Sariawan Enggak Cuma Kurang Vitamin C, Bisa Jadi Tanda Kanker Mulut

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Sariawan Enggak Cuma Kurang Vitamin C, Bisa Jadi Tanda Kanker Mulut

Halodoc, Jakarta – Sariawan adalah lesi kecil dan dangkal yang terbentuk pada jaringan lunak di mulut dan bisa juga di dasar gusi. Rasanya  bisa menyakitkan serta membuat makan dan berbicara menjadi sulit.

Kebanyakan sariawan hilang dengan sendirinya dalam satu atau dua minggu. Kondisi ini bisa menjadi tanda berbahaya ketika tidak sembuh dalam jangka waktu lama. Sejatinya, selain kekurangan Vitamin C, beberapa penyebab sariawan lainnya adalah:

Baca juga: Cari Tahu 5 Penyebab Sariawan dan Cara Mengatasinya

  1. Cedera kecil pada mulut karena tidak hati-hati dalam menyikat gigi;

  2. Penggunaan pasta gigi dan obat kumur yang mengandung sodium lauryl sulfate;

  3. Sensitivitas makanan, terutama terhadap cokelat, kopi, stroberi, telur, kacang-kacangan, keju, dan makanan pedas atau asam;

  4. Diet yang kekurangan vitamin B12, seng, folat (asam folat) atau zat besi;

  5. Respons alergi terhadap bakteri tertentu di mulut ;

  6. Helicobacter pylori, bakteri yang sama yang menyebabkan tukak lambung;

  7. Pergeseran hormon selama menstruasi; dan

  8. Stres emosional

Beberapa penyakit tertentu juga bisa menyebabkan sariawan, seperti penyakit seliaka, gangguan usus serius yang disebabkan oleh sensitivitas terhadap gluten, dan protein yang ditemukan di sebagian besar biji-bijian.

Penyakit radang usus, seperti penyakit Crohn dan kolitis ulserativa. Penyakit Behcet, gangguan langka yang menyebabkan peradangan di seluruh tubuh, termasuk mulut. Sistem kekebalan tubuh yang rusak yang menyerang sel-sel sehat di mulut alih-alih patogen, seperti virus dan bakteri dan juga HIV / AIDS, yang menekan sistem kekebalan tubuh.

Perlukaan sariawan  bisa menjadi tanda-tanda kanker mulut bila gejalanya juga ditandai dengan kesulitan mengunyah atau menelan, benjolan atau daerah yang sakit di mulut, tenggorokan atau di bibir bercak putih atau merah di mulut, kesulitan menggerakkan lidah atau rahang, penurunan berat badan yang tak terduga, sakit atau maag yang tidak sembuh atau berdarah, serta kelembutan, rasa sakit, dan benjolan di mana saja di mulut atau di bibir.

Baca juga: Bisa Sembuh Sendiri, Kapan Sariawan Harus Diobati?

Bagaimana Meningkatkan Asupan Vitamin C

Vitamin C adalah antioksidan kuat yang bisa membantu melawan kerusakan akibat radikal bebas dalam tubuh. Vitamin ini juga dikaitkan dengan pengurangan risiko penyakit kronis, seperti kanker, penyakit kardiovaskular, dan katarak.

Berikut ini beberapa tips untuk mendapatkan vitamin C dalam asupan makanan sehari-hari:

  1. Makanlah Buah-Buahan dan Sayuran Mentah jika Memungkinkan 

Saat memasak menu harian, kamu harus membawa makanan dari beberapa nutrisi vitalnya. Memasak terutama memengaruhi vitamin yang larut dalam air, seperti vitamin C.

  1. Simpan Semangkuk Buah Kaya Vitamin C di Rumah 

Baca juga: Sering Terjadi, Sariawan Muncul Saat Puasa

Jeruk bali untuk sarapan bukanlah ide yang buruk. Kamu juga dapat mempertimbangkan untuk makan lebih banyak jeruk, mangga, dan buah kiwi.

  1. Nikmati Makan Siang Ringan dengan Lalapan 

Seperti selada, paprika merah atau brokoli yang hanya direbus sebentar sangat kaya akan antioksidan kuat.

  1. Makan Lebih Banyak Sayuran Fermentasi 

Satu porsi kimchi (resep tradisional Korea yang terbuat dari kol yang difermentasi) memberikan sekitar setengah dari nilai vitamin C harian yang direkomendasikan. Selain vitamin C dan vitamin lainnya, kimchi dan asinan kubis juga mengandung probiotik penguat usus.

Kalau ingin mengetahui lebih banyak mengenai sariawan dan kanker mulut, bisa tanyakan langsung ke Halodoc. Dokter-dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor, kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.