3 Perbedaan Alkalosis dan Asidosis yang Perlu Diketahui

Ditinjau oleh: dr. Fitrina Aprilia
3 Perbedaan Alkalosis dan Asidosis yang Perlu Diketahui

Halodoc, Jakarta - Pernah mendengar masalah kesehatan bernama alkalosis dan asidosis? Hmm, namanya mungkin terdengar asing, tetapi kedua keluhan ini terbilang umum kok. 

Asidosis merupakan kondisi ketika kadar asam di dalam tubuh sangat tinggi. Sedangkan alkalosis, berupa kondisi banyaknya basa atau alkali di dalam darah. Lalu, seperti apa sih perbedaan gejala atau penyebab dari kedua masalah medis ini? 

Baca juga: Mengenal Berbagai Jenis Kelainan Darah

1. Asidosis Gegara Lambung dan Paru

Asidosis sendiri terbagi menjadi dua, yaitu asidosis metabolik dan respiratorik. Penyebab keduanya tidak sama. Untuk asidosis metabolik gegera ketidakmampuan ginjal untuk mengeliminasi asam berlebih dalam tubuh. Sedangkan respiratorik, lain lagi ceritanya.

Kondisi ini disebabkan oleh paru-paru yang tak mampu membuat zat karbon dioksida yang diproduksi tubuh. Ujung-ujungnya bisa menyebabkan tingkat keasaman darah dan cairan tubuh melonjak. Bagaimana dengan alkalosis?

Alkalosis atau tingginya basa atau alkali dalam darah disebabkan gegara kadar asam atau karbondioksida dalam tubuh berkurang. Di samping itu, penurunan kadar elektrolit dan kalium dalam tubuh juga bisa memicu terjadinya alkalosis. Umumnya, kondisi ini bisa dipicu oleh muntah yang berlebihan atau terjadi berkepanjangan. 

2. Gejalanya Sama-Sama Bisa Berujung Koma

Pada dasarnya, gejala alkalosis bisa berbeda-beda kepada setiap pengidapnya. Nah, berikut ini beberapa gejala yang mungkin dialami seseorang yang mengidap alkalosis.

  • Otot bergetar;

  • Tremor;

  • Kebingungan;

  • Gangguan kecemasan, bisa menimbulkan kesemutan pada wajah, tangan, atau kaki;

  • Mudah marah;

  • Mual dan mutah;

  • Tubuh terasa kaku;

  • Mata silau; dan

  • Rasa nyeri pada kepala.

Hal yang perlu digarisbawahi, alkalosis yang dibiarkan berlarut-larut bisa menyebabkan masalah lain. Mulai dari detak jantung tak beraturan (aritmia), sulit memproses informasi, bahkan koma. Lantas, bagaimana dengan gejala asidosis?

Faktanya, kadar asam di dalam tubuh yang sangat tinggi memang bisa menimbulkan banyak keluhan pada tubuh. Gejala asidosis ini sendiri bisa berbeda-beda kepada setiap orang. Nah, berikut ini gejala yang mungkin terjadi.

Asidosis respiratorik:

  • Sakit kepala;

  • Rasa kantuk;

  • Linglung;

  • Tubuh mudah lelah;

  • Sesak napas; dan

  • Merasa gelisah.

Asidosis Metabolik:

  • Penyakit kuning;

  • Turunnya nafsu makan;

  • Detak jantung meningkat;

  • Aroma napas berbau, seperti buah-buahan;

  • Linglung;

  • Kelelahan;

  • Sakit kepala;

  • Napas menjadi cepat dan pendek.

Lantas, apa jadinya bila kondisi asidosis dibiarkan begitu saja? Andaikan asidosis respiratorik tak segera diobati, kondisi ini bisa berujung pada koma. Tuh, ngeri kan? 

Baca juga: Begini yang Terjadi pada Otak ketika Seseorang Alami Koma

Nah, segeralah temui dokter bila mengalami gejala-gejala di atas.  Kamu bisa kok bertanya langsung kepada dokter melalui aplikasi Halodoc.

3. Komplikasi Asidosis Lebih Banyak

Hal yang perlu digarisbawahi, kedua kondisi di atas sama-sama bisa menyebabkan komplikasi bila tak ditangani dengan cepat dan tepat. Lalu, seperti apa komplikasi yang bisa ditimbulkan alkalosis? 

Alkalosis ini bisa berujung pada aritmia. Misalnya, detak jantung yang terlalu cepat, lambat, atau tidak teratur. Di samping itu, komplikasi alkalosis juga bisa berupa ketidakseimbangan elektrolit (rendahnya kadar natrium), hingga koma atau tidak sadarkan diri.

Bagaimana dengan asidosis?

Komplikasi yang ditimbulkan cenderung lebih banyak. Mulai dari batu ginjal, gagal ginjal, penyakit ginjal kronis, penyakit tulang, hingga keterlambatan dalam pertumbuhan. 

Mau tahu lebih jauh mengenai masalah di atas? Atau memiliki keluhan kesehatan lainnya? Kamu bisa kok bertanya langsung kepada dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2019. Acidosis. 
WebMD. Diakses pada 2019. What Is Metabolic Acidosis?
Medline Plus. Diakses pada 2019. Alkalosis. 
Healthline. Diakses pada 2019. Health. Alkalosis.