3 Pengobatan untuk Mengatasi Parafimosis

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia
3 Pengobatan untuk Mengatasi Parafimosis

Halodoc, Jakarta – Nyatanya, kegiatan sunat sudah menjadi tradisi bagi masyarakat Indonesia. Tidak hanya dari sisi budaya, bagi pria yang menjalankan tradisi sunat akan mendapatkan banyak manfaat dari sisi kesehatan, salah satunya adalah terhindar dari penyakit parafimosis. Meskipun tidak sunat bukan menjadi satu-satunya penyebab penyakit parafimosis, kenali penyakit parafimosis agar kamu bisa terhindar dari penyakit ini.

Baca juga: Kenali Manfaat Sunat dari Sisi Kesehatan

Penyakit parafimosis adalah penyakit yang mengganggu kondisi alat kelamin dan tentu hanya dialami oleh pria saja. Parafimosis adalah kondisi saat kulup Mr. P tidak dapat ditarik kembali ke posisi semula pada kepala Mr. P. Kondisi ini menyebabkan kulup menjadi bengkak dan tersangkut sehingga menyebabkan aliran darah menuju Mr. P menjadi terhambat.

Umumnya kondisi ini dialami oleh para pria yang memasuki usia lanjut dan anak-anak yang tidak pernah mengalami tradisi sunat. Selain tidak sunat, ketahui penyebab lain yang menyebabkan seorang pria mengalami penyakit parafimosis, yaitu:

  1. Pria yang mengalami luka pada bagian Mr. P rentan mengalami penyakit parafimosis. Tidak ada salahnya untuk segera menangani luka yang terjadi pada bagian Mr. P.

  2. Ketika pria melakukan buang air kecil atau membersihkan area Mr. P jangan lupa untuk mengembalikan posisi kulup seperti posisi semula. Terlalu lama dan terlalu kencang menarik kulup juga meningkatkan risiko mengalami penyakit parafimosis.

  3. Mr. P yang tidak dijaga kebersihannya dapat meningkatkan risiko pria mengalami parafimosis. Mr. P yang jarang dibersihkan dapat menumpuk kotoran dan lama kelamaan menjadi infeksi. Kondisi ini bisa menyebabkan penyakit parafimosis.

  4. Seseorang yang sakit dan menggunakan kateter untuk pembuangan air kecil rentan mengalami penyakit parafimosis.

Baca juga: 5 Fakta Mengenai Sunat yang Perlu Diketahui

Gejala Parafimosis

Pengidap parafimosis biasanya pria yang berusia lanjut usia atau anak-anak. Ketahui gejala yang timbul akibat penyakit parafimosis agar tahu penanganan yang tepat untuk penyakit parafimosis, yaitu:

  1. Umumnya gejala yang ditimbulkan dari penyakit ini adalah sulitnya kulup untuk diletakan pada posisi semula di kepala Mr. P.

  2. Biasanya, kepala Mr. P atau kulup terlihat ada bagian yang mengalami pembengkakan.

  3. Terkadang, kondisi parafimosis yang sudah cukup parah akan membuat warna kepala Mr. P berubah menjadi kemerahan atau kebiruan karena terganggunya aliran darah menuju kesana.

Pengobatan dan Pencegahan Parafimosis

Parafimosis yang diketahui lebih awal dapat mempermudah pengobatan yang harus dilakukan. Selain itu, tindakan pengobatan juga akan disesuaikan dengan kondisi parafimosis yang dialami oleh pengidap. Parafimosis yang dideteksi sejak dini dapat diobati dengan melakukan beberapa cara sederhana, seperti:

  1. Mengompres bagian Mr. P yang bengkak dengan es yang diselimuti handuk lembut.

  2. Mengeluarkan nanah atau darah yang menggumpal dengan alat oleh tim medis.

  3. Memberikan obat yang dapat mengurangi pembengkakan.

Pada kondisi parafimosis yang cukup parah, biasanya dokter melakukan pembiusan terlebih dahulu. Sebab, pengobatan dilakukan dengan cara mengembalikan posisi kulup yang tersangkut untuk mengurangi tekanan dan pembengkakan. Dengan cara ini bagian kulup bisa kembali ditarik pada posisi normal.

Proses sunat disarankan dokter untuk mencegah kondisi parafimosis. Selain itu, biasanya tim medis menganjurkan pengidap parafimosis untuk rajin membersihkan dan merawat bagian Mr. P agar terjaga kebersihannya.

Gunakan aplikasi Halodoc untuk bertanya langsung pada dokter mengenai gangguan kesehatan yang kamu alami pada Mr. P. Yuk download aplikasi Halodoc melalui App Store atau Google Play sekarang juga!

Baca juga: Ini Perbedaan Pria Disunat dan Tidak dari Segi Kesehatan