3 Jenis Diet untuk Turunkan Berat Badan Usai Libur Lebaran

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Diet

Halodoc, Jakarta - Lebaran terasa belum lengkap jika tidak menyantap hidangan makanan berlemak khas lebaran. Artinya, sejumlah lemak pun juga tertimbun dalam tubuh. Tentu karena adanya beragam sajian yang dihidangkan saat Hari Raya Idul Fitri yang kebanyakan mengandung santan, daging, gula, dan tinggi lemak.

Lemak yang masuk bersama santapan lebaran bisa menumbuk di berbagai bagian tubuh, terutama di sekitar perut. Kondisi seperti ini biasanya lebih sering dialami oleh pria, walaupun juga bisa terjadi pada wanita. Untuk mengantisipasi naiknya berat badan, kamu perlu mengurangi porsi makan kamu. Khususnya jatah lemak dalam sehari. Sebagai gantinya, kamu bisa mengonsumsi makanan tinggi protein dan rendah karbohidrat. Dengan begitu, kamu bisa menghilangkan lemak di dalam tubuh dengan lebih cepat.

Bukan hanya itu, kamu juga perlu menambahkan asam lemak esensial pada menu makanan sehari-hari. Asam lemak tersebut diperlukan untuk proses pembakaran lemak tubuh. Kamu juga dapat menemukan asam lemak esensial pada biji-bijian, kacang-kacangan, dan ikan salmon.

Baca juga: Perlu Tahu Kolesterol Tinggi dan Risiko Kanker Payudara

Jika perlu, kamu juga bisa menerapkan diet pasca lebaran agar berat badan kamu kembali seperti semula. Berikut diet terbaik yang bisa kamu lakukan untuk memperoleh berat badan ideal setelah lebaran:

1. Diet Mediterania

Diet ini dikenal dengan konsep piramida makanan yang menunjukkan jenis makanan yang bisa dikonsumsi sesering mungkin, dan mana yang hanya boleh sesekali saja. Pada prinsipnya, diet ini hanya mengonsumsi makanan yang sehat dengan sebagian besar porsi untuk sayur-sayuran dan buah-buahan. Diet yang dinobatkan sebagai diet terbaik ini disusun dengan menggabungkan kebiasaan hidup sehat dan aktif orang-orang yang hidup di negara perbatasan Mediterania.

2. Diet DASH

Diet DASH (dietary approaches to stop hypertension) merupakan pengaturan pola makan sehat yang dirancang untuk mengendalikan hipertensi dan menurunkan kolesterol. Caranya adalah dengan mengurangi asupan natrium (garam), lemak, kolesterol, dan meningkatkan asupan protein, serat, vitamin, dan mineral.

Untuk menerapkannya, kamu harus membatasi asupan garam tidak lebih dari satu sendok teh per hari. Porsi makanan juga disesuaikan dengan jumlah kalori yang dibutuhkan per hari. Dengan begitu, diet yang dinobatkan sebagai diet terbaik kedua ini membantu kamu mendapatkan berat badan ideal sambil mencegah hipertensi.

Baca juga: 6 Cara Menjaga Kadar Kolesterol Saat Liburan

3. Diet Flexitarian

Diet ini mirip dengan vegetarian, sehingga banyak juga yang menyebutnya sebagai semi-vegetarian. Titik berat diet ini yaitu pada konsumsi makanan yang berasal dari tumbuhan sebagai makanan sehari-hari. Namun, kamu masih tetap diperbolehkan sesekali mengonsumsi produk yang berasal dari hewan seperti daging, susu, keju, dan ikan, dalam jumlah yang sangat sedikit. Apabila konsisten menerapkan diet ini, kamu dapat memperoleh berat badan ideal tanpa menyiksa tubuh.

Di samping menerapkan program diet, kamu juga tetap perlu melakukan olahraga. Salah satu jenis olahraga yang baik untuk menurunkan lemak, terutama setelah lebaran, yaitu latihan kardio seperti lari, joging, jalan cepat, berenang, atau bersepeda. Olahraga ini sangat baik untuk dilakukan selama 30 menit sehari, sebanyak 3-5 kali dalam seminggu.

Jika kamu tidak menyukai olahraga kardio, cobalah untuk melakukan pekerjaan rumah seperti mencuci, menyapu, mengepel, berkebun, dan sebagainya. Nyatanya, pekerjaan rumah yang menuntut gerakan berdiri, jongkok, dan berjalan memiliki cara kerja dan manfaat yang mirip dengan olahraga kardio, lho!

Baca juga: Benarkah Telur Puyuh Sebabkan Kolesterol?

Nah, itulah beberapa jenis diet yang bisa kamu lakukan supaya berat badan kamu kembali ideal setelah lebaran. Pastikan kamu menjalankan program diet dan olahraga secara konsisten, supaya manfaatnya pun lebih terasa. Apabila kamu mengalami masalah kesehatan saat menjalankan diet, langsung saja komunikasikan pada dokter melalui aplikasi Halodoc mengenai diet yang sedang kamu jalani. Diskusi dengan dokter di Halodoc dapat dilakukan via Chat atau Voice/Video Call kapan dan di mana saja. Saran dokter dapat diterima dengan praktis dengan cara download aplikasi Halodoc di Google.