3 Pemeriksaan untuk Deteksi Skorbut

Ditinjau oleh: dr. Fitrina Aprilia
3 Pemeriksaan untuk Deteksi Skorbut

Halodoc, Jakarta - Siapa bilang kekurangan vitamin C hanya berkaitan dengan sariawan? Bagi kamu yang mengamini hal ini, salah besar. Faktanya, kekurangan vitamin C bisa menimbulkan serangkaian masalah kesehatan. Mulai dari mulut, tulang, jantung, bahkan jaringan tubuh. Tuh, cukup kompleks bukan?

Nah, menyoal kekurangan vitamin C ini, ada satu kondisi yang perlu kita waspadai. Pernah mendengar skorbut atau scurvy? Skorbut merupakan penyakit yang cukup langka yang terjadi pada saat tubuh mengalami kekurangan vitamin C. 

Peran vitamin C dalam tubuh tidak main-main. Vitamin C membantu pembuatan kolagen, protein penting yang terdapat di berbagai jaringan tubuh. Tanpa vitamin C yang cukup, kolagen dalam tubuh tak bisa diperbaiki, sehingga memicu kerusakan jaringan tubuh. Nah, kondisi inilah yang bakal memicu terjadinya skorbut. 

Lalu, bagaimana sih cara mendeteksi penyakit skorbut? 

Baca juga: Bahaya Kekurangan Vitamin C saat Hamil

Muncul Setelah 3 Bulan

Sebelum menjawab pertanyaan di atas, tak ada salahnya untuk berkenalan dulu dengan gejala skorbut. Penyakit langka ini bisa menimbulkan serangkaian gejala pada pengidapnya. Namun, awalnya skorbut tak menampakkan gejala yang jelas kalau tubuh sedang mengalami kekurangan vitamin C

Nah, gejala skorbut umumnya baru muncul setelah pengidapnya mengalami kekurangan vitamin C kronis selama 3 bulan. Lalu, seperti apa sih gejala skorbut yang bisa timbul pada pengidapnya?

  • Merasa lelah dan lemah setiap saat;

  • Sangat sensitif dan merasa sedih/uring-uringan setiap saat;

  • Nyeri hebat pada daerah sendi, lutut dan tungkai;

  • Timbul bercak berwarna kebiruan atau kemerahan di bawah kulit;

  • Kulit mudah sekali memerah;

  • Bekas luka yang memerah dan membengkak;

  • Sesak napas, terutama setelah melakukan aktivitas berat; dan

  • Gusi bengkak dan mudah mengalami perdarahan.

Lain gejala pada orang dewasa, lain pula gejala pada anak-anak. Ketika skorbut menyerang Si Kecil, gejala yang akan timbul berupa diare, demam, nafsu makan berkurang, mudah tersinggung, dan penambahan berat badan yang lambat. 

Oleh sebab itu, segeralah tanyakan kepada dokter melalui aplikasi Halodoc, bila mengalami gejala-gejala di atas. Pasalnya, skorbut yang tak diobati bisa memicu masalah lain. Misalnya, jaundice (penyakit kuning), edema, bahkan penyakit jantung. 

Kembali ke pertanyaan di atas, seperti apa pemeriksaan untuk mendiagnosis skorbut? 

Baca juga: Sariawan Enggak Cuma Kurang Vitamin C, Bisa Jadi Tanda Kanker Mulut

Ditelisik Lewat Berbagai Pemeriksaan Darah

Untuk mendiagnosis skorbut, dokter awalnya akan melakukan serangkaian wawancara medis dan pemeriksaan fisik langsung. Di samping itu, dokter juga akan melakukan pemeriksaan darah. Tujuannya untuk memeriksa kadar vitamin C dalam tubuh. Nah, lewat pemeriksaan ini nantinya dokter baru akan menegakkan diagnosis.

Lantas, seperti apa sih pemeriksaan darah pada penyakit skorbut?

1. Pemeriksaan Plasma Darah

Dalam pemeriksaan ini, tim medis akan melihat kandungan vitamin C plasma darah. Tahap ini diawali dengan puasa, lalu barulah sampel darah diambil dan dianalisis. Lewat pemeriksaan ini dokter akan melihat tingkat kandungan vitamin C dalam plasma darah. 

Andaikan kandungan vitamin C kurang dari 0,1 mg/dL, maka kondisi tersebut bisa menjelaskan adanya skorbut. Namun, bila jumlahnya di atas 0,3 mg/dL lain lagi. Artinya, tubuh memiliki kadar vitamin C yang cukup.

2. Pemeriksaan Leukosit

Pemeriksaan ini boleh dibilang lebih akurat. Sebab, pemeriksaan vitamin C pada leukosit berhubungan langsung dengan kandungan vitamin C di jaringan. Di samping itu, kandungan vitamin C dalam leukosit tak dipengaruhi oleh asupan makanan atau aktivitas harian. 

Sama dengan pemeriksaan plasma darah, nantinya dokter akan menentukan diagnosis setelah melihat kandungan vitamin C leukosit. Bila kandungan vitamin C menunjukkan angka 0 mg/dL, maka menunjukkan adanya skorbut.

3. Pemeriksaan Radiologi

Pemeriksaan skorbut yang satu ini biasanya digunakan untuk membantu mendiagnosis skorbut pada anak-anak. Nantinya, dokter akan menelisik keadaan tulang dan sendi lewat pemeriksaan ini. Pasalnya, sebagian anak yang mengidap skorbut mengalami beberapa keluhan pada tulangnya. 

Mau tahu lebih jauh mengenai masalah di atas? Atau memiliki keluhan kesehatan lainnya? Kamu bisa kok bertanya langsung kepada dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!

Referensi:
NHS Choices UK. DIakses pada 2019. Health A-Z. Scurvy.  
Medscape. Diakses pada 2017. Scurvy Workup.