• Home
  • /
  • Kesehatan
  • /
  • Sinusitis

Sinusitis

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Sinusitis

Pengertian Sinusitis

Sinusitis adalah peradangan pada dinding sinus yang merupakan rongga kecil berisi udara dan terletak pada struktur tulang wajah. Saat terinfeksi, rongga ini akan terisi lendir dan terjadi pembengkakan pada selaput lendir sehingga membuat sumbatan. Ada dua jenis sinusitis, yaitu akut dan kronis (lebih dari 12 minggu).

Pengelompokan sinusitis sendiri berdasarkan durasi gejala yang muncul. Penyebab sinusitis yang paling sering dijumpai adalah akibat bakteri dan virus. Jika disebabkan oleh virus, sinusitis akan menjadi penyakit menular.

Baca juga: 15 Tips Agar Sinusitis Tak Mudah Kambuh


Faktor Risiko Sinusitis

Terdapat berbagai faktor yang meningkatkan risiko seseorang terkena sinusitis, antara lain:

  • Adanya kelainan struktur atau bentuk dari saluran hidung, seperti polip hidung atau penyimpangan septum hidung.
  • Masalah pernapasan yang disebabkan oleh sensitivitas terhadap obat-obatan jenis tertentu.
  • Pengidap asma, orang yang mengidap asma lebih rentan mengalami sinusitis kronis.
  • Terpapar asap rokok secara berlebihan dan jangka waktu panjang.
  • Gejala alergi yang muncul bagi sebagian orang.


Penyebab Sinusitis

Beberapa kondisi yang dapat menyebabkan sinusitis meliputi:

  • Flu (common cold).
  • Rhinitis alergi.
  • Polip hidung.
  • Septum deviasi (bengkoknya tulang hidung).
  • Gejala yang disebabkan oleh alergi bagi sebagian orang.


Gejala Sinusitis

Berikut ini beberapa gejala yang umum terjadi ketika seseorang mengalami sinusitis:

  • Nyeri wajah yang memburuk saat menunduk.
  • Keluar cairan kental kuning kehijauan dari hidung atau belakang tenggorokan.
  • Hidung mampet yang menyebabkan kesulitan bernapas.
  • Muncul tekanan pada telinga.
  • Sakit kepala.
  • Batuk.
  • Bau napas tidak sedap.
  • Kelelahan.
  • Demam.

Sementara itu, beberapa gejala sinusitis kronis meliputi:

  • Keluar cairan kental berwarna kuning kehijauan dari hidung dan belakang tenggorokan.
  • Hidung mampet.
  • Nyeri wajah.
  • Kesulitan menghirup.
  • Nyeri telinga.
  • Nyeri pada rahang atas dan gigi.
  • Batuk.
  • Nyeri tenggorokan.
  • Napas tak sedap.
  • Kelelahan.
  • Mual.

Baca juga: Apakah Sinusitis bisa Menular?


Diagnosis Sinusitis

Dokter akan melakukan pemeriksaan nyeri pada hidung dan wajah serta memeriksa bagian dalam hidung. Selain itu, metode lain untuk melakukan diagnosis terhadap sinusitis bisa juga dengan berbagai hal berikut ini:

1. Endoskopi Hidung

Sebuah tabung tipis dan fleksibel (endoskopi) dengan cahaya serat optik yang dimasukkan melalui hidung untuk melihat struktur dan kondisi dalam hidung.

2. Studi Pencitraan

Penggunaan MRI atau CT scan bisa menunjukan struktur sinus dan area hidung secara detail. Meski sebenarnya tidak direkomendasikan untuk sinusitis akut tanpa komplikasi, tetapi studi pencitraan ternyata membantu mengidentifikasi kelainan atau komplikasi yang dicurigai.

3. Kultur Hidung dan Sinus

Tes laboratorium umumnya tidak diperlukan untuk mendiagnosis sinusitis akut. Namun, ketika kondisi tidak merespons terhadap pengobatan atau malah memburuk, kultur jaringan membantu menentukan penyebabnya, seperti infeksi bakteri.

4. Tes Alergi

Jika pemicu munculnya sinusitis akut dicurigai karena alergi, dokter akan merekomendasikan tes kulit alergi. Tes kulit aman dan cepat serta membantu untuk menentukan alergen yang bertanggung jawab untuk flare-up hidung.


Pengobatan Sinusitis

Pengobatan sinusitis meliputi semprotan salin ke rongga hidung untuk membersihkan ruang hidung, kortikosteroid nasal untuk meredakan peradangan, dekongestan untuk meringankan hidung mampet, dan antinyeri untuk meringankan rasa sakit pada wajah atau kepala. Jika sinusitis bersifat berat, persisten dan juga progresif, diperlukan antibiotik sebagai tindak pengobatan yang harus dilakukan. Sinusitis bakterial yang ringan dapat sembuh tanpa antibiotik.

Tatalaksana non-medikamentosa meliputi istirahat, konsumsi cairan yang banyak, melembapkan rongga hidung dengan cara menaruh handuk hangat ke wajah atau menghirup uap panas, dan tidur dengan beberapa bantal, sehingga kepala lebih tinggi dari tubuh dengan tujuan mempermudah pengosongan sinus.

Baca juga: Sering Kambuh, Bisakah Sinusitis Sembuh Total?


Pencegahan Sinusitis

Pencegahan sinusitis cenderung sama dengan tatalaksana non-medikamentosa. Selain itu, dianjurkan untuk menghindari terjangkitnya infeksi saluran nafas karena dapat memicu terjadinya sinusitis.


Kapan Harus ke Dokter?

Ketika kamu sudah merasa sulit bernapas dan ada yang bermasalah dengan hidung, segera lakukan pemeriksaan untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Percayakan saja pada aplikasi Halodoc, tanya jawab dengan dokter kini lebih mudah dilakukan secara online. Jadi, pastikan kamu sudah download aplikasinya, ya!


Referensi:
NHS. Diakses pada 2021. Sinusitis (Sinus Infection).
webmd.com. Diakses pada 2021. What Is Sinusitis?


Diperbarui pada 17 Mei 2021