• Home
  • /
  • 19 Pasien di Indonesia Positif Virus Corona, Ini Faktanya

19 Pasien di Indonesia Positif Virus Corona, Ini Faktanya

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
19 Pasien di Indonesia Positif Virus Corona, Ini Faktanya

Halodoc, Jakarta - Pasien virus corona (korona) di Indonesia terus meningkat. Pada Senin (2/3) lalu, pertama kalinya Presiden Joko Widodo mengumumkan pasien virus corona di Indonesia. Saat itu, presiden mengatakan 2 WNI di Indonesia positif mengidap COVID-19 yang disebabkan oleh virus corona terbaru, SARS-CoV-2. 

Perlahan-lahan kasus virus corona di Indonesia bertambah. Empat hari berselang, Jumat (6/3), jumlah kasus virus corona bertambah dua. Lalu, pada Minggu (8/3), bertambah lagi menjadi dua kasus. Dengan kata lain, hingga Minggu, pasien virus corona di Indonesia berjumlah enam orang. Kasus ini disebut sebagai kasus 1 hingga kasus 6. 

Pada Senin (9/3), kasus virus corona di Indonesia semakin muncul ke permukaan. "Kasus yang terkonfirmasi positif sebanyak 19," kata Jubir Pemerintah terkait virus corona, Achmad Yurianto, di Istana Kepresidenan, Senin (9/3/2020) pukul 17.45 WIB.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI melaporkan terdapat 13 pasien tambahan yang positif mengidap COVID-19. Dengan kata lain, pada Senin (9/3), total pasien virus corona di Indonesia mencapai 19 orang.

Nah, berikut ulasan lengkapnya yang Halodoc Himpun dari berbagai sumber. 

Baca juga: Hadapi Virus Corona, Ini Hal yang Harus dan Jangan Dilakukan

Fakta dan Kronologi Kasus Virus Corona 1 sampai 19

19 kasus corona di Indonesia terbagi menjadi klaster Jakarta, Kapal (ABK) Diamond Princess Jepang, dan imported case (di dapat dari luar negeri). Berikut rangkuman singkat mengenai ke-19 pasien positif virus corona di Indonesia:

  • Kasus 1: Perempuan, 31 tahun. Tertular dari WN Jepang saat menghadiri acara di Jakarta. Acara itu diperkirakan dihadiri lebih dari 50 orang. Kasus ini disebut klaster Jakarta. 

  • Kasus 2: Ibu dari Kasus 1, 64 tahun. Tertular anaknya saat dirawat di RS rujukan di Depok, Jawa Barat. Klaster Jakarta. 

  • Kasus 3: Berusia 33 tahun. Pasien termasuk dari 80 orang yang berada di dalam satu acara dan kontak dengan kasus 1. Kasusnya masuk dalam klaster Jakarta. 

  • Kasus 4: Pasien berusia 34 tahun. Termasuk dari 80 orang yang berada di dalam satu acara dan kontak dengan kasus 1. Klaster Jakarta. 

  • Kasus 5: Pasien berusia 55 tahun. Klaster Jakarta.

  • Kasus 6: Berusia 36 tahun. Anak Buah Kapal (ABK) Diamond Princess Jepang yang dievakuasi bersama 68 WNI lainnya dari Yokohama, Jepang. 

  • Kasus 7: Perempuan, berusia 59 tahun. Pasien merupakan imported case (bukan bagian dari klaster manapun). Dirinya baru kembali dari luar negeri dan menunjukkan gejala COVID-19 dan dinyatakan positif. Kondisi (9/3) sakit ringan-sedang, stabil.

  • Kasus 8: Laki-laki, 56 tahun. Pasien adalah suami dari kasus 7 yang tertular darinya. Pasien menggunakan beberapa peralatan, infus, oksigen (9/3). Sebelum kontak dengan 7, pasien 8 sudah sakit, tetapi bukan karena COVID-19. Saat itu, ia mengalami diare dan memiliki riwayat penyakit diabetes. Kondisinya kini sakit sedang mengarah ke berat.

  • Kasus 9: Perempuan, 55 tahun. Pasien COVID-19 ini merupakan imported case, memiliki riwayat ke luar negeri. Kondisi sakit ringan-sedang (9/3).

  • Kasus 10: Laki-laki, 29 tahun, statusnya WNA. Kasus ini bagian dari klaster Jakarta dan hasil tracing dari kasus 1. Kondisi sakit ringan-sedang (9/3).

  • Kasus 11: Perempuan, 54 tahun, WNA. Bagian dari klaster Jakarta dan hasil tracing dari kasus 1. Kondisinya sakit ringan-sedang (9/3)

  • Kasus 12: Laki laki, 31 tahun. Kasusnya masuk dalam klaster Jakarta dan hasil tracing dari kasus 1. Kondisinya sakit ringan-sedang (9/3).

  • Kasus 13: Perempuan, 16 tahun. Kasusnya bagian dari hasil tracing subklaster kasus 3. 

  • Kasus 14: Laki-laki, 50 tahun. Kasusnya masuk ke dalam imported case. Kondisinya sakit ringan-sedang (9/3).

  • Kasus 15: Perempuan, 43 tahun. Pasien merupakan imported case.

  • Kasus 16: Perempuan, 17 tahun. Bagian dari hasil tracing subklaster kasus 5. 

  • Kasus 17: Laki-laki, 56 tahun, kasus imported case

  • Kasus 18: Laki-laki, 55 tahun, kasus imported case.

  • Kasus 19: Laki-laki, 40 tahun, kasus imported case.

Dari ke 19 kasus tersebut, usia pasien tertua adalah 64 tahun (kasus 2), dan termuda 16 tahun (kasus 13). Pasien dengan rentang usia 5060 tahun berjumlah 8 orang. Sementara pasien yang berusia 3040 tahun berjumlah 5 orang. Sedangkan 4150 tahun sebanyak 2 orang. Usia 2030 sebanyak 1 orang, dan usia 1620 tahun berjumlah 2 orang.

Sampai saat ini belum ada informasi lengkap mengenai rumah sakit yang merawat ke-13 pasien baru. 

Baca juga: Ini Daftar 132 Rumah Sakit Rujukan untuk Virus Corona

Imported case, dari Negara Mana?

Dari total 19 pasien yang positif mengidap COVID-19, 7 di antaranya merupakan  imported case, yaitu:

  • Kasus 7: Perempuan 59 tahun

  • Kasus 9: Perempuan 55 tahun

  • Kasus 14: Pria 50 tahun

  • Kasus 15: Perempuan 43 tahun

  • Kasus 17: Pria 56 tahun

  • Kasus 18: Pria 55 tahun

  • Kasus 19: Pria 40 tahun

Menurut Yuri dalam Kemenkes - Sehat Negeriku! yang bersangkutan memiliki riwayat perjalanan ke negara-negara yang terjangkit COVID-19. Setelah kembali ke Indonesia, beberapa hari kemudian menunjukkan gejala yang mengarah ke penyakit COVID-19.

Pertanyaannya, dari negara mana saja ke-7 pasien tersebut tertular virus corona? 

“Sudah (ditelusuri) dari 3 negara. Yang pasti dari negara yang terinfeksi,” ungkap Yuri. Namun, ia tidak menyebutkan asal 3 negara tersebut. Ia hanya memastikan 3 negara bukan dari Italia, Korea Selatan, dan Jepang yang menjadi episentrum baru virus corona Wuhan. 

Baca juga: 10 Fakta Virus Corona yang Wajib Diketahui

Fokus pada Tracing dan Contact Tracking

Penemuan kasus 3 dan 4 ini merupakan hasil tracking terhadap kasus 1, begitu pula kasus yang masuk ke dalam klaster Jakarta. Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta bersama Kepolisian RI dan Badan Intelijen Negara (BIN), telah mengidentifikasi 80 orang yang berada dalam sebuah acara bersama pasien (kasus) 1 di Jakarta. 

Menurut pemerintah, upaya tracing dan contact tracking adalah langkah untuk mempercepat penelusuran dan penemuan kasus virus corona di Indonesia. Upaya ini bertujuan untuk melakukan pemeriksaan dan meyakinkan, guna mendapatkan kasus positif maupun negatif dalam konteks kedaruratan masyarakat.

Dengan kata lain, upaya pemerintah untuk mengatasi virus corona di Indonesia, bukan hanya dalam konteks protokol perawatan pasien saja. 

Menurut Kemenkes dalam Sehat Negeriku!, keberhasilan pengendalian penyakit ini adalah bagaimana memutuskan rantai penularan, dengan cara melakukan isolasi terhadap kasus yang positif. 

“Bagi kita sekali lagi saya tekankan, status positif atau bukan itu tidak banyak berpengaruh pada rawatan pasiennya, tetapi cenderung pada antisipasi penularannya. Tentunya kita harus melakukan contact tracking, sehingga dapat dengan cepat mencari, menemukan, dan mengisolasi. Tujuannya agar tidak ada sumber penularan lagi di masyarakat yang semakin membuat tidak terkendalinya sebaran dari penyakit ini. Ini hal yang penting,” jelas Achmad Yurianto

Yuk, pastikan sakitmu bukan karena virus corona! Andaikan dirimu mencurigai diri atau anggota keluarga mengidap infeksi virus corona, atau sulit membedakan gejala COVID-19 dengan flu, segeralah tanyakan pada dokter. 

Kamu bisa bertanya langsung pada dokter lewat fitur Chat dan Voice/Video Call atau buat janji dengan dokter di rumah sakit rujukan COVID-19 yang dekat tempat tinggalmu melalui aplikasi Halodoc. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga!

Referensi:

Detik.com. Diakses pada 2020. 7 Pasien Positif Corona di RI Tertular dari 3 Negara Berbeda.
Detik.com. Diakses pada 2020. 19 Pasien Positif Corona di Indonesia, 7 Kasus Tertular di Luar Negeri.
Detik.com. Diakses pada 2020. Melonjak! Pasien Positif Corona di Wilayah RI Jadi 19 Orang.
Kementerian Kesehatan RI . Sehat Negeriku! Diakses pada 2020. Pasien Positif COVID-19 Menjadi 19 orang, Kemenkes Fokus pada Tracing dan Tracking Contact.
Kementerian Kesehatan RI. Sehat Negeriku! Diakses pada 2020. WNI Positif COVID-19 Bertambah 2 Orang, Total 6 Orang.
Kementerian Kesehatan RI. Sehat Negeriku!. Diakses pada 2020. Pasien Positif COVID-19 Bertambah 2 Orang.
Kumparan.com. Diakses pada 202Update Corona: Pola Penularan COVID-19 ke 19 Pasien di Indonesia.
Kompas.com. Diakses pada 2020. Jumlah Bertambah, 19 Pasien di Indonesia Positif Virus Corona.