• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • 3 Jenis Penyakit yang Bisa Dicegah dengan Vaksin PCV
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • 3 Jenis Penyakit yang Bisa Dicegah dengan Vaksin PCV

3 Jenis Penyakit yang Bisa Dicegah dengan Vaksin PCV

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 11 Agustus 2022

“Septikemia, meningitis, dan pneumonia adalah tiga jenis penyakit yang bisa dicegah dengan pemberian vaksin PCV.”

3 Jenis Penyakit yang Bisa Dicegah dengan Vaksin PCV3 Jenis Penyakit yang Bisa Dicegah dengan Vaksin PCV

Halodoc, Jakarta –  Vaksin PCV (Pneumococcal conjugate vaccine) adalah jenis vaksin yang digunakan untuk mencegah penyakit pneumokokus yang disebabkan oleh bakteri Streptococcus pneumoniae. Infeksi bakteri ini bisa memicu pneumonia, keracunan darah (sepsis), dan meningitis.

Bahkan, bila tidak mendapatkan penanganan segera, bisa mengakibatkan kerusakan otak permanen atau bahkan kematian. Apa saja jenis penyakit yang bisa dicegah dengan vaksin PCV? Informasi selengkapnya bisa dibaca di sini!

Penyakit yang Bisa Dicegah Lewat Pemberian Vaksin PCV

Siapapun bisa terkena infeksi pneumokokus. Akan tetapi, beberapa orang berisiko lebih tinggi mengalami dampak yang lebih serius, sehingga mereka disarankan untuk mendapatkan vaksin PCV segera.

Nah, berikut ini adalah jenis penyakit yang bisa dicegah dengan vaksin PCV, yaitu:

1. Septikemia

Septikemia, atau sepsis, adalah kondisi keracunan darah akibat infeksi bakteri. Bisa dibilang, septikemia adalah respons tubuh paling ekstrem terhadap infeksi. Sepsis yang berkembang menjadi syok septik memiliki tingkat kematian 50 persen, tergantung pada penyebab infeksinya. 

Tiga jenis bakteri yang paling sering menjadi penyebab sepsis adalah Staphylococcus aureus (staph), Escherichia coli (E.coli), dan Streptokokus. Bakteri streptokokus grup A dapat menyebabkan infeksi ringan seperti radang tenggorokan, impetigo, sinusitis, atau infeksi telinga. 

Kadang-kadang, bakteri ini dapat menyebabkan penyakit yang jauh lebih parah dan mengancam jiwa seperti pneumonia, selulitis dan sindrom syok toksik yang dapat menyebabkan sepsis.

Sindrom syok toksik dimulai dengan gejala berikut:

  • Demam dan kedinginan.
  • Nyeri otot.
  • Mual dan muntah

Setelah gejala pertama dimulai, biasanya hanya membutuhkan waktu sekitar 24 hingga 48 jam untuk menjadi gejala yang lebih serius, dengan tanda-tanda: 

  • Hipotensi (tekanan darah rendah).
  • Takikardia (detak jantung lebih cepat dari normal).
  • Takipnea (pernapasan cepat).
  • Kegagalan organ (tanda-tanda lain bahwa organ tidak berfungsi).

Dalam perkembangannya, ada banyak jenis infeksi penyebab sepsis yang menjadi resisten terhadap antibiotik. Itulah sebabnya mengapa tindakan pencegahan melalui vaksinasi, menjadi sangat penting. 

2. Meningitis

Meningitis adalah peradangan pada cairan dan selaput (meninges) yang mengelilingi otak dan sumsum tulang belakang. Pembengkakan akibat meningitis biasanya akan menyebabkan gejala awal seperti sakit kepala, demam, dan leher kaku.

Meningitis bisa disebabkan oleh infeksi virus ataupun bakteri. Infeksi bakteri lebih berbahaya ketimbang infeksi virus karena bisa sampai menyebabkan kematian. Jenis bakteri yang dapat menyebabkan meningitis bakteri akut adalah Streptococcus pneumoniae (pneumokokus). Bakteri ini penyebab paling umum dari meningitis bakteri pada bayi, anak kecil dan orang dewasa. Pemberian vaksin PCV dapat membantu mencegah infeksi ini.

3. Pneumonia

Pneumonia adalah infeksi saluran pernapasan akut yang menyerang paru-paru. Paru-paru terdiri dari kantung-kantung kecil yang disebut alveoli, yang terisi dengan udara ketika orang yang sehat bernapas. Ketika seseorang mengidap pneumonia, alveoli dipenuhi dengan nanah dan cairan, yang membuat pernapasan terasa sakit dan membatasi asupan oksigen.

Penyebab paling umum pneumonia adalah infeksi bakteri Streptococcus pneumoniae. Pneumonia jenis ini dapat terjadi dengan sendirinya atau setelah seseorang terkena pilek atau flu, infeksi flu ini berpengaruh pada satu bagian (lobus) paru-paru. 

Pneumonia bisa menyebabkan komplikasi, mulai dari masuknya bakteri ke dalam darah, akumulasi cairan di sekitar paru-paru (efusi pleura), dan abses paru-paru.  Pemberian vaksin PCV dapat mencegah terjadinya penyakit pneumonia. 

Itulah informasi mengenai jenis penyakit yang bisa dicegah dengan vaksin PCV. Informasi selengkapnya mengenai vaksin PCV bisa ditanyakan langsung ke dokter lewat aplikasi Halodoc. Yuk, download aplikasinya sekarang juga!

Referensi:
Gavi.org. Diakses pada 2022. How vaccination can reduce sepsis and save millions of lives.
Centers for Disease Control and Prevention. Diakses pada 2022. Streptococcal Toxic Shock Syndrome: All You Need to Know.
Johns Hopkins Medicine. Diakses pada 2022. Septicemia.
National Health Service. Diakses pada 2022. Pneumococcal vaccine overview.
Mayo Clinic. Diakses pada 2022. Meningitis.
Mayo Clinic. Diakses pada 2022. Pneumonia.
World Health Organization. Diakses pada 2022. Pneumonia.