu juga bisa mengajaknya bermain bola atau naik sepeda.

Kemampuan Motorik Halus

  • Dapat mencuci dan melap tangan sendiri.
  • Bisa makan dengan menggunakan sendok dan garpu sendiri, bahkan mampu menyendok kuah dari mangkuk.
  • Bisa membawa wadah tanpa menumpahkan isinya.
  • Bisa mengenakan pakaian sendiri.
  • Membalik halaman buku.
  • Mewarnai tapi masih keluar garis.
  • Membuat menara dari 9 balok kecil.
  • Menggunakan satu tangan hampir di semua aktivitas.

Baca juga: 2 Cara Mengajari Anak Makan Sendiri

Cara Menstimulasi Motorik Halus

1. Berikan Buku Gambar

Berikan Si Kecil buku gambar atau kertas kosong serta alat tulis dan pensil warna, lalu biarkan ia menggambar sesuka hatinya. Ibu juga bisa sekalian mengajarkannya cara memegang alat tulis dengan benar.

2. Berikan Buku Aktivitas

Sekarang ini sudah ada berbagai macam buku aktivitas khusus anak berusia 3 tahun yang bisa ibu dapatkan di toko buku. Aktivitas yang ada di dalam buku tersebut biasanya meliputi mewarnai dan membuat aneka bentuk geometris dengan cara menghubungkan titik-titik. Nah, mendorong Si Kecil mengerjakan aktivitas-aktivitas semacam itu bukan hanya bisa mengasah motorik halusnya, tapi juga meningkatkan kecerdasannya.

3. Berikan Buku Cerita

Membiasakan anak membaca buku sejak dini dapat memberikan banyak manfaat untuk dirinya di kemudian hari. Nah, ibu bisa membelikan Si Kecil buku cerita dengan gambar-gambar yang menarik agar Si Kecil mau membolak-balik setiap halamannya.

Baca buku: 6 Manfaat Membacakan Buku Cerita untuk Anak

Nah, itulah perkembangan motorik anak di usia 3 tahun. Bila Si Kecil sakit, gunakan saja aplikasi Halodoc. Ibu bisa menghubungi dokter untuk membicarakan masalah kesehatan anak dan minta rekomendasi obat melalui Video/Voice Call dan Chat kapan saja dan di mana saja. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.