Sinusitis

Ditinjau oleh: dr. Fitrina Aprilia

Pengertian Sinusitis

Sinusitis adalah peradangan pada dinding sinus yang merupakan rongga kecil berisi udara dan terletak pada struktur tulang wajah. Saat terinfeksi, rongga ini terisi lendir dan terjadi pembengkakan selaput lendir, sehingga membuat sumbatan. Ada dua jenis sinusitis, yaitu akut dan kronis (lebih dari 12 minggu).

Pengelompokan sinusitis sendiri berdasarkan durasi gejala. Selain itu, sinusitis yang berdasarkan penyebabnya yang tersering dan paling umum, yaitu akibat bakteri dan virus. Jika sinusitis disebabkan oleh virus, sinusitis akan menjadi penyakit yang menular.

Baca juga: 15 Tips Agar Sinusitis Tak Mudah Kambuh

 

Faktor Risiko Sinusitis

Terdapat berbagai faktor yang meningkatkan risiko seseorang dapat terkena sinusitis, antara lain:

  • Adanya kelainan struktur atau bentuk dari saluran hidung, seperti polip hidung atau penyimpangan septum hidung.

  • Masalah pernapasan yang disebabkan oleh sensitivitas terhadap obat aspirin atau jenis obat tertentu.

  • Pengidap asma, orang yang mengidap asma rentan untuk terkena sinusitis kronis.

  • Terpapar asap rokok secara berlebihan dan dalam jangka waktu panjang.

  • Gejala alergi yang muncul bagi sebagian orang.

 

Penyebab Sinusitis

Kondisi yang dapat menyebabkan sinusitis meliputi:

  • Flu (common cold).

  • Rhinitis alergi.

  • Polip hidung.

  • Septum deviasi (bengkoknya tulang hidung).

  • Gejala yang disebabkan oleh alergi bagi sebagian orang.

 

Gejala Sinusitis

Gejala sinusitis akut meliputi:

  • Nyeri wajah yang memburuk saat menunduk.

  • Cairan kental kuning kehijauan dari hidung atau belakang tenggorokan.

  • Hidung mampet menyebabkan kesulitan bernapas.

  • Tekanan pada telinga.

  • Sakit kepala.

  • Batuk.

  • Bau napas tidak sedap.

  • Kelelahan.

  • Demam.

Sementara itu, beberapa gejala sinusitis kronis meliputi:

  • Cairan kental kuning kehijauan dari hidung dan belakang tenggorokan.

  • Hidung mampet.

  • Nyeri wajah.

  • Kesulitan menghirup.

  • Nyeri telinga.

  • Nyeri pada rahang atas dan gigi.

  • Batuk.

  • Nyeri tenggorokan.

  • Napas tak sedap.

  • Kelelahan.

  • Mual.

 

Diagnosis Sinusitis

Dokter akan memeriksa nyeri pada hidung dan wajah serta memeriksa ke dalam hidung. Selain itu, metode lain untuk melakukan diagnosis terhadap sinusitis bisa juga dilakukan dengan berbagai hal berikut ini:

  • Endoskopi Hidung

Sebuah tabung tipis dan fleksibel (endoskopi) dengan cahaya serat optik yang dimasukkan melalui hidung untuk melihat struktur dan kondisi dalam hidung.

  • Studi Pencitraan

Penggunaan MRI atau CT scan bisa menunjukan struktur sinus dan area hidung secara detail. Meskipun tidak direkomendasikan untuk sinusitis akut tanpa komplikasi, tetapi studi pencitraan membantu mengidentifikasi kelainan atau komplikasi yang dicurigai.

  • Kultur Hidung dan Sinus

Tes laboratorium umumnya tidak diperlukan untuk mendiagnosis sinusitis akut. Namun, ketika kondisi tidak merespons terhadap pengobatan atau malah memburuk, kultur jaringan membantu menentukan penyebabnya, seperti infeksi bakteri.

  • Tes Alergi

Jika pemicu munculnya sinusitis akut dicurigai karena alergi, dokter akan merekomendasikan tes kulit alergi. Tes kulit aman dan cepat serta membantu untuk menentukan alergen yang bertanggung jawab untuk flare-up hidung.

Baca juga: Apakah Sinusitis bisa Menular?

 

Pengobatan Sinusitis

Pengobatan meliputi semprotan salin ke rongga hidung untuk membersihkan ruang hidung, kortikosteroid nasal untuk meredakan peradangan, dekongestan untuk meringankan hidung mampet, dan antinyeri untuk meringankan rasa sakit pada wajah atau kepala. Jika sinusitis bersifat berat, persisten, dan juga progresif, diperlukan antibiotik sebagai tindak pengobatan yang harus dilakukan. Sinusitis bakterial yang ringan dapat sembuh tanpa antibiotik.

Tatalaksana non-medikamentosa meliputi istirahat, konsumsi cairan yang banyak, melembapkan rongga hidung dengan cara menaruh handuk hangat ke wajah atau menghirup uap panas, dan tidur dengan beberapa bantal, sehingga kepala lebih tinggi dari tubuh dengan tujuan mempermudah pengosongan sinus.

Baca juga: Sering Kambuh, Bisakah Sinusitis Sembuh Total?

 

Pencegahan Sinusitis

Pencegahan cenderung sama dengan tatalaksana non-medikamentosa. Selain itu, dianjurkan untuk menghindari terjangkitnya infeksi saluran nafas karena dapat memicu terjadinya sinusitis.

 

Kapan Harus ke Dokter?

Ketika kamu sudah merasa sulit bernapas dan ada yang bermasalah dengan hidung, silahkan memeriksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Referensi:
NHS.uk. Diakses pada 2019. Sinusitis (Sinus Infection)

webmd.com. Diakses pada 2019. What Is Sinusitis?

Diperbarui pada 13 Agustus 2019